Indonesia merupakan wilayah yang rawan dengan bencana alam karena letak geografisnya yang berada di pertemuan empat lempeng tektonik aktif (Indo-Australia, Eurasia, Pasifik) dan berada di jalur Ring of Fire (Cincin Api Pasifik). Hal ini menyebabkan aktivitas gempa, tsunami, dan gunung berapi cukup tinggi.
Bencana alam bersifat merusak bagi kehidupan manusia, salah satunya gempa. Berdasarkan situs Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jogja, gempa bumi adalah peristiwa bumi berguncang karena adanya tumbukan antarlempeng bumi, aktivitas sesar (patahan), aktivitas gunung api, atau runtuhan bangunan.
Salah satu contoh gempa bumi yang terjadi di Indonesia, tepatnya gempa bumi di Jogja yang terjadi hari ini (27 Januari 2026) dengan kekuatan magnitudo 4,4. Gempa tersebut terjadi di 15 KM timur laut Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Gempa yang terjadi di dasar laut berpotensi menjadi bencana lain yang lebih besar yaitu tsunami. Meskipun mayoritas gempa di Indonesia terjadi karena aktivitas alam dan tidak dapat diprediksi kapan terjadinya, kita dapat meminimalisir tingkat kerugian atau kerusakannya melalui upaya mitigasi.
Lalu, apa saja mitigasi yang harus dilakukan sebelum, saat terjadi, maupun setelah gempa bumi? Dalam artikel ini akan disediakan mitigasi bencana gempa bumi. Simak selengkapnya, ya!
Mitigasi Gempa Bumi
Berdasarkan situs resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) berikut hal-hal yang dapat dilakukan sebagai upaya mitigasi bencana gempa.
Mitigasi Sebelum Gempa Bumi
- Pelajari berbagai informasi seputar gempa bumi dan ikuti simulasinya.
- Cek struktur, letak, dan ketahanan bangunan rumah apakah telah tahan terhadap gempa atau tidak. Jika tidak, segera lakukan renovasi.
- Jika Kawan tinggal atau bekerja di lantai atas gedung, pastikan telah mengetahui jalur evakuasi. Pelajari cara Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K) dan Alat Pemadam Api Ringan (APAR). Selain itu, catat nomor-nomor darurat yang bisa dihubungi.
- Atur perabotan agar menempel di dinding untuk mencegah jatuh atau roboh saat gempa terjadi. Jika ada benda yang digantung (seperti lampu), pastikan kestabilannya agar tidak mudah jatuh.
- Letakkan bahan yang mudah terbakar di tempat yang aman dari kebakaran.
- Matikan air, gas, dan listrik yang sudah tidak digunakan.
- Selain kotak P3K, sediakan benda darurat lainnya antara lain senter dan baterai, lampu darurat, radio, air, serta makanan.
Mitigasi saat Gempa Bumi Terjadi
- Jika Kawan berada di dalam ruangan dan tidak sempat menyelamatkan diri saat gempa, segera berlindung di bawah meja atau di bawah benda yang kokoh untuk melindungi kepala dan badan dari reruntuhan. Kemudian, lari keluar jika kondisi memungkinkan.
- Saat berada di luar ruangan dan terjadi gempa, segera menjauh dari gedung, tiang listrik, pohon, dan semua objek yang kemungkinan bisa roboh. Perhatikan juga tempat Kawan berdiri, segera menghindar jika terdapat rekahan.
- Jika berada di dalam kendaraan, segera turun, keluar, dan menjauh ke tempat yang aman.
- Segera menjauh dari pantai saat gempa terjadi karena bisa saja berpotensi terjadi tsunami. Jika berada di daerah pegunungan, hindari daerah yang rawan terjadi longsor akibat gempa.
Mitigasi setelah Gempa Bumi
- Jika Kawan masih berada di dalam bangunan dan gempa telah berhenti, pelan-pelan keluar dari gedung tersebut. Hindari menggunakan eskalator atau lift, gunakan tangga biasa. Segera hubungi petugas untuk meminta bantuan terutama jika terjadi luka.
- Periksa kondisi sekitar apakah terjadi kebakaran, kebocoran gas, atau arus pendek. Lakukan pemeriksaan pada aliran pipa air.
- Jangan memasuki bangunan setelah gempa karena rawan mengalami keruntuhan.
- Selalu waspada terhadap gempa susulan yang mungkin terjadi.
- Pantau informasi gempa bumi resmi dari pemerintah dan jangan panik dengan berita atau isu yang berasal dari sumber tidak jelas.
Selain upaya mitigasi di atas, penting untuk selalu update informasi terkait gempa dan bencana lainnya. Kawan dapat mengakses websiteresmi BMKG atau aplikasi BMKG yang dapat diunduh melalui Google Play dan App Store.
Sekian informasi seputar gempa bumi dan upaya mitigasinya. Stay safe!
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


