Pada 20 Januari 2026, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat Indonesia untuk waspada terhadap peningkatan curah hujan yang terjadi di sebagian wilayah di Indonesia.
Hasil analisis dinamika atmosfer yang dilakukan oleh BMKG menunjukan potensi banjir yang terdapat di sebagian daerah di Indonesia sepanjang akhir Januari 2026.
Daerah-daerah yang dimaksud yaitu Bengkulu, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, NTB, dan NTT.
Melihat potensi banjir tersebut, BMKG meminta masyarakat Indonesia untuk terus waspada dan sigap dalam menghadapi banjir.
Namun, bagaimana cara yang paling tepat untuk menghadapi banjir dan mengurangi dampak dari banjir? Berikut langkah-langkah untuk sigap hadapi banjir yang dapat Kawan GNFI lakukan!
Cara Sigap Hadapi Banjir
Pantau Selalu Potensi Banjir di Daerah Tempat Tinggal
Ketika curah hujan mulai naik, Kawan GNFI dapat terus memantau informasi mengenai potensi banjir di daerah tempat Kawan GNFI tinggal.
Informasi tersebut dapat diakses melalui situs resmi BMKG, portal berita langganan, serta media sosial.
Amankan Dokumen dan Barang Berharga
Jika daerah tempat tinggal berpotensi banjir, segera amankan dokumen-dokumen yang penting, seperti Kartu Keluarga, akta kelahiran, ijazah, surat tanah, STNK, serta buku rekening. Kamu juga perlu menyimpan barang berharga lainnya, seperti alat komunikasi, buku-buku berharga, dan elektronik penting di tempat yang tinggi atau kedap air.
Periksa Saluran Listrik
Banjir yang melanda beresiko merusak saluran listrik dan bahkan dapat membahayakan keselamatan diri sendiri dan orang lain. Maka dari itu, segera matikan saluran listrik ketika debit air mulai naik dan memasuki rumah.
Siapkan Perlengkapan untuk Menghadapi Banjir
Ketika banjir mulai melanda, segera siapkan perlengkapan penting yang bisa dibawa ke tempat pengungsian, seperti makanan, obat-obatan, pakaian, uang tunai, identitas diri seperti KTP, dan lain-lain.
Ikuti Arahan Petugas Evakuasi
Jika situasi semakin memburuk, biasanya pemerintah daerah akan mengirimkan petugas yang membantu proses evakuasi. Ikuti arahan yang diberikan oleh petugas agar proses evakuasi berjalan dengan baik.
Utamakan Keselamatan Kawan yang Rentan
Pada saat menghadapi bencana seperti banjir, orang-orang cenderung panik dan hanya memikirkan keselamatan dirinya sendiri. Namun, kita harus terus mengutamakan keselamatan kelompok yang rentan, seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, serta disabilitas. Bantu mereka untuk dibawa ke tempat evakuasi terdekat, ya!
Cara Mengatasi Banjir
Selain cara menghadapi banjir, kita juga perlu paham langkah-langkah mitigasinya agar tidak terjadi lagi. Selengkapnya, berikut cara mengatasi banjir menurut BMKG:
Lestarikan Kawasan Hijau
Mencegah lebih baik daripada memperbaiki. Cara terbaik untuk menghadapi banjir adalah mencegah terjadinya banjir itu sendiri.
Melestarikan kawasan hijau di sekitar tempat tinggal merupakan salah satu cara untuk mencegah terjadinya banjir.
Buang Sampah pada Tempatnya
Penumpukan sampah yang berlebih merupakan salah satu penyebab terjadinya banjir. Maka dari itu, Kawan GNFI dapat mencegah terjadinya banjir dengan mulai mengolah sampah dengan baik dan benar.
Jangan membuang sampah sembarangan, terutama di aliran air seperti sungai, sumur, dan saluran air lainnya. Kawan GNFI juga dapat mengajak teman-teman dan masyarakat di lingkungan sekitar untuk membuang sampah pada tempatnya.
Membuat Sumur Resapan
Jika tempat Kawan GNFI tinggal merupakan kawasan yang berpotensi mengalami banjir, membuat sumur resapan di rumah merupakan cara yang bisa dilakukan untuk menghadapi datangnya banjir. Sumur resapan dapat menyerap debit air yang naik ketika curah hujan mulai naik.
Maka dari itu, membuat sumur resapan merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan untuk sigap dalam menghadapi banjir.
Ketika daerah tempat Kawan GNFI tinggal berpotensi mengalami banjir, jangan langsung panik. Kawan GNFI dapat mengikuti cara-cara untuk sigap menghadapi banjir yang telah dipaparkan di atas. Cara-cara tersebut dapat berlaku setiap kali banjir mulai melanda.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


