Tak biasa, tetapi hasilnya luar biasa. Itulah kata-kata yang tepat untuk menggambarkan aksi Saptoyogo Purnomo di ASEAN Para Games 2025.
Saptoyogo Purnomo adalah sprinter Indonesia yang menyumbang medali emas dari cabang olahraga (cabor) atletik ASEAN Para Games 2025. Ia tampil di nomor 400 meter T37 putra dan berhasil keluar sebagai yang terbaik.
Di Stadion His Majesty the King's 80th Birthday Anniversary, Nakhon Ratchasima, Thailand, pada Kamis (22/1/2026), Saptoyogo menunjukkan aksinya. Hasilnya, ia mencatatkan waktu 56,79 detik.
Dengan catatan waktu tersebut, tak ada yang bisa menandingi Saptoyogo. Wakil Thailand, Taprom Apisit, yang menempati posisi kedua hanya mencatatkan waktu 58,37 detik. Sementara itu, Le Van Manh yang berada di urutan ketiga memiliki waktu 1 menit 3,05 detik. Medali emas pun jatuh ke tangan Saptoyogo dan diboyongnya pulang ke Indonesia.
Sekilas, aksi Saptoyogo di ASEAN Para Games 2025 terlihat biasa saja. Namun, apabila dicermati, ada hal menarik: pelari asal Banyumas itu bertanding di kategori yang tak biasa baginya.
Saptoyogo dan Aksinya yang Tak Biasa di ASEAN Para Games 2025
Ya, Saptoyogo memang tak biasa bertanding di nomor 400 meter. Lazimnya, ia turun di jarak yang lebih pendek, yakni 100 dan 200 meter.
Meski turun di kategori yang tak biasa, hasilnya justru luar biasa. Bahkan, ia sendiri tak menyangka mampu meraih medali emas di nomor 400 meter putra. Meski demikian, ia bersyukur dengan pencapaian yang diraihnya.
"Emas ini sangat mengejutkan ya, karena ini bukan spesialis saya. Spesialis saya di nomor 100 dan 200 meter," ujarnya dalam keterangan tertulis Kemenpora RI.
Bertanding di nomor 400 meter putra, Saptoyogo sebetulnya tidak begitu dibebani ekspektasi. Bahkan, ia tidak diberi target untuk meraih medali emas.
"Ini di nomor 400 meter benar-benar kejutan sekali, bukan target. Kalau target memang di nomor 100 dan 200 meter. Jadi, ini emas kedua saya," tuturnya.
Selama ini, publik memang mengenal Saptoyogo sebagai pelari spesialis jarak 100 dan 200 meter. Saat bertanding di jarak itu pula, ia mampu mempersembahkan deretan prestasi membanggakan untuk negeri ini.
Lewat atletik nomor 100 dan 200 meter, nama Saptoyogo tidak hanya termasyhur di level Asia Tenggara, melainkan dunia. Di Paralimpiade saja, ia pernah mempersembahkan medali perunggu nomor 100 meter putra, tepatnya pada Paralimpiade Tokyo 2020.
Di kejuaraan dunia, koleksi medali Saptoyogo lebih mantap lagi. Empat perunggu—dua dari nomor 100 meter dan dua dari nomor 200 meter—menjadi miliknya. Ada pula satu perak dari nomor 100 meter.
Di ASEAN Para Games sendiri, Saptoyogo juga selalu mendapat emas dari jarak 100 dan 200 meter. Hanya pada 2017 saja ia juga meraih perak dari nomor lompat jauh.
Dengan pencapaiannya, Saptoyogo mempersembahkan medali emasnya untuk seluruh rakyat Indonesia yang telah mendukung dirinya dan seluruh kontingen Merah Putih yang berjuang di ASEAN Para Games 2025.
"Saya persembahkan emas ini untuk bangsa Indonesia dan seluruh masyarakat yang mendukung, dan terutama keluarga saya," tutur Saptoyogo.
"Semoga teman-teman yang masih berjuang tetap semangat, jangan lupa tetap berdoa, dan jangan gampang menyerah," pungkasnya.


