digitalisasi terbukti dongkrak kemampuan literasi dan numerasi siswa sekolah aplikasi sekolah enuma adalah senjatanya - News | Good News From Indonesia 2026

Digitalisasi Terbukti Dongkrak Kemampuan Literasi dan Numerasi Siswa Sekolah, Aplikasi Sekolah Enuma adalah “Senjatanya”

Digitalisasi Terbukti Dongkrak Kemampuan Literasi dan Numerasi Siswa Sekolah, Aplikasi Sekolah Enuma adalah “Senjatanya”
images info

Digitalisasi Terbukti Dongkrak Kemampuan Literasi dan Numerasi Siswa Sekolah, Aplikasi Sekolah Enuma adalah “Senjatanya”


Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, dunia pendidikan kini tidak lepas dari digitalisasi. Kerap dianggap sebagai respons atas pandemi yang melanda dunia beberapa tahun silam, adopsi pembelajaran digital sebenarnya bermakna lebih dari itu, yakni bagian dari upaya pemerataan akses dan peningkatan mutu pendidikan.

Pemerintah Indonesia sendiri punya arah kebijakan yang dirancang untuk mendorong pemerataan kualitas pendidikan berbasis teknologi. Sementara itu, pihak swasta yang berkecimpung di dunia pendidikan pun tak ketinggalan ikut mendukung digitalisasi. Enuma misalnya, penyedia teknologi dan mitra pendidikan Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah dalam penguatan literasi dan numerasi itu turut berkontribusi dalam menyediakan aplikasi yang membantu anak-anak untuk belajar.

Upaya yang dilakukan Enuma tidak sia-sia karena aplikasinya terbukti telah mendongkrak kemampuan siswa sekolah. Sebagaimana diketahui, Enuma merupakan perusahaan teknologi edukasi (edtech) global yang menciptakan aplikasi pembelajaran digital inovatif untuk anak usia dini (4-9 tahun), terutama untuk membangun kemampuan membaca atau literasi serta matematika atau numerasi.

Terdapat dua jenis aplikasi Enuma yang tersedia. Jenis pertama bernama Sekolah Enuma yang berisi 3 mata pelajaran dan diimplementasikan di sekolah dengan fitur Learning Management System atau LMS. Kemudian jenis kedua yakni Sekolah Enuma: Bahasa Indonesia yang disebarluaskan melalui program Mitra Partisipasi Semesta bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dan dapat digunakan secara gratis.

Keberhasilan Enuma meningkatkan kemampuan siswa diketahui dari hasil studi uji coba mengenai dampak aplikasi Sekolah Enuma terhadap capaian literasi dan numerasi siswa. Studi yang dilakukan kali ini merupakan bagian dari Program Inclusive Business Solution (IBS) KOICA yang bertujuan memperluas akses dan kualitas pembelajaran digital di berbagai daerah di Indonesia.

Dalam studi yang dilakukan selama sebulan itu, metode campuran (kuantitatif dan kualitatif) digunakan untuk melihat situasi sebelum dan sesudah uji coba APD. Sampel sendiri terdiri atas 400 siswa dan 20 partisipan wawancara di lima kabupaten/kota yang mewakili tiga wilayah utama di Indonesia bagian Barat, Tengah dan Timur, yaitu Kabupaten Subang, Kabupaten Pesisir Selatan, Kabupaten Kutai Timur, Kota Sorong, dan Kota Mataram. Hasilnya, aplikasi pembelajaran digital (APD) Enuma ternyata mampu meningkatkan pemahaman siswa pada Bahasa Indonesia sebesar 0,43 poin dan Matematika sebesar 2,23 poin menggunakan metode Difference-in-differences (DiD).

Dengan Sekolah Enuma, peningkatan kemampuan siswa terjadi pada 13 dari 16 kompetensi dalam bidang studi Bahasa Indonesia, dan seluruh kompetensi dalam Matematika. Selain temuan kuantitatif, manfaat penggunaan APD Sekolah Enuma juga ditemukan pada temuan kualitatif yang menyatakan Sekolah Enuma mudah digunakan, mendukung pembelajaran konvensional, menarik dan kompetitif, serta meningkatkan motivasi belajar dan kompetensi siswa.

Tak hanya membuktikan keberhasilan Enuma, hasil studi ini juga menyajikan sudut pandang baru dengan menampilkan data yang dapat menjadi acuan bagi pemerintah dalam mengoptimalkan program peningkatan literasi dan numerasi secara jangka pendek dan menengah dengan strategi replikasi yang efektif dan efisien.

"Kami berupaya untuk terus memantau dan melakukan studi secara kontinu terhadap dampak penggunaan aplikasi Sekolah Enuma. Hasil tersebut kami gunakan sebagai dasar rekomendasi berbasis data untuk meningkatkan efektivitas aplikasi kami. Kami yakin bahwa pendidikan literasi dan numerasi merupakan pondasi penting yang membantu siswa mengembangkan kemampuan belajar di jenjang berikutnya," kata Direktur Enuma Indonesia, Juli Adrian.

Memaksimalkan Aplikasi Digital untuk Belajar, Mengapa Tidak?

Hasil studi yang ada sudah tentu disambut gembira. Sebab, keberhasilan dalam membantu proses belajar siswa melalui aplikasi digital menunjukkan bahwa Enuma mampu mendukung misi negeri ini yang menginginkan digitalisasi demi hadirnya anak bangsa yang mampu bersaing di dunia internasional.

Untuk membentuk anak bangsa seperti demikian, dibutuhkan proses belajar yang dilakukan sejak dini dan disesuaikan dengan usianya. Selaras dengan itu, aplikasi Sekolah Enuma dapat digunakan oleh anak usia 4-9 tahun. Materinya pun selaras dengan Kurikulum Nasional hingga Kelas 2 Sekolah Dasar (SD).

Guna memastikan anak bisa menikmati setiap proses belajar dengan menyenangkan, Sekolah Enuma memfasilitasi anak-anak Indonesia dalam mempelajari Bahasa Indonesia, Matematika, dan Bahasa Inggris dengan kemasan yang menarik. Terdapat ribuan aktivitas belajar, serta buku dan video edukatif yang bisa diakses.

Belajar dengan menyenangkan menggunakan Sekolah Enuma juga tidak melulu membutuhkan koneksi internet yang stabil dan berkecepatan tinggi. Aplikasi ini dapat digunakan secara mandiri oleh anak dan dapat dijalankan secara offline. Dengan demikian, semua anak di berbagai wilayah Indonesia dapat memanfaatkannya meski mereka tinggal di area dengan jaringan internet terbatas.

Salah satu daerah yang pernah merasakan bergunanya Sekolah Enuma adalah Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatra Barat. Kepala Dinas Pendidikan Pesisir Selatan, Salim Muhaimin, menilai Sekolah Enuma telah membantu menggerakan digitalisasi pendidikan di wilayahnya,

"Di Pesisir Selatan, kami telah mengimplementasikan digitalisasi, tetapi belum terpadu. Setiap guru dapat menggunakan aplikasi yang berbeda. Sekarang, dengan adanya Enuma, potret dan perkembangannya jadi bisa kebaca. Saat ini, digitalisasi sudah menjadi kebutuhan primer," ujarnya.

Tidak sekadar bisa diakses semua anak di manapun mereka berada, Enuma memegang prinsip bahwa semua anak berhak mendapatkan pengalaman belajar berkualitas tinggi. Tidak ada satu cara yang cocok untuk semua anak, dan bahwa pembelajar yang terlibat aktif adalah pembelajar yang berhasil. Oleh karena itulah, Sekolah Enuma mengedepankan pengalaman belajar berbasis individu yang diawali dengan tes penempatan di awal. Saat proses belajar berlangsung, ada pula penilaian di setiap Unit dan Jenjang, serta Unit Pengulasan untuk menyesuaikan dengan kebutuhan belajar setiap anak.

 

 

 

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Aulli Atmam lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Aulli Atmam.

AA
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.