Masih dalam suasana memperingati peristiwa Isra Mikraj, yuk, Kawan GNFI, kita bertadabbur untuk memahami hikmah peristiwa tersebut. Pada Surah An-Nisa ayat 82, Allah SWT memerintahkan hamba-Nya melakukan tadabbur.
Taddabur merupakan perenungan mendalam ayat-ayat Al-Qur'an dan alam semesta beserta isinya. Kita dapat memahami hikmah dan implikasinya dalam kehidupan sehari-hari untuk diamalkan sehingga kita memperoleh hidayah dan kedekatan dengan Allah SWT (qurancordoba.com, 2024). Di tulisan ini mari kita bertadabbur tentang berbagai makhluk ciptaan-Nya yang mempunyai keistimewaan kecepatan dalam bergerak.
Hewan-Hewan dengan Kecepatan Gerak Luar Biasa
Kawan-kawan GNFI tentunya sudah sering mendengar hewan-hewan yang bergerak dengan kecepatan istimewa. Terdapat tiga dimensi utama ruang gerak yaitu daratan, samudra dan angkasa (Woworoentue, 1992).
Berikut ini tiga makhluk ciptaan-Nya dengan kecepatan istimewa yang secara nyata ada di bumi berdasarkan ruang geraknya.
1. Citah (Acinonyx jubatus)
Citah dikenal sebagai hewantercepat di daratan kerana saat berlari bisa mencapai kecepatan puncak sekitar 90–100 km/jam. Dia mempunyai ukuran tubuh yang optimal sehingga menghasilkan kecepatan maksimum, sesuai prinsip dynamic similarity dan alometri kecepatan lari (Labonte et al., 2024).
Secara biomekanik, citah bertulang belakang sangat fleksibel, tungkai panjang dengan otot berdaya kontraksi tinggi, struktur kaki depan memiliki stabilitas dan penyerapan gaya saat berlari cepat (Hudson et al., 2011; Wilson et al., 2018).
Analisis kinematika markerless 3D menunjukkan citah menghasilkan langkah panjang, frekuensi langkah tinggi, dan gaya dorong besar dalam waktu singkat (da Silva et al., 2024). Kombinasi adaptasi yang unik dan efisien antara ukuran tubuh, struktur anatomi, dan mekanisme biomekanika menyebabkan citah dapat secara luar biasa berlari cepat.
2. Alap-Alap Kawah (Falco peregrinus) Si Tercepat di Angkasa
Burung tercepat di angkasa ini dapat mencapai kecepatan lebih dari 300 km/jam ketika menukik dari ketinggian. Hal tersebut dikarenakan adanya struktur rangka lengan dan gelang bahu yang ringan tetapi kuat menyebabkan sayap dapat menahan beban mekanik ekstrem pada kecepatan tinggi (Schmitz et al., 2018).
Bentuk sayap mencengkung saat menukik membantu mengurangi hambatan udara dan menjaga kestabilan aliran udara (Ponitz et al., 2014), sementara kemampuan mengubah bentuk sayap (wing morphing) menjadikan dia dapat mengendalikan arah dan melakukan manuver keluar secara aman dari kecepatan ekstrem (Selim et al., 2021).
Adanya adaptasi anatomi, aerodinamika, dan kontrol terbang yang sangat efisien dibutuhkan saat terbang cepat terutama saat melakukan manuver menukik (stoop) membuktikan keistimewaan alap-alap kawah saat terbang.

3. Ikan Layar (Istiophorus platypterus)
Ikan layar terkenal sebagai hewan tercepat di samudra yang memiliki kemampuan berenang sekitar 100–110 km/jam. Sirip punggungnya berbentuk seperti layar yang dapat dilipat waktu berenang cepat, sementara rostrumnya panjang dan kuat membantu stabilitas serta efisiensi gerak saat akselerasi dan berburu mangsa (Habegger et al., 2020).
Ototnya mendukung menghasilkan dorongan besar pada waktu singkat sehingga ikan layar dapat mencapai kecepatan maksimal (Ocean Conservancy, 2021). Adaptasi morfologis dan fisiologis terintegrasi ini menunjukkan hasil evolusi kecepatan ekstrem pada lingkungan perairan (Stoehr et al., 2018).
Ikan layar dengan berbagai kelebihannya, membuat tubuh rampingnya sangat hidrodinamis untuk meminimalkan hambatan air sehingga menjadikan dia dapat melaju sangat cepat di lautan.
Buraq, makhluk berkecepatan kilat dalam peristiwa Isra Mikraj
Isra Mikraj adalah peristiwa saat Nabi Muhammad SAW melakukan perjalanan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, selanjutnya menembus langit hingga Sidratul Muntaha dalam satu malam untuk menerima perintah sholat lima waktu langsung dari Allah SWT.
Dalam perjalanan itu, Rasulullah SAW menunggang Buraq, makhluk berwarna putih, berukuran lebih besar dari keledai dan lebih kecil dari bagal, berkecepatan seperti kilat (Daaruttauhiid.org; Tirto.id). Kecepatan kilat sangat cepat, sekitar 299.792.458 meter per detik atau kira-kira 300.000 kilometer per detik.
Kecepatan itu setara mengelilingi Bumi tujuh kali hanya dalam satu detik. Hal tersebut terjadi karena kilat tidak membutuhkan medium untuk bergerak (astropedia.indonesia). Peristiwa Isra Mikraj dan Buraq adalah hal gaib di luar logika manusia tetapi wajib kita imani sebagai umat muslim.
Allah telah menciptakan makhluk-makhluk dengan kecepatan luar biasa. Kecepatan makhluk nyata, seperti citah, alap-alap kawah, dan ikan layar merupakan tanda kebesaran Allah SWA dalam keterbatasan hukum alam.
Sementara kecepatan makhluk gaib Buraq melambangkan kecepatan transendental yang sepenuhnya kehendak Allah, melampaui ruang dan waktu. Hikmah tadabbur ini mengajarkan kita bahwa mengagumi keajaiban ciptaan-Nya dapat meneguhkan iman kepada Allah SWT. Semoga kawan-kawan GNFI dapat merasakan hikmah tersebut.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


