Selama ini, ketika kita berbicara tentang pesona wisata di Nusa Tenggara Barat (NTB), ingatan kita mungkin akan langsung tertuju pada kemegahan Sirkuit Mandalika yang mendunia atau eksotisme Gili Trawangan yang tak pernah sepi pengunjung.
Namun, tahukah Kawan bahwa di balik gegap gempita destinasi populer tersebut, NTB sebenarnya masih menyimpan "harta karun" yang tersembunyi jauh dari jangkauan keramaian?
Bagi kawan yang merindukan petualangan autentik dan ingin merasakan sensasi menyatu dengan alam yang masih murni, menyusuri sudut-sudut tak terjamah di Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa adalah jawaban yang tepat. Mari kita sejenak melangkah lebih jauh dari jalur utama wisata untuk menemukan kembali permata-permata yang menunggu untuk kawan temukan.
Menikmati Keheningan di Pantai Pink Lambu, Bima
Jika kawan mengira pantai berpasir merah muda hanya bisa ditemukan di Taman Nasional Komodo, maka kawan perlu menyiapkan waktu untuk berkunjung ke Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima. Pantai Pink Lambu adalah salah satu bukti betapa luasnya keajaiban alam di ujung timur Pulau Sumbawa ini. Di sini, kawan akan disambut oleh perpaduan warna pasir merah muda yang lembut dengan jernihnya air laut yang berwarna biru toska.
Akses menuju pantai ini memang masih menantang dan memerlukan perjalanan yang cukup panjang, namun justru di situlah letak daya tariknya kawan. Karena lokasinya yang tersembunyi, kawan bisa merasakan sensasi memiliki pantai pribadi.
Keheningan yang hanya ditemani oleh suara desiran ombak dan angin laut menjadikannya tempat terbaik untuk melarikan diri sejenak dari hiruk-pikuk rutinitas perkotaan yang melelahkan.
Jejak Bangsawan di Air Terjun Mata Jitu, Pulau Moyo
Bergeser ke utara Sumbawa, terdapat sebuah pulau yang menyimpan keajaiban yang pernah memikat hati mendiang Lady Diana, yaitu Pulau Moyo. Di tengah rimbunnya hutan hijau yang asri, tersembunyi sebuah mahakarya alam bernama Air Terjun Mata Jitu. Penduduk setempat sering menyebutnya sebagai "Queen Waterfall", dan sebutan itu bukanlah tanpa alasan kawan.
Air terjun ini memiliki struktur undakan batu alami yang terbentuk selama ribuan tahun, menciptakan kolam-kolam bertingkat dengan air berwarna hijau zamrud yang tenang. Keindahan Mata Jitu bukan hanya soal visual yang memanjakan mata, kawan.
Suasana sejuk, udara yang bersih, dan kicauan burung hutan di sekitar lokasi akan membuat kawan merasa benar-benar berada di dunia yang berbeda. Ini adalah bukti nyata betapa berharganya kekayaan alam Indonesia yang harus kita jaga bersama agar tetap lestari.
Pesona Savana Doro Ncanga: Afrika di Tanah Sumbawa
Bagi kawan pecinta fotografi dan petualangan darat, Savana Doro Ncanga di kaki Gunung Tambora adalah destinasi yang wajib masuk dalam daftar perjalanan kawan selanjutnya. Hamparan padang rumput yang sangat luas dengan latar belakang gunung bersejarah ini memberikan nuansa seolah kawan sedang berada di tengah-tengah sabana di Afrika.
Salah satu keunikan yang bisa kawan temukan di sini adalah ribuan ternak seperti kuda, sapi, dan kerbau yang dilepasliarkan oleh warga setempat. Mereka hidup bebas di hamparan rumput yang hijau saat musim hujan, atau berubah menjadi padang kuning keemasan saat musim kemarau tiba.
Saat matahari mulai terbenam, langit di Doro Ncanga akan berubah menjadi kanvas jingga yang sangat megah, menciptakan momen magis yang akan selalu membekas di hati kawan yang menyaksikannya.
Menjaga Warisan untuk Masa Depan
Kehadiran destinasi-destinasi tersembunyi ini mengingatkan kita semua bahwa potensi pariwisata Indonesia, khususnya di wilayah NTB, sangatlah luas dan beragam. Kita tidak hanya bicara soal pantai, tetapi juga tentang hutan, air terjun, hingga sabana yang kaya akan nilai sejarah dan budaya.
Namun kawan, sebagai penjelajah yang bijak, tugas kita bukan hanya sekadar datang dan menikmati keindahannya saja. Menjaga kebersihan, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, serta menghormati adat istiadat warga lokal adalah kunci utama agar surga-surga kecil ini tetap terjaga keasliannya. Dengan menjadi wisatawan yang bertanggung jawab, kawan turut berkontribusi memastikan bahwa keindahan ini masih bisa dinikmati oleh generasi mendatang.
Jadi Kawan, sudah siapkah kawan mengemas tas, mengenakan sepatu petualang, dan memulai perjalanan baru untuk menemukan permata tersembunyi di bumi Nusa Tenggara Barat?
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News



