Akhir bulan Januari ini Jakarta sedang menghadapi cuaca yang tidak menentu. Saat pagi hari misalnya cuaca menandakan cerah hingga terik, tetapi masuk di siang atau sore hari bisa saja turun hujan.
Pada hari lain hujan turun tak berhenti hingga menyebabkan banjir di beberapa titik. Kondisi hujan ini rupanya memang sedang dalam fase tinggi-tinggi beberapa minggu terakhir di Jakarta.
Laporan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sejumlah kecamatan di Jakarta Timur, Jakarta Barat, dan Jakarta Utara tergenang banjir dengan ketinggian yang beragam.
Banjir di sejumlah kelurahan di Jakarta Timur mencapai ketinggian 65 m, sementara di Kelurahan Muara Kapuk Jakarta Utara tinggi banjir hingga 20 m. Dilaporkan ratusan jiwa mengungsi ke tempat yang lebih aman dan untungnya beberapa tempat sudah mulai surut.
Meskipun kondisi ini sudah biasa dihadapi warga ibukota tetap saja diperlukan antisipasi untuk menghindari kondisi yang tidak dinginkan. Tentu langkah sigap dari pemerintah juga dibutuhkan oleh masyarakat yang terdampak.
Selain itu, mengingat intensitas hujan yang tak menentu warga perlu bersiap agar tidak terjebak hujan di tengah aktivitas penting. Salah satunya adalah dengan mengetahui informasi prakiraan cuaca dari sumber yang akurat.
Oleh sebab itu artikel berikut akan menyajikan panduan kondisi cuaca di Jakarta pada 27/1/2026 berdasarkan informasi resmi dari BMKG. Kawan bisa menggunakannya untuk sumber informasi cuaca ya.
Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini (27/1/2026) menurut BMKG
Melanjir dari laman bmkg.go.id cuaca pada hari ini Selasa, 27/1/2026 adalah turun hujan di semua kota di DKI Jakarta. Semua kota yaitu Kota Jakarta Pusat, Jakarta Utara, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, dan Jakarta Timur mengalami hujan sedang.
Hanya Administrasi Kepulauan Seribu yang turun hujan ringan. Namun, daerah ini mendapati rentang temperatur udara yang cukup tinggi, 26 – 28 derajat celcius.
Meninjau laporan prospek cuaca mingguan periode 23 – 29 Januari 2026 yang dikeluarkan oleh BMKG, faktor utama tingginya curah hujan di beberapa daerah termasuk DKI Jakarta adalah adanya Bibit Siklon Tropis.
Bibit Siklon Tropis 91S dan 92 P terpantau di wilayah selatan Indonesia, yang mana menandai pembentukan siklon tropis. Kondisi ini ditambah aktifnya Monsun Asia mengakibatkan pertumbuhan awan hujan yang tebal.
BMKG melaporkan dalam seminggu terakhir cuaca di Indonesia mengalami peningkatan cuaca ekstrem terutama di Sumatra Bagian Selatan, Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara.
Masyarakat perlu mewaspadai kondisi cuaca ini dengan memperhatikan juga kategori tingkat peringatan dini terkait intensitas hujan yang akan turun di beberapa tempat.
Secara umum cuaca di Indonesia mengalami hujan ringan hingga lebat, tetapi beberapa daerah perlu waspada karena ada peningkatan hujan dengan intensitas sedang-lebat termasuk DKI Jakarta.
Imbauan dari BMKG masyarakat juga perlu secara aktif mengikuti informasi prakiraan cuaca, peringatan diri, dan peringatan cuaca ekstrem melalui berbagai kanal resmi milik BMKG seperti media sosial @infobmkg.
Imbauan bagi Masyarakat Jakarta dan Sekitarnya
Bagi masyarakat Jakarta dan sekitarnya perlu waspada dengan cuaca hujan yang diperkirakan turun lebat sejak hari ini (27/1/2026) hingga seminggu ke depan.
Selalu pantau informasi terkait cuaca melalui berbagai media milik BMKG yaitu www.bmkg.go.id, aplikasi InfoBMKG, serta media sosial @infobmkg.
Jangan lupa pula untuk senantiasa membawa sejumlah barang penting saat keluar rumah untuk mengantisipasi turunnya hujan, mulai dari jas hujan, payung, hingga plastik pelindung tas.
Disarankan juga tetap menjaga kesehatan dengan mengkonsumsi makanan yang bergizi, meminum vitamin atau suplemen kesehatan, dan melakukan istirahat yang cukup agar tidak tumbang di tengah kondisi ekstrem ini.
Cara Pantau Titik Lokasi Banjir di Jakarta
Mengingat kondisi banjir yang dialami banyak tempat di Jakarta, Pemprov DKI menyediakan layanan informasi terkait lokasi banjir dapat diakses secara langsung oleh masyarakat.
Layanan informasi ini dapat dipantau melalui laman pantau.jakarta.go.id. Selain itu, ada juga sistem informasi berbasis aplikasi bernama JAKI yang membuka laporan terkait potensi genangan atau banjir di wilayah DKI.
Laporan soal banjir juga dapat disampaikan masyarakat melalui beberapa kanal lain resmi Pemprov yaitu SP4N-Lapor!, Sistem Informasi Pengaduan Whistleblowing, media sosial, atau datang langsung ke kantor pemerintah.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


