tradisi mandi tujuh sumur di vihara gayatri saat imlek - News | Good News From Indonesia 2026

Tradisi Mandi Tujuh Sumur di Vihara Gayatri saat Perayaan Imlek

Tradisi Mandi Tujuh Sumur di Vihara Gayatri saat Perayaan Imlek
images info

Tradisi Mandi Tujuh Sumur di Vihara Gayatri saat Perayaan Imlek


Tradisi yang ada di Indonesia merupakan warisan turun temurun dari para pendahulu. Beberapa tradisi masih dilaksanakan karena dianggap memiliki nilai-nilai yang relevan dengan kondisi saat ini. Selain itu, terdapat kepercayaan yang menganggap bahwa melalui serangkaian aktivitas tersebut dapat memberikan manfaat baik bagi pelaksananya.

Biasanya, tradisi dilaksanakan bertepatan dengan hari atau tanggal besar bagi suatu daerah atau kelompok masyarakat. Salah satunya yaitu tradisi pada perayaan Imlek. Masyarakat Tionghoa di Indonesia mekakukan berbagai tradisi pada Hari Imlek, seperti yang dilakukan oleh masyarakat Tionghoa di Jakarta.

Mereka mempunyai tradisi pada setiap perayaan Imlek yaitu mandi bersama di sumur tujuh beringin yang dilakukan di Vihara Gayatri. Vihara tersebut berlokasi di Kelurahan Cilangkap, Kecamatan Tapos, Kota Depok.

Sejarah Singkat Vihara Gayatri

Berdasarkan penelitian Herjanto dan Goeyardi (2025), Vihara Gayatri memiliki tujuh sumur dan telah berdiri sejak tahun 1982.

Munculnya tujuh sumur di vihara ini berawal dari mimpi berulang yang dialami oleh pemiliknya, Linawati. Dalam mimpi tersebut, ia mendapatkan petunjuk untuk menggali tujuh sumur di area vihara.

Setelah dilakukan penggalian tersebut, muncul mata air yang mengalir hingga saat ini. Air tersebut dipercaya memiliki khasiat dan keberkahan. Ketujuh sumur tersebut memiliki nama yang berbeda yaitu:

  • sumur Sri Ningsih,
  • sumur Sri Waras,
  • sumur Sri Pontjo Warno,
  • sumur Dewi Sri Mulyasari,
  • sumur Sri Rezeki,
  • sumur Sri Kunarataih Kumadjaya, dan
  • sumur Sri Lungguh.

Setiap sumur di Vihara Gayatri memiliki manfaat khusus sesuai dengan namanya. Sumur Sri Ningsih dipercaya dapat memberikan penerangan lahir maupun batin, sedangkan sumur Sri Waras berkaitan dengan harapan atas kesehatan dan keselamatan.

Sumur Sri Pontjo Warno dipercaya mampu menolak malapetaka, sementara sumur Dewi Sri Mulyasari dimanfaatkan untuk pengobatan.

Sesuai namanya, sumur Sri Rezeki dipercaya dapat melancarkan usaha dan rezeki, sumur Sri Kunaratih Kumadjaya dapat mempermudah menemukan jodoh, serta sumur Sri Lungguh diyakini dapat meningkatkan kedudukan dan derajat.

baca juga

Aktivitas mandi sumur tujuh telah rutin dilakukan oleh umat yang melakukan ibadah di Vihara Gayatri. Semakin lama, aktivitas tersebut dikenal oleh masyarakat luas.

Para keturunan Tionghoa di Indonesia yang mencari ritual penyucian sebelum perayaan Imlek akhirnya datang ke vihara tersebut untuk mandi. Tujuannya untuk penyucian diri dan menjadi tradisi masyarakat Tionghoa saat Imlek.

Prosesi Tradisi Mandi Tujuh Sumur

Bagi para jamaah yang ingin melakukan tradisi mandi di tujuh sumur tersebut harus disertai dengan niat, hati, dan pikiran yang tulus. Proses ritual diawali dengan menyiramkan air dari sumur pertama sampai sumur ketujuh secara berurutan. Air suci diambil dan setiap siraman mempunyai simbol serta doa berdasarkan makna dari setiap sumur.

Hal tersebut memiliki tujuan sebagai penyucian diri dari energi negatif dan persiapan spiritual untuk kesejahteraan di tahun baru Imlek. Setelah melewati tujuh sumur tersebut, para jamaah dibebaskan memilih satu sumur sebagai bilasan terakhir.

Pemilihan sumur tersebut berdasarkan keyakinan terhadap manfaat yang dipercayai, serta sebagai simbol atas penyempurnaan ritual, doa, dan harapan yang diinginkan.

baca juga

Tradisi mandi bersama di sumur tujuh beringin kurung yang dilakukan di Vihara Gayatri tidak hanya mengandung nilai spiritual. Lebih dari itu, tradisi tersebut menjadi sebuah simbol yang berkembang hingga saat ini melalui komunikasi dan interaksi antar jamaah. Ritual mandi sumur tujuh ini juga mempertahankan identitas budaya masyarakat Tionghoa di Indonesia.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Alifia Ayu Fitriana lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Alifia Ayu Fitriana.

AA
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.