Indonesia kembali membawa kejuaraan di bidang bulutangkis melalui ajang Indonesia Masters 2026. Tunggal putra Indonesia, Alwi Farhan, sukses mengukir prestasinya lewat gelar BWF Super 500 di Istora Senayan, Jakarta, pada Minggu (25/01/2026).
Ia menjadi satu-satunya wakil Merah Putih yang berhasil naik ke podium tertinggi Indonesia Masters 2026. Alwi Farhan berhasil mengalahkan lawannya yang berasal dari Thailand, yaitu Panitchaphon Teeraratsakul, lewat laga final dengan skor 21-5 dan 21-6.
Kemenangan ini menjadi sebuah kebangkitan bagi sektor tunggal putra Indonesia pada turnamen bergengsi bulutangkis Internasional semenjak Jonathan Christie berhasil merebut gelar juara pada All England 2024.
Ini pertama kalinya dalam perjalanan karier Alwi Farhan memenangkan turnamen bulutangkis Super 500. Sebelumnya, Alwi Farhan telah memenangkan kejuaraan BWF Super 300 melalui Macau Open 2025.
Keberhasilan Alwi juga menjadi satu-satunya penyelamat wajah Indonesia di kandang sendiri setelah Ganda Putra Indonesia, Raymond/Nikolaus, harus mengakui keunggulan Goh Sze Fei/Nur Izzuddin di laga final.
Berkat tambahan poin dari turnamen ini, Alwi Farhan diprediksi naik empat peringkat ke posisi 14 dunia, yang awalnya berada di posisi ke-18. Atlet muda ini akan melangkahi empat pebulu tangkis dunia lainnya, yaitu Weng Hong Yang (China), Viktor Lai (Kanada), Lu Guang Zu (China), dan Toma Junior Popov (Prancis). Hal ini sebagai langkah yang bagus bagi Alwi menuju peringkat 10 dunia.
Di sisi lain, PBSI menilai regenerasi pebulu tangkis muda Indonesia semakin terlihat, terutama semakin banyak para atlet muda yang melaju hingga babak semifinal dan final.
"Jika dibandingkankan dengan Indonesia Masters tahun lalu, Indonesia juga menempatkan dua wakil di final, tetapi berasal dari pemain senior. Tahun ini, mayoritas semifinalis berasal dari pemain muda yang sebelumnya belum banyak diperhitungkan," kata Eng Hian, Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI, dikutip dari Antara, Minggu, 25 Januari 2026.
Pada tahun lalu, atlet senior, Jonathan Christie dan Chico Aura memutuskan untuk mundur dari Pelatnas PBSI. Lalu, Anthony Sinisuka Ginting mengalami cedera tulang rawan dan peradangan otot di bagian bahu kanan yang mengakibatkan ia absen di beberapa turnamen sepanjang tahun 2025.
Oleh karena itu, PBSI mendorong kepada atlet tunggal putra muda seperti Alwi, Zaki Ubaidillah, Yohanes Saut, dan atlet lainnya untuk siap menjadi titik tonggak dan sebagai penerus setelah kepergian kedua atlet seniornya.
Usai mengamankan gelar Indonesia Masters 2025, Alwi mengutarakan siap melangkah untuk bersaing di level elit dunia. Tak hanya gelar individu, pebulu tangkis muda asal Surakarta ini memiliki impian besar untuk membawa nama Indonesia di ajang multievent mendatang.
"Ke depan tentu kami mengejar turnamen level 750 dan 1000, seperti All England, Kejuaraan Dunia, Asian Games, hingga Olimpiade. Target jangka pendek sudah mulai dibidik dari sekarang agar bisa memantaskan diri tampil di Olimpiade," kata Alwi, Minggu, dilansir dari keterangan tertulis PBSI.
Perjuangan Alwi juga tidak terlepas dari berbagai pihak yang membantunya, mulai dari para pelatih PBSI, teman, psikolog, hingga para supporter-nya.
Alwi merasa sangat bersyukur atas kemenangan yang ia raih dan berterima kasih atas semangat yang sangat luar biasa dari para supporter di Istora Senayan.
Dukungan yang ia terima selama pertandingan meningkatkan ambisi dan tenanganya untuk meraih kejuaraan. Pencapaian ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi Alwi Farhan dan para atlet lainnya dalam menghadapi turnamen BWF World Tour berikutnya.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


