Fenomena judi online (Judol) kini semakin dekat dengan kehidupan remaja generasi muda, Akses internet yang mudah, penggunaan handphone tanpa pengawasan, serta iming-iming kemenangan dengan keuntungan instan membuat judol ini perlahan dianggap wajar. Di balik tampilannya yang sederhana, judi online menyimpan risiko besar yang dapat memengaruhi masa depan generasi muda.
Melihat keresahan masyarakat terhadap maraknya judi online di kalangan remaja, Kondisi itu juga dirasakan oleh Kelompok Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Desa Pancasila, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan, Universitas Lampung (Unila) menginisiasi program "Sosialisasi Bahaya Judi Online yang Sedang Marak di Kalangan Remaja." Sosialisasi ini menjadi bagian dari upaya pengabdian mahasiswa dalam merespons persoalan sosial yang berkembang.
Sosialisasi dimulai di Gedung Serba Guna (GSG) SMA Negeri 2 Natar, pada 19 Januari 2025, diikuti oleh para siswa dengan antusias Selama acara berlangsung, para siswa aktif menyimak materi, mengajukan pertanyaan, serta berdiskusi mengenai dampak judi online terhadap kehidupan mereka. Suasana yang seru menjadi tanda bahwa isu ini memang dekat dengan aktivitas remaja saat ini.

Siswa SMAN 2 Natar Antusias mendengarkan Sosisalisasi Bahayu Judi Online Mahasiswa KKN Pancasila | Foto : Divisi KKN Desa Pancasila
Koordinator Desa KKN Desa Pancasila, Muhammad Taufiqurrahman, menjelaskan bahwa program ini disusun berdasarkan hasil survei yang dilakukan selama mahasiswa KKN menetap di desa tersebut. Hasilnya menunjukkan bahwa sebagian remaja telah terpapar judi online, baik secara langsung maupun tidak langsung melalui lingkungan pertemanan dan media digital.
“Berdasarkan survei yang kami lakukan, banyak remaja di Desa Pancasila sudah terpapar judi online. Hal ini menimbulkan keresahan di tengah masyarakat karena berpotensi merusak masa depan generasi muda,” ujar Taufiq.
Judi online bukan sekadar persoalan kehilangan uang. Bagi generasi muda, dampaknya jauh lebih kompleks. Ketergantungan dapat memicu gangguan psikologis seperti kecemasan, stres, hingga perilaku berlebihan.
Dari sisi akademik, fokus belajar menurun dan prestasi terancam. Dalam jangka panjang, relasi sosial pun dapat terganggu karena munculnya perilaku menutup diri, konflik keluarga, hingga tindakan menyimpang demi memenuhi dorongan berjudi.
Data Kementerian Komunikasi dan Informatika menunjukkan bahwa praktik judi online terus mengalami peningkatan, terkhusus di kalangan usia muda. Remaja menjadi kelompok rentan karena masih berada dalam tahap pencarian jati diri dan mudah terpengaruh oleh janji manis keuntungan cepat tanpa mempertimbangkan risiko. Inilah yang membuat edukasi sejak dini menjadi sangat penting.
Melalui sosialisasi ini, mahasiswa KKN Desa Pancasila berupaya menanamkan pemahaman bahwa judi online bukan solusi dari masalah ekonomi maupun hiburan semata. memahami dampak hukumnya, serta menyadari konsekuensi jangka panjang yang dapat merusak masa depan mereka.
Kawan GNFI tentu sepakat bahwa remaja dengan tujuan hidup yang jelas akan lebih mampu menolak godaan aktivitas berisiko.
Dukungan juga datang dari pihak sekolah. Dewan Guru SMA Negeri 2 Natar menyambut baik pelaksanaan sosialisasi ini berharap besar terhadap pelaksanaan sosialisasi ini agar generasi muda dapat berhenti dan menjauh dari judi online yang berpotensi merusak masa depan
“Melalui sosialisasi bahaya judi online ini, para siswa diharapkan memiliki kesadaran yang lebih kuat untuk menjaga masa depan mereka. Bagi yang pernah terlibat judi online, semoga bisa berhenti, sementara yang belum pernah mencoba diharapkan tidak tergoda sama sekali,” tutup Taufiq.
Upaya yang dilakukan mahasiswa KKN Desa Pancasila menunjukkan bahwa peran generasi muda tidak hanya sebagai pengguna teknologi, tetapi juga sebagai agen perubahan sosial. Dengan pendekatan edukatif dan dialogis, sosialisasi ini menjadi langkah awal dalam menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan aman bagi remaja.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


