Musik gambus tentu tidak asing di telinga masyarakat Indonesia. Namun, tahukah Kawan jika musik gambus punya beragam jenis?
Di Indonesia, pada masa kini musik gambus dipopulerkan oleh grup musik Sabyan. Membawakan nuansa islami dalam karya-karyanya, Sabyan membuat musik gambus jadi digandrungi anak muda.
Perlu diketahui, musik gambus bukan hal yang baru dikenal belakangan ini saja. Ternyata, musik satu ini punya sejarah panjang di Indonesia, dan jenisnya pun beragam.
Mengenal Apa Itu Musik Gambus dan Asal-usulnya
Pada dasarnya, gambus adalah nama dari alat musik harpa yang terbuat dari kayu dan memiliki 4 sampai 6 pasang senar. Alat musik ini dapat ditemukan di Indonesia maupun di Malaysia
Banyak yang berpikir bahwa gambus berasal dari Arab. Akan tetapi, sebetulnya belum ada ada bukti jelas yang membuktikan hal tersebut. Asumsi itu sendiri muncul karena adanya masyarakat Arab yang tinggal di Asia Tenggara pada awal abad kesembilan belas yang menggunakan alat musik satu ini.
Sementara para pakar masih memperdebatkan asal-usul gambus, ada beberapa teori yang bisa menjelaskan dari mana gambus berasal hingga bisa eksis di Indonesia.
Sebagaimana ditulis Maman Lesmana dalam International Journal of Humanities and Social Science Invention (IJHSSI), nama gambus konon berasal dari Afrika Timur, yaitu gabbus. Ada juga pakar yang menghubungkan kata gambus di Indonesia dengan kata dalam bahasa Arab Selatan, qanbus, yakni harpa dengan pegangan pendek yang dilengkapi tiga senar kawat ganda dan satu senar kawat tunggal. Alat musik ini bisa ditemukan di Asia Tenggara dan Afrika.
Ada pula pakar lain yang menelusuri nama gambus dan qanbus dalam bahasa Turki, qapuz. Selain itu, terdapat teori lagi yang mengatakan bahwa alat musik gambus memiliki tanda-tanda pengaruh dari Tiongkok dan Portugal. Lalu, ada lagi yang mengait-ngaitkan gambus dengan alat musik berbentuk serupa yang digunakan oleh orang Mesir, yaitu ‘Ud.
Faktanya, semua jenis gambus yang disebutkan di atas dapat ditemukan di Indonesia, sehingga sangat sulit untuk menentukan dari mana asalnya. Kendati demikian, sebagian besar pakar sepakat bahwa penyebaran alat musik ini berjalan bersamaan dengan penyebaran Islam.
Jenis-jenis Gambus
Gambus juga memiliki berbagai jenis. Apa Saja?
Lebih lanjut lagi, Maman Lesmana juga menulis bahwa gaya musik gambus dapat dibagi menjadi dua kategori, yaitu gaya gambus daerah dan gaya gambus Arab.
Gambus daerah dapat ditemukan di seluruh Indonesia dan pementasannya biasanya diiringi lagu-lagu berupa pantun Melayu dan tari zafin. Setiap daerah pun punya kekhasannya sendiri, misalnya di Gorontalo, musik gambus diiringi oleh drum yang dikenal dengan nama maluwasi dan diiringi dengan tarian yang disebut dana-dana.
Sementara itu, alat musik dalam orkes gambus atau gambus Arab terdiri dari harpa dan beberapa drum yang dipegang dengan tangan, seperti tamtam, dumbuk, dan marwas, yang dalam bentuk jamak disebut marawis. Sebagai pelengkap, digunakan pula alat musik modern berupa gitar, bas, dan organ. Orkes ini sering ditemukan pada masyarakat Indonesia keturunan Arab yang berasal dari Hadramaut, Yaman.
Orkes gambus juga dibagi lagi menjadi tiga jenis musik dan tari, yaitu zafin, sarah, dan zahefe. Nah, tari zafinnya pun berbeda dengan yang ada dalam gambus daerah. Dalam zafin Arab, tarian tersebut hanya untuk pria.
Sementara itu, sarah memiliki tempo yang lebih cepat dan lebih bebas daripada zafin. Dalam zahefe, karakteristiknya adalah musiknya yang memiliki gaya perkusi mirip dangdut. Biasanya, temponya lebih cepat dan gaya ini dikenal sebagai gaya orkes gambus yang paling modern dan populer.


