Indonesia merupakan negara dengan beragam kekayaan, salah satunya memiliki berbagai etnis yang mendiami di dalamnya. Dalam waktu dekat, tepatnya pada bulan Februari akan ada perayaan besar bagi etnis Tionghoa yang memiliki kepercayaan Konghucu yaitu Imlek.
Berdasarkan penelitian Zaqiatul Istiqomah (2023), hari pertama sampai dengan hari ke-15 Tahun Baru Imlek memiliki penyebutan “Pekan Imlek”. Dalam penanggalan Tionghoa, Imlek dimulai pada hari pertama bulan pertama dalam penanggalan tersebut dan diakhiri dengan Cap Go Meh pada tanggal ke-15.
Perayaan Imlek identik dengan berbagai tradisi, seperti dekorasi serba berwarna merah, berbagi angpao, dan makan bersama keluarga besar. Selain tradisi, terdapat beberapa pantangan yang tidak boleh dilakukan selama Pekan Imlek. Berbagai pantangan atau tabu selama perayaan Imlek antara lain dalam aspek makanan, minuman, kegiatan, dan hadiah.
Dalam artikel ini, akan disediakan berbagai pantangan yang tidak boleh dilaksanakan saat memperingati Imlek. Simak selengkapnya, ya!
Pantangan Makanan dan Minuman yang Tidak Boleh Dilewatkan saat Imlek
Terdapat beberapa makanan dan minuman yang tidak boleh dilewatkan saat merayakan Imlek. Makanan yang harus disajikan saat Imlek yaitu daging babi, jeruk, pir, apel, mi panjang umur, serta samseng atau tiga binatang kurban.
Menurut kepercayaan orang Tionghoa, babi merupakan hewan yang memiliki peruntungan baik bagi para penikmatnya. Dalam bahasa Tionghoa, kata 猪zhū berarti hewan babi dan memiliki makna ramah. Maksudnya, ramah terhadap peruntungan-peruntungan yang akan didapat oleh penikmatnya.
Buah jeruk, pir, dan apel digunakan untuk persembahan di kuburan para leluhur. Dalam Bahasa Mandari, nama dari ketiga buah tersebut disingkat akan menjadi 举例平安jǔlì píng'ānyang artinya memberikan contoh kedamaian dan kemakmuran.
Mi Panjang umur memiliki filosofi bahwa bentuk mi yang panjang menyiratkan panjangnya umur manusia. Oleh karena itu, saat mengambil dan mengonsumsi mie tersebut pantang untuk memotongnya karena dipercaya akan memendekkan umur.
Di meja sembahyangan tidak boleh disajikan mi karena meja tersebut diperuntukkan untuk arwah leluhur. Selain panjang umur, juga dimaknai sebagai panjangnya rezeki, karir, dan kesuksesan.
Samseng atau tiga hewan kurban yang mewakili hewan dari darat, laut, dan udara. Binatang yang berasal dari darat diwakili oleh babi, dari laut diwakili oleh ikan, dan dari udara diwakili oleh ayam.
Hal ini sebagai bentuk rasa Syukur kepada alam semesta atas semua pangan yang telah diberikan pada tahun sebelumnya. Selain itu, memiliki makna harapan agar selalu diberikan kesempatan oleh Tuhan untuk menjadi manusia yang ramah dan diberikan reseki yang melimpah.
Sebagai informasi tambahan, ikan tidak menjadi hidangan wajib saat Imlek. Namun, jika dihidangkan terdapat pantangan saat memakannya. Mereka dilarang membalik ikan walaupun daging di sisi atas sudah habis.
Caranya, dengan mengangkat tulang ikan tersebut dan lanjut mengonsumsinya. Apabila ikan tersebut dibalik, dipercaya bagi yang memiliki kapal, kemungkinan kapal tersebut akan terbalik.
Selain makanan, terdapat minuman yang tidak boleh dilewatkan saat malam Tahun Baru Imlek yaitu kopi, teh, dan arak. Selain dikonsumsi, minuman ini biasanya disiramkan ke tanah untuk memberi minum para leluhur.
Pantangan Kegiatan yang Tidak Boleh Dilakukan saat Imlek
Kegiatan yang tidak boleh dilakukan saat Imlek antara lain memecahkan benda, menyapu rumah, memotong rambut dan kuku, dan begadang.
Jika ada yang secara sengaja ataupun tidak sengaja memecahkan barang pecah belah, hal ini dipercaya menjadi pertanda buruk. Para etnis Tionghoa memiliki persepsi saat ada benda yang pecah saat Pekan Imlek, dalam waktu dekat akan ada sanak saudara yang akan berpisah.
Setiap tanggal satu bulan satu kalender Tionghoa, tidak diperkenankan untuk menyapu rumah. Pantangan ini dipercaya seperti menyapu atau membuang rezeki. Selain itu, tidak diperbolehkan untuk memotong rambut dan kuku karena dipercaya dapat memotong rezeki.
Bahkan, pada zaman konfusius masyarakat di Tiongkok memiliki kebiasaan memelihara kuku sampai memanjang dan akan dipotong pada waktu tertentu.
Pada malam Tahun Baru Imlek tidak diperkenankan untuk begadang karena di tengah malam harus melaksanakan sembahyang untuk menyambut tahun baru Imlek. Begadang pada saat itu ditafsirkan kurang baik karena bernuansa panas, sedangkan untuk menyambut Imlek diharapkan dengan hati yang tenang dan dingin sehingga lebih mudah mencapai kemakmuran.
Pantangan Hadiah yang Tidak Boleh Diberikan saat Imlek
Hadiah atau benda yang menjadi pantangan saat perayaan Imlek seperti jam tangan, sapu tangan, hadiah berwarna putih, dan hadiah dalam jumlah empat serta kelipatannya. Masyarakat etnis Tionghoa pantang untuk memberikan jam tangan sebagai hadiah karena memiliki tafsir sama seperti melayat orang meninggal. Selain itu, dipercaya akan menganggap waktu untuk meraih kesuksesan telah habis.
Selain jam tangan, benda lain yang tidak diperbolehkan menjadi hadiah saat imlek adalah sapu tangan. Hal ini diartikan sebagai lambang perpisahan, maksudnya rezeki penerima dan pemberi akan semakin menjauh.
Hadiah juga pantang berwarna putih karena menandakan kesedihan atau kematian. Saat memberi hadiah Imlek, perlu juga menghindari hadiah dalam jumlah empat atau kelipatannya. Hal tersebut ditafsirkan sebagai matinya atau terputusnya rezeki.
Sekian artikel terkait pantangan-pantangan apa saja yang wajib dihindari oleh umat Konghucu di hari pertama dan selama pekan perayaan Imlek. Semoga bermanfaat!
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


