tim kknt t ipb university hadirkan pamanggis dorong hilirisasi manggis desa kalong ii menjadi produk bernilai tambah - News | Good News From Indonesia 2026

TIM KKNT-T IPB University Hadirkan PAMANGGIS, Dorong Hilirisasi Manggis Desa Kalong II Menjadi Produk Bernilai Tambah

TIM KKNT-T IPB University Hadirkan PAMANGGIS, Dorong Hilirisasi Manggis Desa Kalong II Menjadi Produk Bernilai Tambah
images info

TIM KKNT-T IPB University Hadirkan PAMANGGIS, Dorong Hilirisasi Manggis Desa Kalong II Menjadi Produk Bernilai Tambah


Desa Kalong II, Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor, dikenal sebagai salah satu wilayah yang memiliki potensi manggis cukup besar. Sekitar 10 hektar kebun manggis tersebar di desa ini, ditambah pohon-pohon manggis yang tumbuh di pekarangan serta lahan milik warga. Bahkan, beberapa kepala keluarga menjadikan manggis sebagai sumber penghasilan musiman.

Melihat potensi tersebut, Tim Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Inovasi IPB University menghadirkan program unggulan bertajuk PAMANGGIS (Panduan Agronomi dan Manajemen Pengolahan Manggis). Program ini dirancang untuk mengoptimalkan pengelolaan manggis dari hulu hingga hilir, mulai dari perawatan tanaman hingga pengolahan pascapanen agar bernilai tambah.

Bagi Kawan GNFI, manggis mungkin hanya dikenal sebagai buah segar yang dijual di pasar. Namun, di Desa Kalong II, cerita manggis tidak selalu berjalan mulus. Saat panen raya tiba, produksi yang melimpah justru sering diikuti penurunan harga.

“Kalau panen banyak, harganya bisa turun sampai Rp1.000 per kilogram. Kadang buahnya menumpuk karena tidak habis terjual, sehingga sering dibagikan ke tetangga,” ungkap salah satu warga Desa Kalong II.

Selain persoalan harga, mahasiswa KKN-T IPB University juga menemukan tantangan dari sisi budidaya. Banyak pohon manggis belum dirawat secara optimal. Pemupukan dan pemangkasan yang terbatas berdampak pada rendahnya produktivitas tanaman. Tidak sedikit warga yang mengeluhkan pohon manggis mereka berbuah sedikit meskipun sudah memasuki musim panen.

Berangkat dari kondisi tersebut, tim KKN-T IPB University menyusun buku saku PAMANGGIS sebagai panduan praktis bagi masyarakat. Buku ini disiapkan sebelum pelaksanaan kegiatan lapangan sebagai bekal edukasi mengenai pengelolaan manggis secara terpadu, mulai dari budidaya hingga pengolahan hasil.

Selain memuat panduan perawatan pohon manggis yang mudah diterapkan, buku saku PAMANGGIS juga memperkenalkan pemanfaatan teknologi pertanian digital, seperti Digitani, sebagai sarana membantu memecahkan persoalan budidaya.

Buku ini turut mengulas peluang pengembangan usaha berbasis manggis, sekaligus menyajikan contoh pengolahan hasil seperti selai dan jus manggis guna meningkatkan nilai tambah komoditas lokal Desa Kalong II.

Adapun isi buku mencakup informasi mengenai bahan baku, tahapan pengolahan, pengemasan, penyimpanan produk, teknik pasteurisasi jus manggis, hingga aspek budidaya seperti pemupukan, penyiangan, panen, pascapanen, serta gambaran peluang bisnis produk olahan manggis di tingkat rumah tangga dan desa.

Penggagas PAMANGGIS, Rafi dan Justin, menjelaskan bahwa program ini dirancang sebagai respons atas keterbatasan pengetahuan masyarakat terkait budidaya hingga pengolahan pascapanen manggis.

“Program PAMANGGIS kami rancang untuk memberikan edukasi komprehensif berbasis prinsip agronomis. Kami tidak hanya menjelaskan cara merawat tanaman, tetapi juga memperkenalkan pengolahan manggis menjadi produk seperti selai dan jus agar memiliki nilai tambah,” ujar Rafi.

Ia menambahkan, masyarakat juga diberikan pengalaman langsung melalui praktik lapangan.

“Dengan adanya praktik pembuatan selai dan jus manggis, warga diharapkan mampu meningkatkan kualitas produksi sekaligus nilai ekonomis buah manggis yang selama ini hanya dijual dalam bentuk segar,” lanjutnya.

Sebagai implementasi di lapangan, tim KKN-T IPB University menggelar penyuluhan dan demonstrasi pengolahan manggis pada 18 Januari 2026 di Masjid Baitudzakirin, RT 003/001, Desa Kalong II, Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor. Kegiatan ini diikuti lebih dari 50 warga dari berbagai kalangan.

Dalam kegiatan tersebut, masyarakat terlibat langsung mengolah manggis menjadi selai dan jus, sekaligus mempelajari teknik pasteurisasi sederhana untuk memperpanjang umur simpan produk agar lebih aman dan layak dipasarkan.

Warga ikut mengupas manggis, mengaduk adonan selai, hingga memahami proses pembuatan jus manggis pasteurisasi secara bertahap. Suasana kegiatan berlangsung interaktif dengan antusiasme yang tinggi.

Tak hanya pelatihan, mahasiswa KKN-T IPB University juga membagikan produk hasil olahan berupa selai dan jus manggis serta buku saku PAMANGGIS kepada warga. Harapannya, pengetahuan yang diperoleh tidak berhenti saat kegiatan berlangsung, tetapi dapat dikembangkan secara mandiri, baik di tingkat rumah tangga maupun kelompok usaha desa.

Melalui PAMANGGIS, potensi manggis Desa Kalong II diharapkan tidak lagi bergantung pada penjualan buah segar semata. Dengan pengelolaan yang lebih baik dan inovasi olahan, manggis dapat berkembang menjadi produk unggulan desa yang memiliki nilai tambah serta memperkuat perekonomian masyarakat Desa Kalong II secara berkelanjutan.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

KB
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.