Kress…kress..crispy, gurih, dan bikin ketagihan apalagi ngemil saat galau, kumpul-kumpul, ditemani keripik jadi andalan warga Indonesia. Sayangnya, banyak produk keripik dikenal kaya MSG, bahan pengawet, dan minyak jenuh yang membuat camilan ini dianggap kurang sehat saat dikonsumsi berlebihan.
Dilema akan kandungan yang tak sesuai standar gizi, inovasi hadir dari Tita Arila yang menciptakan keripik BFF (Best Friend Forever) dengan rasa memuaskan sebagai camilan yang bisa dinikmati kapan saja, dimana saja, dan tentunya sehat kaya akan gizi alami.
Dikenal sebagai camilan sehat, mungkin bagi sebagian orang berpikir bahwa camilan sehat rasanya hambar, kali ini berbeda dengan Keripik BFF yang punya ciri khas tersendiri dengan rasa gurih, manis alami, dan kriuk-nya bikin ketagihan tanpa mengorbankan kualitas alaminya.
Keripik BFF bukan sekadar keripik biasa, keripik ini jadi alternatif ngemil sehat tanpa khawatir bahan kimia berlebih, lemak jenuh, dan tetap enak untuk dinikmati layaknya keripik yang beredar dipasaran.
Hal ini karena Tita Arila juga memilih bahan-bahan dari petani lokal terpercaya dengan teknik pengolahan alami yang tentunya menjadi inovasi produk ngemil sehat untuk semua kalangan.
BFF ‘Best Friend Forever’ Bukan Sekedar Pelabelan Brand

Kemasan Keripik BFF 'Best Friend Forever' yang kaya makna | Foto: Instagram/@nn_international
Tantangan dalam pengolahannya seperti soal tekstur dan rasa yang pas tanpa MSG yang kadang terlalu lembek, terlalu manis, membuat Tita Arila tidak menyerah untuk mengembangkannya hingga akhirnya dirinya menemukan formula yang pas untuk keripik BFF di mana pisang tanduk menjadi bahan utama olahan pertamanya untuk dibuat keripik.
Bukan tanpa sebab, karena pisang tanduk menjadi keripik alami yang paling disukai oleh semua kalangan baik kalangan kaum muda dan kaum tua. Varian lainnya yang dikembangkan selain keripik buah pisang tanduk yang renyah yakni ada keripik tempe sagu yang gurih, dan nangka manis yang kaya serat.
Keripik BFF juga tak sembarang diolah, keripik ini dibuat dengan pengolahan khusus untuk menjaga nutrisi alami bahan dasarnya. Minyak yang digunakan pun minyak nabati berkualitas dan bumbu rempah alami sehingga keripik BFF 100% bebas pengawet, MSG, dan rendah lemak.
Dinamai BFF ‘Best Friend Forever’ karena keripik ini diharapkan dapat menjadi sahabat terbaik untuk perut dan lidah apalagi tanpa bahan tambahan sehingga lebih sehat dan kaya gizi. Bukan soal branding sehat saja, keripik BFF juga menyimpan banyak pesan sebagai makanan alami yang bisa diolah dengan baik hingga menciptakan kebiasaan sehat dengan cara sederhana dan bijak.
Tak tanggung-tanggung kemasannya pun kaya akan cerita karena dibuat dari coretan tangan anak Tita Arila tentang ‘Best Friend Forever’ yang mana ‘sahabat’ bisa siapa saja yang menjadi gambaran pula akan cerita kedekatan antara ibu dan anak layaknya sahabat dalam kehidupan.
Antara cinta, kesehatan, dan perasaan akan rasa dalam setiap gigitan keripik BFF ternyata sehat tak harus menyiksa justru dapat diolah dengan cara menyenangkan, menyehatkan dan membuat badan sehat bugar tanpa khawatir apapun.
Dengan memanfaatkan potensi alam sebagai bahan dasarnya dan diambil dari petani lokal, keripik BFF juga memberi manfaat baru bagi para petani untuk mendapat pasar yang pasti dari setiap panennya hingga menciptakan simbiosis mutualisme dengan bahan berkualitas dan bernilai jual tinggi.
Selain itu, hadirnya produk keripik BFF juga secara tak langsung dapat membuka lapangan kerja baru dan Tita Arila juga memberikan pelatihan produksi, cara menjaga kualitas, sebagai bekal keterampilan di masa depan bagi para pekerjanya.
Dapur BFF menjadi penuh harapan, suasana kerja yang produktif, bercampur tawa dan semangat dalam menciptakan keripik BFF yang benar-benar seperti sahabat untuk kesempatan bertumbuh bersama-sama yang membawa cerita keberlanjutan dan dampak sosial nyata.
Hingga Tita Arila dari keripik BFF ini mendapatkan apresiasi dari SATU Indonesia Awards pada 2022 kategori kewirausahaan dari PT Astra International, Tbk sebagai inovasi sederhana yang menjadikan BFF ‘Best Friend Forever’ bukan sebagai simbol saja, tapi ada pemberdayaan, mengangkat nilai lokal, dan gaya hidup yang sehat.
Baca juga: Benny Santoso Kenalkan Tempe sebagai Alat Diplomasi Budaya melalui Produk Inovasinya ‘Tempe Man’
Sasar Pasar Lokal dan Internasional

Produk Keripik BFF 'Best Friend Forever' | Foto: Instagram/@nn_international
Fokus utama pada penjualan meski sebagai keripik lokal, brand BFF Chips ini menyasar pasar luar negeri untuk diekspor berangkat dari mimpi dan pengalaman Tita Arila selama tiga tahun menjadi tenaga kerja Indonesia di Singapura dan Malaysia yang melihat potensi bisnis kuliner sangat menjanjikan.
Awal merintis Tita Arila mulai mencoba mengekspor produknya dan masih rencengan dengan bantuan dari koneksi teman-teman TKI di seluruh dunia seperti Hongkong, Arab, dan lainnya.
Dengan produk sederhana kemudian BFF chips mendapat kesempatan untuk pameran pada 2015 bersama Kemenlu di Brunei Darussalam. Respons positif datang dari pengunjung di Brunei Darussalam hingga menjadi distributor pertama yang mensponsori BFF untuk masuk pasar Asia.
Pemasaran online juga menjadikan Keripik BFF strategi bisnis kuliner ini dalam menyasar pasar lokal, hingga kini BFF terus bertransformasi dan mendapatkan sertifikat halal hingga menjadi gerakan untuk ngemil tanpa khawatir akan masalah kesehatan dan mengubah cara menikmati makanan khususnya bagi anak-anak dengan menanamkan kebiasaan sehat sejak dini.
Dari keripik BFF ‘Best Friend Forever’ banyak belajar hal sederhana dengan memanfaatkan bahan alami bisa menjadi cerita tentang eksperimen, ketekunan, dan keyakinan untuk berinovasi hingga menciptakan kenikmatan, kesehatan, dan pendidikan untuk sehat dan sejahtera bersama.
#kabarbaiksatuindonesia
Baca juga: Mantap! Keripik Tempe Indonesia Makin Dicari di Pasar Internasional
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


