tunas muda menanam harapan di hutan puspo pasuruan - News | Good News From Indonesia 2026

Tunas-Tunas Muda Menanam Harapan dan Merawat Persaudaraan di Hutan Puspo Pasuruan

Tunas-Tunas Muda Menanam Harapan dan Merawat Persaudaraan di Hutan Puspo Pasuruan
images info

Tunas-Tunas Muda Menanam Harapan dan Merawat Persaudaraan di Hutan Puspo Pasuruan


Kawan, ada pemandangan yang berbeda di kawasan hutan lindung Puspo, Pasuruan, pada akhir pekan kemarin. Tepatnya pada Minggu, 11 Januari 2026. Ratusan anak muda dari anggota pramuka Saka Wanabakti Kabupaten Pasuruan dan Paguyuban Pangeran Putri Lingkungan Hidup dari komunitas Tunas Hijau berkumpul dengan membawa semangat dan harapan.

Mereka datang dari berbagai penjuru Jawa Timur, mulai dari Pasuruan, Malang, Mojokerto, Kediri, hingga Surabaya. Tunas-tunas muda yang memiliki kepedulian berkumpul untuk melakukan aksi nyata menjaga bumi dengan menanam pohon dan mempertahankan kawasan hijau di hutan lindung Puspo, Pasuruan, dalam rangkaian gelaran Kemah Bakti Penanaman Hutan IV (KBPH IV).

Menanam Pohon, Menanam Harapan

Setiap pohon yang ditanam adalah sebuah harapan. Harapan akan kehidupan yang lestari. Karena pohon yang tumbuh menghasilkan oksigen yang dibutuhkan kehidupan. Akar pohon mampu menjaga erosi tanah, menjadi benteng alami dari longsor, serta menjaga cadangan air tanah lebih efektif.

Maka menanam pohon adalah menanam harapan untuk masa depan yang lebih baik. Lewat tunas-tunas muda dari Saka Wanabakti Pasuruan dan Pangeran Putri Lingkungan Hidup harapan itu tidak sekedar ditanam, tetapi mewujud dalam aksi nyata kepedulian mereka terhadap alam.

Aksi tersebut juga bertepatan dengan peringatan Hari Gerakan Satu Juta Pohon yang diperingati setiap tanggal 10 Januari. Gerakan tersebut mengingatkan kita akan pentingnya menjaga dan menanam pohon dalam kehidupan yang secara nasional sudah dicanangkan sejak tahun 1993 di era pemerintahan Presiden Soeharto.

Hingga saat ini, semangat dari gerakan tersebut masih sangat relevan, bahkan semakin relevan dengan banyaknya bencana akibat penebangan hutan sembarangan yang diperparah dengan perubahan iklim dan pemanasan global yang kian akseleratif.

Menanam Hasil Pembibitan Mandiri

Sebelum aksi penanaman pohon dilakukan, acara diawali dengan seremoni pembukaan. Semua peserta berkumpul di lapangan dengan semangat yang sama untuk menghijaukan bumi. Acara dibuka oleh Kak Yudha Triwidya Sasongko, Ketua Harian Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Pasuruan, sekaligus merupakan Sekda Kabupaten Pasuruan. Dalam sambutannya, Beliau bangga dan mengucapkan terimakasih kepada semua peserta KBPH.

Beliau juga mengapresiasi apa yang telah dilakukan Tunas Hijau dan Pangeran Putri Lingkungan Hidup, yang sudah datang dari Surabaya dan membawa bibit tanaman hasil budidaya secara mandiri. Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan serah terima secara simbolis bibit tanaman yang akan ditanam, yaitu bidara, asem, trembesi, dan kaliandra, dari perwakilan Pangeran Putri Lingkungan Hidup kepada Kak Yudha.

Simbolis Penyerahan Bibit Tanaman dari Paguyuban Pangeran Putri Lingkungan Hidup kepada Ketua Harian Kwarcab Pasuruan, Kak Yudha I Foto: Dokumentasi Pribadi
info gambar

Simbolis Penyerahan Bibit Tanaman dari Paguyuban Pangeran Putri Lingkungan Hidup kepada Ketua Harian Kwarcab Pasuruan, Kak Yudha I Foto: Dokumentasi Pribadi


baca juga

Hal yang istimewa dalam kegiatan ini adalah dari 465 bibit tanaman yang ditanam, 300 diantaranya adalah hasil pembibitan dan budidaya mandiri yang dilakukan oleh Pangeran dan Putri Lingkungan Hidup 2025 yaitu Naziya Putri Syafira yang membawa sekitar 200 bibit tanaman bidara, Mikhaela Adeva Abbialya menyumbang 100 pohon asem hasil pembibitannya, serta Princess Zelda Ilmiah dan Sanggrama Rasio yang membawa puluhan tanaman trembesi dan kaliandra.

Pemilihan tanaman-tanaman tersebut sangat tepat jika dikaitkan dengan fungsi ekologis bagi ekosistem Hutan Puspo. Bidara dan Asem memiliki akar tunggang yang kuat dan efektif untuk mencegah erosi serta menjaga struktur tanah. Trembesi yang dijuluki pohon hujan, karena kemampuannya menyerap dan menahan air tanah yang kuat sehingga sering meneteskan air dari tajuknya. Selain itu Trembesi juga salah satu pohon penyerap karbon yang tinggi.

Pohon Kaliandra dikenal mampu memperbaiki kualitas tanah, karena akarnya dapat mengikat nitrogen. Princess Zelda Ilmiah menuturkan bahwa menanam pohon hasil pembibitan sendiri di kawasan hutan adalah hal baru bagi mereka. Ada rasa senang dan bangga, saat menanam dan memastikan akar-akar muda tanaman tersebut mendapatkan rumah barunya di kawasan hutan lindung Puspo.

Mendaki Bukit, Menghadapi Medan yang Curam

Lokasi menanam berada di dalam kawasan Petak 40D Hutan Lindung Puspo. Untuk menuju ke lokasi peserta harus menempuh jalan di kawasan hutan yang menantang. Satu persatu peserta membawa bibit tanaman dan peralatan menanam yang diperlukan.

Mereka dipandu oleh kakak-kakak pembina dari Saka Wanabakti Pasuruan berjalan menyusuri tengah hutan, naik turun di celah yang sempit, sehingga harus jalan satu persatu. Mereka harus berhati-hati, karena medannya curam dan di sisi jalan sudah ada jurang. Hujan yang terjadi di hari sebelumnya membuat jalan becek dan licin.

Para peserta juga harus berhati-hati saat melewati jembatan dari bambu, menaiki maupun turun dari bukit. Namun di balik itu, tersaji kesejukan dan keindahan lereng Gunung Bromo di kawasan hutan Puspo. Tidak sedikit peserta yang berhenti untuk berfoto bersama.

Aksi Menanam di Kawasan Hutan Lindung Puspo, Pasuruan I Foto: Dokumentasi Pribadi
info gambar

Aksi Menanam di Kawasan Hutan Lindung Puspo, Pasuruan I Foto: Dokumentasi Pribadi


Berbekal sekop kecil, dan kaos tangan, dengan semangat mereka menggali tanah dan memasukkan bibit tanaman. Mereka memindah bibit-bibit tanaman itu dengan hati-hati, dijaga dan didoakan agar tumbuh dengan kuat di rumah barunya. Sekalipun tangan, sepatu, dan celana kotor, mereka tersenyum karena telah berhasil melewati medan yang curam, dan menanam tanaman yang mereka bawa.

baca juga

Terimakasih tunas-tunas muda Saka Wanabakti dan Paguyuban Pangeran Putri Lingkungan Hidup yang telah menanam harapan. Salam Bumi Pasti Lestari.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

DE
KG
BF
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.