Jakarta kembali dipenuhi semangat perempuan inspiratif lewat gelaran Woman Leadership Conference 2025 yang diadakan oleh Her World Indonesia pada Jum'at, 7 November 2025, di Sasono Mulyo Ballroom, Hotel Le Meridien Jakarta.
Acara ini juga menjadi momen istimewa untuk memperingati 25 tahun perjalanan Her World Indonesia, majalah gaya hidup yang telah lama menjadi bagian dari perjalanan perempuan Indonesia dalam merayakan kekuatan, kecantikan, dan peran mereka di berbagai bidang kehidupan.
Nuansa elegan terasa sejak peserta memasuki ruangang. Dengan dukungan dari Natasha Luxe sebagai sponsor utama, NJS Jewelry sebagai official jewelry partner, serta Sensatia dan Sorella sebagai official partners, konferensi ini menghadirkan semangat kolaborasi yang mempertemukan perempuan dari berbagai latar belakang: pemimpin industri, kreator, peneliti, dan seniman.
Mengusung tema “Woman Defining Change”, acara ini menjadi ruang bertemunya gagasan dan pengalaman tentang bagaimana perempuan mendefinisikan ulang makna perubahan dari lingkup pribadi hingga profesional.
Mendefinisikan Ulang Arti Kecantikan dan Kekuatan
Konferensi dibuka dengan sesi “Redefining Beauty in Healing Journeys” bersama Andien, Andra Alodita, dan Abigail Cantika. Mereka mengajak peserta memahami bahwa kecantikan sejati tidak hanya datang dari penampilan luar, tetapi juga dari keseimbangan pikiran, tubuh, dan hati.
Sesi ini menjadi pembuka yang lembut namun bermakna, mengingatkan bahwa merawat diri berarti menghargai kehidupan.
Sesi berikutnya bertajuk “Is AI a Superhero for Your Career?” menghadirkan Utari Octavianty (Founder Aruna Indonesia), Melinda Savitri (Grab Indonesia), dan Mira Sumanti (Google Southeast Asia), yang sepakat bahwa kecerdasan buatan bukan ancaman, melainkan peluang bagi perempuan untuk tumbuh dan berdaya di dunia kerja yang terus berevolusi.
Suasana kemudia berganti lebih hangat lewat sesi “Choose Your Circle Wisely”, para anggota Podcast Rapot: Reza Chandika, Ankatama Ruyatna, Radhini Aprilya, dan Nastasha Abigail. Mereka berbagi tawa dan cerita tentang pentingnya memilih lingkungan pertemanan yang sehat, karena kualitas hubungan jauh lebih bermakna daripada banyaknya jumlah teman.
Rasa haru dan kebanggaan hadir dalam sesi “Celebrating 25th of Her World Indonesia”, ketika para pemimpin redaksi dari masa ke masa seperti Sari Narulita, Shantica Warman, Mita Soedarjo, dan Dian Sarwono berbagi cerita perjalanan panjang Her World. Media ini terus berkomitmen untuk menjadi ruang representasi perempuan berdaya di Indonesia.
Apresiasi untuk Perempuan yang Mengubah Dunia
Dalam sesi penghargaan “Woman of The Year 2025 Awardee”, delapan sosok perempuan inspiratif menerima penghargaan atas kontribusi mereka di berbagai bidang.
Mulai dari Utari Octavianty (Aruna Indonesia), Elizabeth Christina Parameswari (BLP Beauty), hingga Sastia Prama Putri (Osaka University). Mereka membuktikan bahwa perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil yang berani.
Momen emosional hadir dalam sesi "Reclaiming Confidence: Leading Beyond Breast Cancer" bersama Deayu Anugrah dan Fia Bunova, para penyitas kanker payudara yang berbagi perjalanan menemukan kembali makna hidup dan kepercayaan diri. Dari kisah mereka, tampak jelas bahwa kepemimpinan perempuan lahir dari keberanian menghadapi luka.
Didampingi oleh Dr. Vinka Imelda dari Yayasan Kanker Indonesia dan Pauline Liongosari dari Natasha Gemilang, mereka berbagi perjalanan menemukan kembali makna hidup dan kepercayaan diri. Sesi ini mengajarkan bahwa kepemimpinan perempuan sering kali lahir dari keberanian menghadapi luka.
Menumbuhkan Potensi dan Melangkah Bersama
Inspirasi berlanjut dalam sesi “From Side Hustle to Empire” yang menghadirkan Alice Norin, Hira Triadi, Naomi Julia Soegianto, dan Aliyah Natasha. Mereka mengajak perempuan untuk berani mengubah passion menjadi sumber kekuatan dan peluang, tanpa kehilangan nilai dan makna diri.
Sebagai penutup, sesi “Disrupt Like a Woman: How We Are Changing The Game” menghadirkan Luna Maya, Cinta Laura, Raisha Syarfuan, dan Sastia Prama Putri. Para pembicara menekankan pentingnya terus belajar dan tidak takut gagal.
“Rasa ingin tahu itu penting, Belajarlah dari orang lain agar kita terus berkembang.” ujar Luna Maya..
“Tidak ada jalan instan menuju sukses. Nikmati prosesnya, karena di sanalah kekuatanmu tumbuh.” Cinta Laura menambahkan.
Sebagai peserta, saya merasa konferensi ini bukan sekadar ajang perayaan, melainkan ruang refleksi yang membuka mata. Saya belajar bahwa menjadi perempuan berdaya berarti mencitai diri sendiri terlebih dahulu, lalu menularkan semangat itu kepada orang lain.
Setiap pembicara membawa pesan yang sama: bahwa perempuan memiliki kekuatan untuk menjadi agen perubahan dimana pun mereka berada (di rumah, di tempat kerja, dan di masyarakat). Kekuatan itu tidak diukur dari siapa yang paling menonjol, tetapi dari siapa yang paling tulus memberi dampak positif bagi sekitar.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


