mahasiswa kknt unesa desa warugunung ubah limbah biomassa menjadi insinerator rocket stove alat pembakar sampah minim asap dukung energi bersih dan sehat - News | Good News From Indonesia 2025

Mahasiswa KKNT Unesa Desa Warugunung Ubah Limbah Biomassa jadi Insinerator (Rocket Stove)

Mahasiswa KKNT Unesa Desa Warugunung Ubah Limbah Biomassa jadi Insinerator (Rocket Stove)
images info

Mahasiswa KKNT Unesa Desa Warugunung Ubah Limbah Biomassa jadi Insinerator (Rocket Stove)


Alat pembakar sampah minim asap yang ramah lingkungan dan hemat energi berhasil diimplementasikan oleh sekelompok mahasiswa melalui Program Pengabdian Masyarakat (KKN).

Inovasi ini memberikan cara yang layak untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil, menurunkan polusi udara dalam ruangan, dan memanfaatkan limbah biomassa lokal.

Rocket Stove atau alar pembakar sampah minim asap yang dibuat memiliki desain yang sangat fleksibel. Selain kayu, Rocket Stove ini dapat beroperasi dengan bahan bakar cair alternatif seperti biodiesel dan minyak goreng bekas.

Hal ini konsisten dengan penelitian oleh Sonbaifeto dkk. (2024), yang menunjukkan bahwa Rocket Stove yang beroperasi menurut prinsip serupa dapat berfungsi paling baik dengan berbagai bahan bakar, dengan minyak goreng bekas terbukti paling efisien hanya pada 0,03 ml/detik.

baca juga

“Kami mendesainnya agar mudah diadopsi. Prinsipnya adalah menggunakan apa yang paling tersedia dan terjangkau di lingkungan setempat, baik itu kayu, limbah pertanian, atau bahkan minyak goreng bekas,” jelas salah seorang anggota tim KKN.

Proses Pembangunan Rocket Stove KKNT Unesa Warugunung

Pembakaran Lebih Bersih, Kesehatan Lebih Terjaga

Efisiensi pembakaran yang sangat baik dari kompor roket adalah salah satu manfaat utamanya. Dengan memastikan pembakaran yang lebih menyeluruh, desain cerobong asap secara signifikan mengurangi asap dan emisi berbahaya seperti karbon monoksida (CO). Ini menawarkan solusi praktis untuk masalah kesehatan yang sering dihadapi wanita di dapur.

Menurut sebuah studi Huboyo (2015) yang diterbitkan dalam Journal of Environmental Science, rumah tangga pedesaan yang menggunakan kayu bakar tradisional sangat rentan terhadap polusi udara dalam ruangan, yang dapat menyebabkan penyakit pernapasan dan iritasi mata.

Rocket Stove Alat pembakar sampah minim asap ini telah terbukti mengurangi paparan polutan berbahaya ini karena konstruksinya yang lebih tertutup dan pembakaran yang ideal.

baca juga

Penelitian oleh Nayan dkk. (2022), yang menemukan bahwa efisiensi termal rocket stove biomassa dapat mencapai 42% jauh lebih tinggi daripada rocket stove konvensional memastikan efisiensi rocket stove ini.

Hal tersebut mengurangi asap sekaligus menggunakan lebih sedikit bahan bakar untuk menghasilkan jumlah panas yang sama.

Dokumentasi pembangunan Rocket Stove

Memberdayakan Limbah, dari Sampah jadi Sumber Energi

Tim KKN mendorong penggunaan biomassa padat dan limbah kayu selain bahan bakar cair. Formulasi bahan bakar yang terdiri dari 50% pelet kayu dan 50% kayu sengon telah terbukti menghasilkan hasil terbaik, termasuk nyala api yang tahan lama (19,1 menit) dan tinggi nyala api yang ideal (35 cm).

Serbuk gergaji, ranting kering, dan sekam padi hanyalah beberapa contoh kemungkinan limbah biomassa yang ditemukan di banyak daerah. Anggota tim lainnya mencatat, "Semua ini dapat dimanfaatkan langsung sebagai bahan bakar yang efektif dalam pembakar roket atau diolah menjadi pelet."

Diterima Masyarakat, Diharapkan Berkelanjutan

Program ini mendapat sambutan positif dari warga. Banyak yang mengaku terbantu dengan api yang lebih cepat panas, asap yang jauh berkurang, dan penghematan bahan bakar.

Tim KKN menyediakan peralatan beserta instruksi perawatan dan buku panduan dasar untuk menjamin keuntungan jangka panjang.

Untuk menjamin penggunaan teknologi yang berkelanjutan dan bahkan kemajuan lebih lanjut, mereka juga berkolaborasi dengan organisasi pemuda dan pemerintah kota.

baca juga

Proyek sederhana ini menunjukkan bagaimana pengetahuan lokal dan pendekatan berbasis sains dapat memberikan dampak signifikan dengan memberdayakan masyarakat.

Dengan demikian, menjadi lebih mandiri dalam hal energi dan mengubah masalah seperti sampah dan polusi menjadi solusi seperti energi bersih dan sehat.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

MA
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.