Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi kemunculan Bibit Siklon Tropis 91S di sekitar Samudra Hindia, sebelah selatan Jawa. Fenomena ini diprediksi akan memicu cuaca ekstrem berupa hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi di sejumlah wilayah Indonesia dalam beberapa hari ke depan.
Posisi Terkini dan Kekuatan Siklon
Berdasarkan analisis terbaru, Bibit Siklon Tropis 91S saat ini terpantau berada di koordinat 12.0° LS dan 107.5° BT. Siklon ini menunjukkan peningkatan intensitas dengan kecepatan angin maksimum di sekitar pusatnya mencapai 25-30 knot dan tekanan udara minimum sebesar 1000 hPa.
Ahli meteorologi BMKG menyatakan bahwa bibit ini memiliki potensi sedang hingga tinggi untuk berkembang menjadi siklon tropis (badai) dalam waktu 24 hingga 48 jam ke depan seiring dengan pergerakannya melintasi perairan yang hangat.
Prediksi Lintasan: Menjauhi Daratan, Namun Berdampak Luas
Meskipun Bibit 91S diprediksi bergerak ke arah Tenggara hingga Selatan (menjauhi wilayah daratan Indonesia), ekor dari siklon tropis ini tetap menarik massa udara lembap yang signifikan ke wilayah daratan.
"Arah geraknya cenderung menjauh menuju perairan Australia, namun karena ukurannya yang luas, wilayah pesisir selatan Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara akan merasakan dampak tidak langsung yang cukup kuat," ujar prakirawan BMKG dalam keterangan resminya.
Dampak Lokal: Hujan Lebat dan Gelombang Tinggi
Masyarakat diimbau untuk mewaspadai dampak cuaca yang dihasilkan oleh bibit siklon tropis 91S ini, antara lain:
Hujan Intensitas Sedang hingga Lebat: Berpotensi terjadi di wilayah Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, NTB, dan NTT.
Angin Kencang: Peningkatan kecepatan angin yang dapat memicu kerusakan struktur bangunan ringan atau pohon tumbang.
Gelombang Tinggi: Perairan Selatan Jawa hingga Sumba diprediksi mengalami gelombang setinggi 2.5 hingga 4.0 meter, yang berisiko bagi keselamatan pelayaran.
Durasi dan Imbauan Keselamatan
Kondisi cuaca buruk akibat Bibit Siklon 91S ini diperkirakan akan bertahan setidaknya selama tiga hingga lima hari ke depan. Masyarakat yang tinggal di daerah rawan banjir dan longsor diminta untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat terjadi hujan dengan durasi panjang.
BMKG menyarankan para nelayan dan operator jasa transportasi laut untuk menunda aktivitas jika kondisi gelombang tidak memungkinkan. Pembaruan informasi cuaca akan terus dilakukan setiap 6 jam melalui kanal resmi BMKG.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


