kisah irfan marhaban putra budaya kalteng - News | Good News From Indonesia 2026

Kisah Irfan Marhaban, Putra Budaya Kalteng: Jemput Mimpi di Tengah Keterbatasan

Kisah Irfan Marhaban, Putra Budaya Kalteng: Jemput Mimpi di Tengah Keterbatasan
images info

Kisah Irfan Marhaban, Putra Budaya Kalteng: Jemput Mimpi di Tengah Keterbatasan


Kisah-kisah inspiratif sering kali muncul dari tempat yang tidak terduga, dan satu dari sekian banyak cerita tersebut adalah perjalanan hidup Irfan Marhaban.

Seorang pemuda dari Kalimantan Tengah Irfan Marhaban menunjukkan bahwa dengan keberanian dan tekad, tidak ada impian yang terlalu jauh untuk diraih. 

Dilahirkan di Murung Raya pada 23 November 2004 sebagai anak ke-12 dari 15 bersaudara, perjalanan hidup Irfan dipenuhi dengan tantangan dan keraguan. Dalam proses mengejar impian, ia harus berhadapan dengan berbagai rintangan yang menguji ketahanan dan komitmennya. 

Menghadapi Keraguan dan Memilih Jalan

Di bangku SMK Negeri 1 Banama Tingang, Irfan kerap dihadapkan pada pertanyaan-pertanyaan mendalam mengenai masa depannya. "Setelah lulus, apa yang harus aku lakukan? Apakah melanjutkan kuliah atau mencari pekerjaan?"

Rasa bingung dan keraguan terus mengusik pikirannya. Terlahir di keluarga yang sederhana, keputusan untuk melanjutkan pendidikan tinggi bukanlah hal yang mudah baginya.

Di dalam hatinya, ada keinginan yang kuat untuk kuliah, tetapi rasa takut dan khawatir tentang biaya selalu menghantuinya. Bertanya pada diri sendiri, "Aku bisa kuliah tidak ya?" dan "Mungkinkah aku kuliah sambil bekerja?" membuat Irfan terjebak dalam lingkaran ketidakpastian.

Tekanan dari lingkungan sekitar dan harapan yang tinggi dari keluarga menambah beban pikirannya.

baca juga

Namun, di tengah keraguan itu, ia tetap menyimpan sebuah harapan: "Apa pun keadaanmu hari ini, itu tidak akan menghalangimu untuk bermimpi dan meraih kesuksesan."

Kata-kata tersebut membangkitkan semangat Irfan dan memberinya dorongan untuk mengambil langkah berani. 

Ia memutuskan untuk mendaftar di Universitas Palangkaraya, dengan Program Studi Ilmu Pemerintahan. Momen itu menjadi titik balik yang sangat berarti, karena Irfan menyadari bahwa pendidikan adalah jembatan untuk menciptakan masa depan yang lebih baik.

Setelah mendaftar, rasa cemasnya kembali muncul: “Bagaimana dengan biaya kuliah?” Namun, saat itulah ingatan akan jalur beasiswa KIP Kuliah menghampirinya.

Dengan penuh harapan, ia mengumpulkan seluruh dokumen pendaftaran dengan tekad untuk menciptakan kesempatan.

Tanggal 20 Juni 2023 menjadi salah satu hari paling bersejarah dalam hidup Irfan. Ia dinyatakan diterima sebagai mahasiswa S1 Ilmu Pemerintahan di Universitas Palangkaraya dan penerima beasiswa.

Rasa haru dan bahagia menyelimuti dirinya, seolah-olah semua usaha dan ketekunan membuahkan hasil. Momen ini memberinya kepercayaan baru yang menguatkan keyakinannya untuk belajar dan berkontribusi pada masyarakat.

Dengan beban biaya kuliah yang terangkat, Irfan merasa semangatnya berkobar. Ia menyadari bahwa beasiswa bukan hanya tentang uang, melainkan juga pengakuan terhadap perjuangan dan potensi anak bangsa yang berasal dari latar belakang ekonomi terbatas.

Kesempatan ini memberi Irfan rasa tanggung jawab untuk belajar lebih giat dan menjadi inspirasi bagi orang lain.

Menemukan Jejaring dan Inspirasi

Perjalanan Irfan sebagai mahasiswa tidak hanya berfokus pada akademis. Pada Mei 2024, ia diundang ke Jakarta untuk menghadiri Temu Mahasiswa Berprestasi KIP Kuliah se-Indonesia. Ini adalah peluang langka untuk bertemu dengan mahasiswa-mahasiswa berprestasi dari seluruh penjuru negeri, masing-masing memiliki cerita perjuangan yang berbeda.

Irfan Marhaban
info gambar

Irfan Marhaban bersama Peserta Temu Mahasiswa Berprestasi KIP Kuliah Se-Indonesia (Foto; Dok. Irfan Marhaban)


Pertemuan tersebut membuka matanya tentang kekuatan dan potensi generasi muda Indonesia. Irfan menyaksikan betapa banyaknya mahasiswa yang, meskipun berasal dari berbagai latar belakang, memiliki mimpi dan semangat yang sama untuk memberikan kontribusi kepada masyarakat.

Salah satu momen yang paling berkesan dan membanggakan adalah ketika Irfan bisa berdialog langsung dengan Presiden Joko Widodo dan Menteri Pendidikan.

Ia memahami bahwa pendidikan tidak hanya terjadi di dalam ruang kelas, tetapi juga melalui pengalaman kehidupan, interaksi sosial, dan keberanian untuk mencoba hal-hal baru. Ia menemukan bahwa setiap momen, baik sukses maupun gagal, adalah pelajaran berharga.

baca juga

Menghadapi Kegagalan dan Bangkit Kembali

Dengan keberanian, Irfan mengikuti pemilihan Putra Budaya, ajang yang menantang tidak hanya penampilan, tetapi juga pemahaman nilai, budaya, dan jati diri. Di luar ekspektasinya, pada tahun 2024, Irfan meraih gelar Juara Kategori Putra Budaya Provinsi Kalimantan Tengah – Best Catwalk.

Irfan berkesempatan berinteraksi dengan para pemimpin di Provinsi Kalimantan Tengah, termasuk gubernur dan jajarannya. Dari pengalaman ini, Irfan belajar bahwa kepemimpinan lebih dari sekadar jabatan; ia adalah tentang tanggung jawab, sikap, dan keberanian dalam mengambil keputusan. 

Kesempatan untuk berkolaborasi dengan berbagai instansi pemerintahan semakin memperkuat pemahamannya tentang bagaimana ide-ide bisa diwujudkan melalui kerja sama, serta pentingnya peran anak muda dalam pembangunan daerah.

Irfan Marhaban
info gambar

Irfan Marhaban berpartisipasi dalam pemilihan Putra Putri Pariwisata Kota Palangkaraya 2025 (Foto; Dok Irfan Marhaban)


Tentu, perjalanan Irfan tidak selalu mulus. Ketika mengikuti pemilihan Putra Pariwisata Kota Palangkaraya, ia hanya berhasil menjadi finalis. Namun, kegagalan itu tidak menggoyahkan semangatnya.

Sebaliknya, itu mengajarkan Irfan tentang penerimaan, evaluasi diri, dan penguatan mental. Ia percaya bahwa kegagalan bukanlah akhir, melainkan bagian dari proses pendewasaan yang amat berharga.

Selang waktu, Irfan diundang untuk mengikuti Pemilihan Putra Pariwisata Kabupaten Pulang Pisau. Dengan pelajaran dari pengalaman sebelumnya, ia melangkah dengan kesiapan yang lebih baik. Puji Tuhan, kali ini ia berhasil meraih Juara Runner Up 2 dan penghargaan Putra Berbakat tahun 2025. 

Setiap langkah, baik yang berhasil maupun yang gagal, telah membentuk Irfan menjadi pribadi yang lebih kuat dan sadar akan tujuan hidupnya. Apa yang dijalaninya hari ini adalah bekal untuk masa depan bekal untuk mengabdi, untuk terus belajar, dan untuk bertumbuh bukan hanya sebagai mahasiswa, tetapi sebagai manusia yang ingin memberi arti bagi lingkungan sekitarnya.

Baginya, setiap keberhasilan dan kegagalan adalah bagian dari proses pendewasaan. Semua pengalaman tersebut membentuknya menjadi pribadi yang lebih kuat, rendah hati, dan sadar akan tujuan hidup.

baca juga

Harapan untuk Masa Depan

Irfan berharap kisah hidupnya dapat menjadi sumber inspirasi bagi generasi muda yang mungkin merasa terjebak dalam keraguan. Ia meyakini bahwa setiap individu memiliki hak untuk bermimpi, terlepas dari seberapa besar tantangan yang dihadapi.

"Tak ingin siapa pun menjadi seperti saya, saya ingin anak-anak muda menjadi versi terbaik dari diri mereka sendiri," ungkap Irfan dalam pesan WhatsApp yang diterima GNFI.

Ia menekankan bahwa seseorang tidak perlu merasa minder dengan latar belakang keluarga sederhana dan tidak perlu takut untuk bermimpi besar. 

Irfan menjelaskan bahwa proses hidup tidaklah instan. Ada jalannya yang cepat dan ada yang lambat, tetapi yang paling berbahaya adalah berhenti. "Pelan tak masalah, asal terus berjalan. Jatuh tidak apa-apa; yang penting adalah bangkit kembali," tambahnya kepada GNFI.

Melalui perjalanan hidupnya, Irfan Marhaban menunjukkan bahwa keyakinan, kerja keras, dan keberanian melangkah maju adalah kunci untuk membuka pintu kesuksesan. Meskipun menghadapi berbagai liku dan tantangan, semangatnya untuk melayani dan memberikan makna bagi orang lain tetap berkobar.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

SH
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.