Danau Ayamaru ini letaknya di Semenanjung Doberai, Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya. Kalau Kawan berangkat dari Kota Sorong, jaraknya sekitar 170 kilometer ke arah selatan. Berada di ketinggian 280 sehingga 385 mdpl, danau ini menempati wilayah Plato Ayamaru yang didominasi batuan karst atau kapur. Keunggulan utamanya ada pada kejernihan airnya yang menyerupai kristal, saking jernihnya Kawan bisa melihat sampai ke dasar danau dengan sangat jelas.
Bentang alam seluas 980 hektare ini punya sifat hidrologi yang unik karena mengalami pasang surut musiman. Saat musim hujan, air meluap memenuhi kawah gamping sampai kedalaman enam meter, tapi waktu kemarau datang, airnya menyusut drastis sehingga hanya menyisakan kolam-kolam dangkal. Kondisi ini membuat Danau Ayamaru menjadi rangkaian tiga danau kaskade yang saling bersambung, yaitu Danau Jow, Semitu, dan Yate.
Kawasan ini juga menjadi rumah bagi ikan pelangi irian endemik yang langka. Selain itu, Danau Ayamaru jadi tempat singgah penting bagi burung migran asal Australia setiap musim kering tiba. Hal ini menjadikan Danau Ayamaru sebagai ekosistem vital bagi biodiversitas Papua yang perlu kita jaga bersama. Suasana di sekitar sini sangat asri dengan perbukitan kapur yang memagari sejauh mata memandang.
Sekilas Mengenai Danau Ayamaru
Nama Ayamaru sendiri diambil dari bahasa lokal, yaitu "aya" yang berarti air dan "maru" yang bermakna danau. Secara geologis, danau ini terbentuk akibat pengangkatan daratan Papua melalui proses Orogenesa Melanesia pada zaman Miosen awal. Meski berada di kawasan purba, rangkaian danau ini diperkirakan baru terbentuk sempurna sekitar 10.000 tahun lalu.
Sekarang, Ayamaru memegang peran penting sebagai ibu kota Kabupaten Maybrat sekaligus pusat budaya bagi suku-suku lokal. Masyarakat setempat menganggap danau ini sakral sehingga kelestarian lingkungannya sangat terjaga melalui nilai-nilai spiritual tradisional. Bagi warga, danau ini bukan sekadar genangan air, melainkan urat nadi kehidupan dan identitas budaya yang sangat dihormati.
Daya Tarik Utama Danau Ayamaru
Singgah di Danau Ayamaru memberikan kesempatan bagi Kawan GNFI untuk merasakan pengalaman alam yang sangat otentik dan tenang.
Aktivitas yang paling digemari di sini adalah berenang atau sekadar mengamati ekosistem bawah airnya yang sangat jernih. Kawan bisa melihat ikan pelangi berenang bebas dengan latar belakang perbukitan karst yang hijau. Selain airnya yang segar, panorama matahari terbit di antara puncak-puncak kapur memberikan peluang fotografi yang sangat natural tanpa perlu banyak polesan.
Kalau Kawan datang saat musim kering, Kawan bisa mengamati kawanan burung migran asal Australia yang mencari makan di tepian danau. Jalur trekking di sekitar bukit kapur juga menawarkan keragaman flora semi-akuatik yang muncul secara periodik. Jika punya waktu lebih, menginap di homestay milik warga lokal memberikan kesempatan berharga untuk merasakan kehidupan harian masyarakat yang bersahaja. Keunikan lainnya adalah tipe danau paternoster yang alirannya bersambung menyerupai untaian tasbih dengan elevasi yang menurun secara bertahap.
Akses Menuju Danau Ayamaru
Untuk mencapai Danau Ayamaru, Kawan perlu menempuh perjalanan darat dari Kota Sorong yang memakan waktu sekitar 7 jam. Jalurnya cukup menantang karena berliku dengan tanjakan dan turunan terjal di beberapa titik. Penggunaan kendaraan penggerak empat roda (4WD) sangat disarankan supaya perjalanan Kawan lebih stabil dan aman. Meskipun perjalanannya cukup panjang, sepanjang jalan Kawan akan disuguhi pemandangan hutan Papua yang masih sangat alami dan rimbun.
Jam Operasional dan Harga Tiket
Kawasan Danau Ayamaru terbuka selama 24 jam karena lokasinya merupakan area pemukiman warga sekaligus pusat administrasi kabupaten. Sebenarnya tidak ada tiket masuk resmi yang dipatok kaku untuk menikmati keindahan danau ini. Namun, Kawan disarankan untuk melapor atau setidaknya menyapa tokoh masyarakat setempat sebelum mulai menjelajah kawasan lebih jauh.
Biaya yang perlu disiapkan biasanya hanya untuk keperluan penginapan, transportasi lokal, atau jasa pemandu kalau Kawan berniat masuk ke gua-gua karst di sekitar danau. Sikap ramah dan menghargai adat setempat tetap jadi kunci utama kenyamanan selama berkunjung ke sini.
Ayo Berkunjung ke Danau Ayamaru!
Melihat langsung fenomena karst di jantung Semenanjung Doberai adalah pengalaman yang sepadan dengan panjangnya perjalanan. Danau Ayamaru menawarkan ketenangan yang jauh dari kebisingan kota serta kesempatan langka untuk mengenal fauna endemik Papua secara dekat. Mari agendakan kunjungan Kawan dan rasakan sendiri kesegaran air di rangkaian danau yang unik ini.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


