Belakangan ini, musim di Indonesia tidak dapat diprediksi. Beberapa daerah mengalami cuaca yang terik pada siang hari, namun mendadak hujan saat sore atau malam hari. Bahkan, terdapat daerah yang memiliki frekuensi hujan yang cukup intens dalam kurun waktu 24 jam. Hal tersebut perlu diwaspadai terjadinya banjir, bahkan di titik yang tidak menjadi langganan bencana ini.
Upaya yang dilakukan sebelum terjadi suatu peristiwa atau bencana disebut sebagai mitigasi. Langkah ini penting sebagai ilmu dasar bagi setiap masyarakat, terutama di Indonesia yang memiliki letak geografis rawan bencana.
Mitigasi memiliki konsep mencegah agar suatu bencana tidak terjadi (sebelum), meminimalisir kerugian atau penyelamatan diri (saat), serta rekonstruksi (setelah).
Dalam artikel ini, akan disediakan tindakan mitigasi bencana banjir yang dapat menambah informasi Kawan sekalian. Simak selengkapnya, ya!
Mitigasi atau Tindakan Sebelum Musim Hujan Datang
Berdasarkan situs Badan Nasional Penanggulangan Bencana, berikut upaya mitigasi yang bisa dilakukan sebelum datangnya musim hujan agar tidak terjadi bencana banjir bandang.
- Menguras, menutup, dan menimbun potensi sarang nyamuk. Biasanya, nyamuk akan bertelur di tempat-tempat yang memiliki genangan air, bahkan di tempat yang kecil seperti kaleng bekas makanan atau minuman. Pastikan juga tidak ada sampah atau barang-barang rumah tangga yang menumpuk.
- Membuat sumur resapan. Keberadaan sumur resapan dapat membantu menyerap air hujan untuk disimpan di dalam tanah.
- Menyiapkan penghambat air banjir, seperti karung-karung pasir.
- Membuat tanggul atau meninggikan rumah.
- Mengeruk sampah di sungai dan gorong-gorong atau selokan. Hal ini penting agar sampah tidak menutup aliran air hujan. Jika saluran air ini tersumbat, akan terjadi peningkatan volume air di satu titik dan berpotensi terjadi genangan air atau banjir.
- Mengamankan alat elektronik.
- Menyediakan bak penyimpanan air bersih.
- Menyiapkan jas hujan atau payung sebagai perlindungan diri.
Mitigasi atau Tindakan saat Banjir akan Datang
Kawan perlu siaga saat hujan turun dengan intensitas tinggi dalam waktu yang lama. Jika ada indikasi volume air naik dan menjadi banjir, berikut tindakan yang dapat Kawan lakukan.
- Segera matikan seluruh peralatan elektronik dan listrik. Hal ini bertujuan untuk mencegah korsleting.
- Amankan barang elektronik dan barang berharga, seperti perhiasan atau dokumen-dokumen penting.
- Cek kebocoran pada atap atau genteng rumah. Upaya ini dapat membantu mencegah air yang masuk ke dalam rumah semakin banyak.
- Jika memiliki sumur resapan, pastikan sumur tersebut berfungsi.
- Ikuti perintah dari pertugas berwenang. Perlu diingat, usahakan untuk tetap tenang dan jangan panik berlebihan.
Mitigasi atau Tindakan Sesudah Banjir
Selain upaya mencegah dan menghadapi banjir, perlu juga diketahui apa saja tindakan yang harus dilakukan setelah banjir surut. Hal ini penting untuk memulihkan kembali kondisi lingkungan setelah menghadapi bencana.
- Cari di sekitar rumah tempat-tempat yang menjadi sarang nyamuk dan segera berantas. Tindakan ini untuk mencegah penyakit Demam Berdarah (DB), karena penyakit ini dapat menular melalui gigitan nyamuk.
- Kawan bisa menggunakan kaporit jika sumur tercemar akibat banjir.
- Konsumsi air kemasan atau jika mendesak rebus terlebih dahulu air sebelum diminum.
- Cek keamanan listrik dan gas sebelum dipasang.
- Gunakan sepatu karet dan sarung tangan karet saat sedang membersihkan sisa-sisa banjir.
- Waspada terhadap potensi penyakit setelah banjir, seperti gatal-gatal, diare, dan lestospirosis.
Sebagai informasi, lestospirosis merupakan penyakit yang disebabkan oleh kencing tikus dan rawan terjadi saat musim banjir. Setelah terkena banjir, segera cuci tangan serta kaki dengan air mengalir dan sabun.
Gejala dari penyakit lestospirosis adalah demam, tubuh menguning, dan betis terasa sakit saat demam (gejala khas). Usahakan jangan sampai ada luka di kaki karena bakteri akan lebih mudah masuk dan menginfeksi tubuh.
Sedia Tas Siaga Bencana
Tas siaga bencana berisi barang-barang penting dan dapat mempermudah proses evakuasi saat bencana terjadi. Berikut barang-barang yang disarankan ada di dalam tas siaga bencana:
- air minum,
- surat-surat penting,
- uang,
- peluit,
- senter dan baterai,
- perlengkapan mandi,
- pakaian untuk dua sampai tiga hari,
- radio atau ponsel,
- P3K atau obat,
- masker, dan
- makanan ringan.
Sekian informasi terkait mitigasi bencana banjir dan tas siaga bencana yang bisa dipersiapkan terutama bagi Kawan yang berada di wilayah rawan. Stay safe!
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


