mengenal motif batik lampung yang sarat makna dan nilai budaya - News | Good News From Indonesia 2025

Mengenal Motif Batik Lampung yang Sarat Makna dan Nilai Budaya

Mengenal Motif Batik Lampung yang Sarat Makna dan Nilai Budaya
images info

Motif Batik Lampung | Sumber Foto: https://www.iwarebatik.org/lampung/


Motif batik Lampung menjadi salah satu kekayaan wastra Nusantara yang memancarkan pesona estetika budaya Sumatra serta filosofi kehidupan yang mendalam. Kehadiran corak batik Lampung tidak sekadar berfungsi sebagai kain penghias tubuh, melainkan menjadi wujud keragaman motif batik Nusantara serta simbol kehormatan adat, dan bentuk akulturasi budaya yang terus bertransformasi hingga era modern.

Bagi Kawan GNFI yang ingin mendalami pesona kain khas tradisional Lampung, memahami keunikan ragam hiasnya dan filosofi dibalik setiap motifnya. Berikut ini GNFI rangkum macam-macam batik Lampung .

Jenis-Jenis Motif Batik Lampung

Batik Lampung sendiri memiliki beberapa motif khasnya juga Kawan GNFI. Mengutip dari laman resmi Dinas Perindag Provinsi Lampung, motif batik Lampung diantaranya motif batik Siger, batik motif gajah, pohon hayat, dan batik Sembagi.

Untuk Kawan GNFI, berikut ini adalah rangkuman beberapa motif batik khas Lampung yang paling dikenal dan sering digunakan hingga kini yaitu:

1. Motif Pohon Hayat

Motif Pohon Hayat
info gambar

Motif Pohon Hayat Batik Lampung. Sumber Foto:https://www.iwarebatik.org/lampung/


Motif Pohon Hayat menjadi salah satu yang paling tua dan filosofis. Motif ini menggambarkan pohon kehidupan, simbol kekuatan, kesuburan, dan keseimbangan antara dunia manusia dan alam semesta. Dalam kepercayaan lama, pohon hayat juga dikaitkan dengan simbol surga dan keabadian.

Selain nilai spiritual, motif ini mencerminkan pandangan hidup masyarakat Lampung yang menghargai alam sebagai sumber kehidupan dan kesejahteraan.

2. Motif Siger

Motif Siger
info gambar

Motif Siger pada Batik Lampung. Sumber Foto: https://www.iwarebatik.org/lampung/


Lampung dikenal sebagai “Bumi Seribu Siger”, karena simbol siger dapat ditemukan hampir di mana-mana, mulai dari tugu, gedung, hingga gerbang kota. Siger adalah mahkota kebanggaan perempuan Lampung yang melambangkan keanggunan dan kehormatan.

Motif Siger dalam batik menggambarkan sosok perempuan Lampung yang lembut namun tangguh, pekerja keras, dan menjadi pilar keluarga. Filosofinya adalah tentang kekuatan dalam kelembutan, serta kemuliaan peran perempuan dalam kehidupan sosial dan budaya.

3. Motif Gajah

Motif Gajah
info gambar

Motif Gajah Khas Provinsi Lampung. Sumber Foto: https://www.iwarebatik.org/lampung/


Motif Gajah Lampung diambil dari ikon satwa khas daerah, yaitu gajah sumatra yang dilindungi di Taman Nasional Way Kambas. Dalam batik, gajah menjadi simbol kebijaksanaan, kekuatan, dan keharmonisan alam.

Motif ini sering dipadukan dengan unsur lain seperti kapal atau siger, menggambarkan hubungan antara kekuatan alam, tradisi, dan kehidupan manusia.

4. Motif Kapal

Motif Kapal
info gambar

Motif Kapal Batik Lampung. Sumber Foto: https://batikkhasdaerah.com/batik-khas-lampung/


Motif Kapal terinspirasi dari kehidupan masyarakat pesisir Lampung yang akrab dengan laut. Sebagian besar wilayah Lampung memang berbatasan langsung dengan perairan, sehingga kapal menjadi simbol perjalanan hidup dan kerja keras.

Motif ini melukiskan semangat masyarakat Lampung dalam menghadapi tantangan hidup, bahwa hidup ibarat berlayar, selalu bergerak maju meski diterpa ombak dan angin.

baca juga

5. Motif Sembagi

batik sembagi, batik motif sembagi, batik lampung, kain sembagi
info gambar

batik sembagi | Sumber: Wikimedia Commons


Motif Sembagi menjadi motif sakral dalam kebudayaan Lampung. Kain batik bermotif Sembagi digunakan dalam berbagai upacara penting, mulai dari pernikahan hingga penutup jenazah.

Warna kain batik motif Sembagi Lampung ini biasanya menyesuaikan makna acaranya, gelap untuk prosesi duka, dan warna cerah untuk momen bahagia seperti pernikahan.

Dikutip dari laman SmartSentra Kemenperin, kain Sembagi merupakan kain yang berasal dari pesisir Coromandel India dengan ciri khas motif bunga pada kain. Penyebaran kain Sembagi pada daerah Sumatera dan Jawa, muncul di Kerajaan Sriwijaya pada abad 7. Perkembangan batik motif Sembagi memperkuat ciri khas Lampung pada kain batik motif Sembagi dan ornamen-ornamen khas Lampung.

Ciri khas motif batik Sembagi terletak pada untaian bunga dan kembang kopi di sepanjang kain yang menunjukan komoditas unggulan berupa kopi khas Lampung. Motif batik nusantara satu ini juga melambangkan keindahan, kesuburan, serta hubungan manusia dengan alam.

Selain kelima motif di atas, kini muncul pula berbagai motif batik yang menggambarkan kekhasan daerah masing-masing di Lampung. Misalnya, motif bambu dari Kabupaten Pringsewu yang melambangkan kerajinan lokal dan nilai toleransi masyarakatnya yang majemuk, serta motif Abekhu (Anak Berkebutuhan Khusus) dari Lampung Timur, hasil karya anak-anak SLB yang menonjolkan gambar badak dan lada, dua simbol penting daerah mereka.

Mengapa Banyak Motif Batik Lampung Terinspirasi dari Tapis dan Simbol Adat?

Kain Tapis merupakan jenis kerajinan tradisional khas Lampung yang sudah diwariskan turun-temurun. Fungsi kain Tapis Lampung sendiri sering kali digunakan untuk acara adat hingga acara keagamaan. Dengan adanya perkembangan, kain Tapis kini dikembangkan dengan motif batik Nusantara khususnya motif batik Lampung.

Dikutip dari lamanSmartSentra Kemenperin, pada 2002, Gatot Kartiko, salah satu penduduk Jawa yang menetap di Lampung, beliau mulai mengembangkan motif batik Lampung dengan kebudayaan, aneka tradisi masyarakat, dan kekayaan alam di Lampung sebagai sumber inspirasi.

Pengembangan motif batik Lampung terinspirasi dari kain tenun tradisional setempat yaitu kain tenun Tapis. Selain itu juga memasukkan kebudayaan ciri khas Lampung seperti mahkota Siger, kapal, gajah, dan ornamen lainnya.

Perpaduan filosofi Tapis dan batik sendiri ini melahirkan identitas visual batik Lampung yang terkesan elegan sekaligus sarat mengembangkan warisan budaya khas Lampung serta untuk menghormati leluhur.

Apa Perbedaan Batik Lampung dan Kain Tapis?

Meski sama-sama lahir dari tanah Lampung, Batik Lampung dan Kain Tapis Lampung merupakan dua jenis karya seni kain yang berbeda.

Menurut publikasi Muhamad Wazirudin Nur dari ISI Yogyakarta, dengan demikian yang dimaksud dengan Tapis Lampung adalah hasil tenun benang kapas dengan motif, benang perak atau benang emas dan menjadi pakaian khas suku Lampung.

Jenis tenun ini biasanya digunakan pada bagian pinggang ke bawah berbentuk sarung yang terbuat dari benang kapas dengan motif seperti motif alam, flora dan fauna yang disulam menggunakan benang emas.

Untuk lebih detailnya berikut ini adalah perbedaan utama antara Batik Lampung dan Kain Tapis diantaranya:

 PerbedaanBatik LampungKain Tapis
Teknik PembuatanPerintangan warna menggunakan malam (canting/cap).Tenun benang kapas disulam (cangget) benang emas/perak.
Bain UtamaKain katun, sutra, atau rayon.Benang kapas, benang emas, dan benang perak.
Fungsi UtamaPakaian harian, seragam, hingga busana formal modern.Busana adat formal, upacara ritual, atau sarung adat.
PembuatPerajin batik (pria maupun wanita).Khas dikerjakan wanita (muli-muli dan ibu rumah tangga).
SejarahMasif berkembang sejak era modern.Warisan tenun kuno turun-temurun suku Lampung.

Secara keseluruhan, kekayaan motif batik Lampung membuktikan keberhasilan adaptasi seni visual yang menunjukan keindahan kain khas tradisional Lampung yaitu Kain Tapis. 

Dengan mengenal macam-macam batik Lampung dan ragam nama batik dari Lampung, Kawan GNFI dapat turut serta menjaga dan melestarikan eksistensi batik Lampung agar senantiasa lestari di panggung busana nasional maupun internasional.

Referensi

Disperindag Lampung: https://disperindag.lampungprov.go.id/detail-post/ornamen-khas-lampung-jadi-motif-desain-batik-tulis-lampung-motif-sembagi-paling-laris

Kementerian Perindustrian: https://smartsentra.kemenperin.go.id/article/category/3/mengenal-batik-lampung/20

Publikasi ISI Yogyakarta: https://digilib.isi.ac.id/10427/4/MUHAMAD%20WAZIRUDIN%20NUR_2021_NASKAH%20PUBLIKASI.pdf

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Mona Lestari Utami lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Mona Lestari Utami.

ML
KG
ED
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.