mengenal durian merah banyuwangi yang kini dilindungi negara sebagai indikasi geografis - News | Good News From Indonesia 2026

Mengenal Durian Merah Banyuwangi yang Kini Dilindungi Negara sebagai Indikasi Geografis

Mengenal Durian Merah Banyuwangi yang Kini Dilindungi Negara sebagai Indikasi Geografis
images info

Mengenal Durian Merah Banyuwangi yang Kini Dilindungi Negara sebagai Indikasi Geografis


Durian merah merupakan salah satu jenis durian yang memiliki keunikan utama pada warna daging buahnya yang merah. Di antara berbagai varietas durian yang dikenal luas di Indonesia, durian merah menjadi perhatian karena hanya tumbuh dan berkembang secara alami di wilayah tertentu. 

Sentra utama durian merah berada di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, khususnya di Desa Kamiren dan sejumlah kecamatan sekitarnya. Keunikan tersebut menjadikan durian merah Banyuwangi sebagai komoditas hortikultura unggulan yang menarik minat pencinta durian dari dalam maupun luar daerah.

Durian merah dikenal juga dengan sebutan Duren Abang dan memiliki nama latin Durio graveolens. Ciri paling menonjol dari buah ini adalah warna daging buahnya yang merah, berbeda dengan durian pada umumnya yang berwarna kuning atau putih. Selain itu, biji durian merah cenderung lebih kecil sehingga porsi daging buahnya lebih tebal. 

Rasa buah ini relatif lebih manis dengan kadar alkohol yang lebih rendah, namun memiliki aroma yang lebih kuat. Ukuran buahnya tergolong sedang hingga sedikit lebih kecil dibandingkan durian lain, dengan warna kulit yang tidak jauh berbeda dari durian pada umumnya.

Secara ekologis, durian merah tumbuh di wilayah tropis pada ketinggian sekitar 800 meter di atas permukaan laut. Pola berbuahnya tidak menentu dan hanya terjadi sekali dalam setahun. Karakter ini membuat durian merah tergolong langka dan memiliki nilai ekonomi yang tinggi. 

Keberadaannya sangat bergantung pada kondisi alam Banyuwangi, mulai dari tanah, iklim, hingga ketinggian wilayah, serta praktik budidaya yang diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat setempat.

Pelestarian Durian Merah Banyuwangi

Upaya pengembangan durian merah Banyuwangi mulai dilakukan secara serius sejak tahun 2007. Dikutip dari laman Yuk Banguwangi, Ketua Pusat Penelitian dan Pengembangan Durian Merah Banyuwangi, Eko Mulyanto, menjelaskan bahwa pada awal pengembangan hanya terdapat tiga pohon yang produktif. 

Namun, pada tahun 2014 jumlahnya meningkat menjadi sekitar 200 pohon yang dapat dipanen setiap tahun. Seiring perkembangannya, tercatat terdapat 62 varian asli Banyuwangi yang berhasil dikembangkan dan tersebar di lima kecamatan.

Dari puluhan varian tersebut, baru 32 jenis yang telah diumumkan ke publik, dengan 25 jenis yang sudah layak dikonsumsi. Sisanya masih dalam tahap pengembangan karena daging buahnya tergolong tipis. 

Dari keseluruhan varian yang ada, terdapat 11 jenis yang dinilai memenuhi standar untuk kategori internasional. Untuk menjaga identitas durian merah sebagai ikon daerah, setiap pengiriman bibit ke luar Banyuwangi dilakukan dengan pencatatan resmi di hadapan notaris.

Durian merah Banyuwangi dikelompokkan berdasarkan warna daging buahnya menjadi durian merah blocking, durian merah pelangi, dan durian grafika. Perbedaan ini juga dapat dikenali dari karakter daun dan pohonnya. 

Selain itu, durian merah memiliki variasi bentuk buah bulat hingga lonjong, warna kulit kuning kehijauan, jumlah juring antara empat hingga tujuh, serta ketebalan daging berkisar 4,2 hingga 18,5 milimeter dengan porsi daging mencapai 41,7 persen dari total buah.

baca juga

Ditetapkan sebagai Indikasi Geografis

Direktorat Merek dan Indikasi Geografis Kementerian Hukum menetapkan durian merah Banyuwangi sebagai produk Indikasi Geografis. Sertifikat ini menjadi yang pertama di Indonesia untuk komoditas durian merah dan diterbitkan setelah melalui proses pengajuan sejak tahun 2023. 

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyampaikan bahwa pengakuan ini menjadi kebanggaan daerah dan diharapkan dapat meningkatkan promosi, produktivitas petani, serta kunjungan wisata, terutama ke Kecamatan Songgon sebagai sentra durian merah.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi, Ilham Juanda, menjelaskan bahwa durian merah Banyuwangi memiliki aroma kuat, rasa manis-pahit yang seimbang, tekstur lembut, serta kandungan gizi seperti antioksidan dan vitamin C dengan kadar lemak yang relatif rendah. 

Saat ini, durian merah Banyuwangi berasal dari enam varietas unggul nasional, yakni balqis, SOJ, gandrung, sayu wiwit, tawangalun, dan madu Blambangan, yang ditanam di beberapa kecamatan di Banyuwangi.

Secara keseluruhan, luas panen durian di Banyuwangi mencapai 3.262 hektare dengan produksi sekitar 27.890 ton per tahun. 

Penyerahan sertifikat Indikasi Geografis kepada Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis Durian Merah Banyuwangi diharapkan memperkuat perlindungan hukum, menjaga kualitas, serta memastikan keberlanjutan durian merah sebagai komoditas khas Banyuwangi yang memiliki nilai strategis bagi daerah dan nasional.

baca juga

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Firdarainy Nuril Izzah lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Firdarainy Nuril Izzah.

FN
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.