makanan asin khas yogyakarta - News | Good News From Indonesia 2025

7 Makanan Asin Khas Yogyakarta yang Gurihnya Membuat Ketagihan

7 Makanan Asin Khas Yogyakarta yang Gurihnya Membuat Ketagihan
images info

7 Makanan Asin Khas Yogyakarta yang Gurihnya Membuat Ketagihan


Yogyakarta dikenal dengan kulinernya yang manis. Namun, jangan salah, kota ini juga punya deretan makanan asin yang rasanya bikin lidah bergoyang. Dari sate bakar yang legendaris hingga lauk rumahan yang bikin hangat suasana, setiap hidangan asin khas Jogja punya kisah dan cita rasa yang nggak bisa disamakan.

Inilah tujuh makanan asin tradisional Yogyakarta yang wajib dicicipi biar pengalaman kuliner Kawan makin lengkap.

1. Sate Klatak

Sate Klatak adalah kuliner khas Imogiri, Bantul, yang terkenal dengan cara masaknya yang unik. Daging kambing muda ditusuk menggunakan jeruji besi, bukan bambu seperti sate biasanya. Tujuannya supaya panas merata dan daging matang sempurna.

Sate Klatak Yogyakarta
info gambar

Sate Klatak Yogyakarta | Commons/Danangtrihartanto


Bumbunya sederhana—hanya garam dan lada. Namun, justru kesederhanaan itulah yang jadi kekuatannya. Dagingnya empuk, gurih, dan juicy, apalagi kalau disantap bersama kuah gulai hangat. Sate Klatak membuktikan bahwa kenikmatan sejati tidak butuh bumbu rumit.

baca juga

2. Mangut Lele

Kuliner satu ini identik dengan aroma asap yang khas. Mangut Lele dibuat dari lele goreng yang dimasak kembali dalam kuah santan pedas. Rasanya gurih, sedikit manis, dan pedasnya pas di lidah.

Biasanya mangut disajikan dengan nasi hangat, tempe garit, dan lalapan. Setiap sendokannya membawa sensasi hangat yang menenangkan, cocok disantap saat hujan turun di sore Jogja. Banyak warung mangut legendaris di sekitar Mbah Marto, Bantul, yang masih mempertahankan resep klasik turun-temurun.

3. Brongkos

Kalau suka makanan berkuah pekat dan berbumbu kuat, Brongkos wajib dicoba. Sekilas mirip rawon, tapi rasanya lebih kaya rempah dengan sentuhan manis khas Jogja. Kuahnya hitam karena kluwak, diisi potongan daging sapi, tahu, dan kacang tolo.

Dulu, brongkos merupakan hidangan keluarga keraton, tapi kini sudah bisa ditemukan di banyak warung rakyat. Paduan rasa gurih, asin, dan manisnya menciptakan harmoni yang khas, mewakili karakter Yogyakarta yang hangat dan berimbang.

4. Sego Abang Jirak

Kuliner khas Gunungkidul ini menonjol lewat kesederhanaannya. Sego Abang Jirak berarti nasi merah yang disajikan dengan lauk tahu bacem, tempe goreng, sayur lombok ijo, dan sambal bawang. Meskipun sederhana, cita rasanya kuat dan autentik.

Nasi merahnya dimasak di tungku tanah liat, memberi aroma asap yang khas. Perpaduan nasi, sambal, dan lauk bacem menciptakan sensasi gurih pedas yang membuat ingin tambah lagi. Cocok buat yang mencari rasa “ndeso” tetapi membuat rindu.

5. Oseng Mercon

Oseng Mercon khas Yogyakarta
info gambar

Oseng Mercon khas Yogyakarta | Wikimedia Commons/Enokdindasr


Nama Oseng Mercon bukan tanpa alasan. Hidangan ini memang pedasnya luar biasa, seperti mercon yang meledak di mulut. Terbuat dari koyoran (lemak sapi), cabai rawit, bawang merah, dan bawang putih yang dimasak hingga bumbunya meresap.

Oseng Mercon pertama kali populer di sekitar Jalan KH Ahmad Dahlan, Jogja, dan sejak itu jadi ikon kuliner malam yang dicari para penantang pedas. Rasanya gurih, asin, dan sangat pedas.

baca juga

6. Nasi Tiwul

Tiwul dulunya makanan pengganti nasi di masa sulit, tetapi kini justru jadi kebanggaan kuliner Jogja bagian selatan. Terbuat dari singkong kering (gaplek) yang dikukus, lalu disajikan dengan sayur lodeh, ikan asin, atau sambal bawang.

Cita rasanya gurih dan sedikit manis alami dari singkong. Meskipun sederhana, nasi tiwul punya nilai historis yang tinggi: simbol ketahanan dan kreativitas masyarakat Gunungkidul yang bisa bertahan di tengah keterbatasan.

7. Lodeh Terong

Tak semua hidangan Jogja harus kompleks. Lodeh Terong membuktikan bahwa kelezatan bisa datang dari bahan sederhana. Potongan terong dimasak dengan santan dan bumbu rempah lembut, menghasilkan rasa gurih yang menenangkan.

Biasanya disantap dengan nasi hangat, sambal bawang, dan kerupuk. Meski sering dianggap lauk rumahan, lodeh terong punya tempat tersendiri di hati masyarakat Jogja karena cita rasanya yang menenangkan dan cocok untuk segala suasana.

Tujuh makanan asin khas Yogyakarta ini menunjukkan sisi lain dari kota yang sering dijuluki “kota manis”. Di balik reputasinya yang lembut dan kalem, Jogja juga punya karakter kuliner yang kuat, gurih, dan berani.

Dari Sate Klatak yang sederhana tapi berkelas hingga Oseng Mercon yang pedasnya ekstrem, semuanya menggambarkan keberagaman rasa dan jiwa masyarakatnya.

Jadi, saat berkunjung ke Jogja, jangan hanya mencari yang manis-manis. Cicipilah juga yang asin, pedas, dan gurih—karena di situlah rasa sejati Jogja bersembunyi.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

FM
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.