Brod Mira Galeb adalah kapal perdamaian milik Yugoslavia yang pernah menyambangi beberapa negara pada era 1950-an hingga 1980-an. Kapal ini sering kali menjadi kendaraan yang digunakan oleh presiden Yugoslavia kala itu, Josip Broz Tito ketika melakukan kunjungan kenegaraan ke beberapa negara.
Tahukah Kawan, ternyata Indonesia pernah menjadi salah satu negara yang menjadi tempat bersandar kapal Brod Mira Galeb kala itu. Kapal ini pernah bersandar di Pelabuhan Tanjung Priok pada akhir 1958 silam.
Waktu itu, kapal Brod Mira Galeb membawa rombongan Josip Broz Tito, ibu negara Jovanka Broz, serta beberapa petinggi negara Yugosla dalam kunjungan kenegaraan resmi ke Indonesia. Kedatangan Tito ke Indonesia sendiri merupakan undangan langsung dari Ir. Soekarno yang menjadi presiden pada waktu itu.
Bagaimana kisah dibalik kapal yang pernah tiga kali berganti nama di masa lalu tersebut? Simak ulasannya dalam artikel berikut ini.
Mengenal Brod Mira Galeb
Riwayat dari kapal Brod Mira Galep dimulai pada awal abad ke-20 silam. Dinukil dari laman Spomenik Database, kapal ini pertama kali dibangun di Genoa, Italia pada 1938 silam.
Kapal ini dibangun di galangan Ansaldo oleh Royal Banana Monopoly dan diberi nama RAMB III. Nama ini diberikan karena ada empat kapal lainnya yang juga dibangun di galangan tersebut pada waktu yang sama.
RAMB III digunakan sebagai kapal pengangkut pisang pada waktu itu. Dengan spesifikasi yang dia miliki, kapal RAMB III mampu mengangkat ribuan ton pisang per tahunnya dari Afrika ke Italia.
Memasuki periode 1940-an, kapal ini diambil alih oleh Jerman dan diberi nama baru, Kiebitz. Kapal ini kemudian digunakan untuk meletakkan ranjau saat masa perang, sebelum terkena serangan dari pesawat Sekutu pada 1944.
Kapal ini tenggelam di dasar Pelabuhan Rijeka, sebelum berhasil diangkat kembali ke permukaan empat tahun kemudian.
Kapal Diplomasi Josip Broz Tito
Setelah berhasil diangkat, kapal Kiebitz kemudian dibangun ulang di galangan Uljanik. Kapal ini kemudian direnovasi sepenuhnya untuk keperluan Angkatan Laut Yugoslavia.
Kapal ini kemudian digunakan oleh Angkatan Laut Yugoslavia dan digunakan untuk pelatihan bagi para pelaut muda. Nama kapal ini kemudian berganti menjadi Galeb, yang dalam bahasa Serbo-Croatian berarti burung camar.
Pada 1952, presiden Yugoslavia Josip Broz Tito pertama kali menginjakkan kakinya di kapal Brod Mira Galeb ini di Podroga. Sejak saat itu, Tito jatuh hati pada Galeb dan menjadikannya sebagai kapal eksklusifnya untuk melakukan pelayaran ke berbagai dunia.
Pelayaran pertama Tito dengan Brod Mira Galeb terjadi pada Maret 1953 ketika dirinya melakukan kunjungan ke Inggris. Kapal yang terus menemani Tito hingga akhir hayatnya ini turut mengantarkan presiden Yugoslavia tersebut ke hampir 20 negara di Eropa, Asia, dan Afrika.
Pernah Bersandar di Indonesia pada 1958
Seperti yang sudah dijelaskan pada bagian sebelumnya, kapal perdamaian Yugoslavia ini pernah bersandar ke Indonesia pada 1958 silam. Disitat dari artikel "Beratus2 dan Puluhan Ribu Rakjat Sambut Pres. Tito" dalam surat kabar Nasional edisi 24 Desember 1958, kedatangan rombongan dari Yugoslavia ini tiba di Pelabuhan Tanjung Priok pada Selasa, 23 Desember 1958.
Pada waktu itu, kedatangan kapal Brod Mira Galeb disambut dengan dentuman meriam sebagai bentuk penghormatan dari Angkatan Laut Indonesia.
Masih dari laman Spomenik Database, perjalanan Tito bersama Brod Mira Galeb ke Indonesia menjadi salah satu pelayaran terjauh yang pernah dilakukannya. Perjalanan yang melewati Terusan Suez tersebut membutuhkan waktu 23 pelayaran secara terus menerus untuk mencapai Indonesia pada waktu itu.
Bahkan Tito diketahui hampir menghabiskan waktu satu tahun lamanya di atas Brod Mira Galeb dalam kunjungannya pada waktu itu.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


