bersanding di peta bertaut saat duka saat malaysia berupaya untuk menguatkan sumatra - News | Good News From Indonesia 2025

Bersanding di Peta, Bertaut Saat Duka: Saat Malaysia Berupaya untuk Menguatkan Sumatra

Bersanding di Peta, Bertaut Saat Duka: Saat Malaysia Berupaya untuk Menguatkan Sumatra
images info

Bersanding di Peta, Bertaut Saat Duka: Saat Malaysia Berupaya untuk Menguatkan Sumatra


Menurut Kawan GNFI, apa peribahasa yang tepat untuk menggambarkan hubungan Indonesia dan Malaysia?

Sudah menjadi rahasia umum jika dua negara sering bergaduh akibat satu dan lain hal. Di media sosial, sering dijumpai pertikaian antara warganet Indonesia dengan Malaysia. Saling sindir dan mengeluarkan kata makian, sepertinya sudah menjadi hal yang cukup lumrah terjadi.

Namun, lain di dunia maya, lain pula di dunia nyata. Cekcok itu agaknya tidak berlaku saat salah satu negara mengalami situasi yang tak mengenakkan. Dibandingkan melanjutkan pertengkaran tanpa ujung itu, masyarakatnya justru saling menguatkan.

Bahkan, muncul istilah unik, SEAblings, yang merujuk pada negara-negara di kawasan Asia Tenggara yang tampak sering bertengkar, tetapi aslinya saling sayang selayaknya kakak beradik. Tiada yang boleh “menghina” negara Asia Tenggara, kecuali sesama negara di ASEAN itu sendiri.

Perdebatan panas itu seketika berubah menjadi kehangatan saat melihat saudara di negeri seberang tengah dilanda bencana dahsyat yang menimbulkan korban jiwa. Tiga provinsi di Sumatra luluh lantak akibat banjir bandang yang menerjang beberapa titik wilayah itu.

Sebagai tetangga, Malaysia tak tinggal diam. Seolah ingin menunjukkan bahwa Sumatra tidak sendiri, Malaysia mengulurkan tangannya untuk membantu saudara mereka yang tengah diuji.

Bantuan Malaysia yang Menguatkan Sumatra dan Indonesia

Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, melalui akun Instagram miliknya mengumumkan pemberian bantuan senilai RM500 atau sekitar Rp2 juta untuk pelajar Indonesia di Malaysia. Dalam tulisannya, Anwar yang juga merupakan sahabat karib Presiden Prabowo Subianto itu mengatakan bahwa bantuan tersebut merupakan bentuk solidaritas Kerajaan Malaysia atas bencana banjir dan longsor yang menimpa Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

“Sebagai wujud semangat kemanusiaan dan penguatan hubungan persahabatan yang erat antara dua negara tetangga, Malaysia akan menyalurkan bantuan keuangan sebesar RM500 per orang kepada para pelajar Indonesia yang terdaftar dan terdampak bencana di Malaysia,” kata Anwar.

Ia juga mengimbau pelajar Indonesia yang terdampak untuk mendaftar melalui institusi pendidikan masing-masing untuk selanjutnya dikoordinasikan dan disalurkan sesuai dengan kebutuhan mereka.

baca juga

Hal ini menarik, mengingat Malaysia juga merupakan salah satu negara di Asia Tenggara yang menghadapi bencana akibat Siklon Senyar di akhir November 2025. Merangkum dari berbagai sumber, bencana itu mengakibatkan puluhan ribuan jiwa di Malaysia mengungsi.

Beberapa negara bagian dilaporkan terendam banjir. Mewartakan dari ANTARA, Kelantan menjadi negara bagian yang paling parah terkena banjir.

Meskipun sama-sama dilanda bencana hidro-meteorologi, alih-alih bersikap acuh denga negara tetangganya, Malaysia justru mengirimkan bala bantuan. Pemberian uang “sangu” untuk pelajar Indonesia di Malaysia yang terdampak banjir itu sebenarnya bukanlah kali pertama.

Beberapa waktu setelah banjir bandang dan longsor menerjang beberapa titik di Sumatra di bulan November 2025, tim Blue Sky Rescue Malaysia sudah lebih dulu mengirimkan bantuan medis untuk wilayah Aceh Utara.

Ada obat-obatan dan perlengkapan kesehatan lainnya yang diberikan. Tak hanya itu, beberapa tenaga medis ikut diturunkan.

Jika ditotal, saat itu bantuan yang diberikan Blue Sky Rescue (BSR) Malaysia—organisasi nonpemerintah di Negeri Jiran—mencapai RM1 juta atau sekitar Rp4 miliar. Tim relawan sudah masuk ke wilayah Aceh pada 29 November 2025.

Kemudian, BSR Malaysia kembali mengirimkan bantuan seberat tiga ton yang tiba di Aceh Besar pada 10 Desember 2025. Diungkap oleh Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, dalam Instagramnya, bantuan itu terdiri dari dua ton obat-obatan dan satu ton makanan. Seluruhnya akan disalurkan ke daerah terdampak, utamanya di posko pengungsian.

Selain BSR Malaysia, MERCY Malaysia turut menyerahkan donasi untuk korban banjir dan longsor di tiga provinsi di Sumatra. Bahkan, organisasi kemanusiaan ini juga bekerja sama langsung dengan diaspora Malaysia di Medan untuk membantu korban.

Dalam sejarahnya, dahulu saat Aceh dilanda tsunami dahsyat, Malaysia menjadi salah satu negara yang bahu-membahu menyumbang untuk membangun kembali Aceh yang saat itu rata dengan tanah.

Tercatat bahwa Malaysia menyumbangkan US$3,4 juta di tahun 2005 untuk Aceh. Tak hanya itu, saat gempa Lombok 2018 dan tsunami di Palu 2018, Kerajaan Malaysia mengirimkan total miliaran rupiah untuk penanganan korban bencana.

Kawan GNFI, di balik semua keriuhan yang kerap muncul, tidak bisa dipungkiri bahwa kedua negara memang saling bertaut. Bak peribahasa, “berat sama dipikul, ringan sama dijinjing”, Malaysia menjadi bukti bahwa hubungan dua negara bukan terbatas soal urusan bilateral yang formal dan diplomatis, tetapi kedekatan sahabat yang saling menguatkan.

baca juga

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Firda Aulia Rachmasari lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Firda Aulia Rachmasari.

FA
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.