sejarah transjakarta - News | Good News From Indonesia 2025

Sejarah TransJakarta dari Awal Hingga Jadi Saksi Saat Demo

Sejarah TransJakarta dari Awal Hingga Jadi Saksi Saat Demo
images info

Sejarah TransJakarta dari Awal Hingga Jadi Saksi Saat Demo


Ketika berbicara mengenai transportasi umum di Jakarta, nama TransJakarta langsung muncul di kepala. Bus berwarna oranye biru ini sudah jadi bagian sehari-hari warga Ibu Kota sejak awal 2000-an. 

Menariknya, TransJakarta adalah sistem Bus Rapid Transit (BRT) pertama di Asia Tenggara dan Asia Selatan dengan jalur lintasan terpanjang di dunia (208 km). Jadi, sebelum banyak kota lain memiliki bus serupa, Jakarta sudah lebih dulu meluncurkan transportasi massal ini. 

Dari mulai rute pertama di tahun 2004, kini TransJakarta sudah berkembang jadi jaringan bus yang menjangkau hampir seluruh penjuru kota, bahkan sampai ke daerah penyangga. Artikel ini akan mengulas sejarah TransJakarta mulai dari awal beroperasi hingga jadi saksi pembakaran pada saat demonstrasi tahun ini. Simak sampai habis, ya!

Awal Mulai Beroperasi

Dari laman resmi Transjakarta pada Selasa (9/9/2025), TransJakarta resmi beroperasi terhitung mulai 1 Februari 2004. Bus oranye biru ini dikelola dalam bentuk Badan Pengelola (BP) TransJakarta. Hal ini berdasarkan Keputusan Gubernur No. 110 tahun 2003.

Perjalanan TransJakarta sebagai lembaga pengelola juga mengalami perubahan penting. Pada 4 Mei 2006, Gubernur DKI Jakarta saat itu, Sutiyoso, menetapkan bahwa BP TransJakarta berubah menjadi Badan Layanan Umum (BLU) TransJakarta. 

Status baru ini membuat TransJakarta resmi menjadi Unit Pelaksana Teknis (UPT) di bawah Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta. Perubahan ini diatur melalui Peraturan Gubernur (Pergub) DKI No. 48 Tahun 2006.

Enam tahun kemudian sejak resmi mengaspal, TransJakarta membuka koridor 9 dan 10. Koridor 9 melayani rute Pluit - Pinang Ranti, sementara Koridor 10 melayani rute PGC Cililitan - Tanjung Priok.

Di tahun berikutnya, tepatnya 2011, TransJakarta mulai melakukan persiapan pembukaan layanan koridor 11 dan 12 serta mengganti bus koridor 1 dengan bus articulated. Selain itu, TransJakarta ini juga menerapkan sistem manajemen armada terpadu. Salah satunya, melakukan integrasi dengan operator bus untuk menyediakan layanan feeder Busway bagi para pelanggannya. 

Baca juga: Panduan Naik Transjakarta bagi Pemula

Muncul Inovasi-Inovasi Baru

Memasuki 2014, TransJakarta mulai memperluas jaringannya. Persiapan pembukaan koridor-koridor baru dilakukan dengan matang, mulai dari tender operator, pembangunan jalur busway, ramp, halte, sampai infrastruktur pendukung lainnya. Tahun itu juga menjadi momen penting karena sistem e-ticketing resmi diterapkan di seluruh koridor, lengkap dengan integrasi ke feeder Busway dan angkutan umum lainnya.

Puncaknya, pada 27 Maret 2014, status TransJakarta berubah menjadi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan resmi berganti nama menjadi PT Transportasi Jakarta. Perubahan ini membuat TransJakarta punya keleluasaan lebih besar dalam mengelola bisnis sekaligus meningkatkan pelayanan bagi warga.

Berbagai inovasi kemudian diluncurkan. Dalam rangka memperingati Hari Kartini, TransJakarta menghadirkan bus khusus wanita berwarna pink yang pertama kali beroperasi di Koridor 1 (Blok M–Kota), dan rencana penambahan bus khusus wanita di koridor lain pun segera disiapkan. Selain itu, TransJakarta meluncurkan 116 bus baru, sehingga total armadanya saat itu mencapai 1.347 unit.

Hingga 2017, jumlah armada terus bertambah, termasuk pembelian 300 unit bus low entry. Bus ini didesain dengan lantai rendah agar lebih ramah bagi difabel dan memudahkan penumpang naik-turun.

Pertumbuhan armada berlanjut pesat. Pada 2019, jumlah bus TransJakarta melonjak menjadi 3.453 unit. Hal ini menandai transformasi TransJakarta sebagai salah satu sistem transportasi publik terbesar dan paling berkembang di kawasan ini.

Jadi Saksi Pembakaran Pada Demonstrasi Agustus 2025

Seiring pertumbuhan armada dan jaringan koridor yang makin luas, TransJakarta benar-benar menjelma jadi bagian dari denyut nadi Jakarta. Bukan hanya hadir untuk mengantar jutaan orang dari satu titik ke titik lain, tapi juga ikut menjadi saksi bisu berbagai peristiwa yang terjadi di ibu kota.

Tak jarang, halte-halte TransJakarta berada tepat di tengah arus peristiwa besar. Salah satunya adalah ketika terjadi demonstrasi besar pada 29 Agustus 2025 lalu. Kala itu, Halte TransJakarta Senen Sentral terbakar. 

Halte tersebut kemudian diperbaiki dan kini tampil dengan wajah baru dan berganti nama menjadi Halte Jaga Jakarta. Dari awal berdiri hingga kini, TransJakarta terus tumbuh, beradaptasi, dan menjadi bagian penting dari kehidupan warganya.

Baca juga: Ini Dia Koridor 9, Rute Terpanjang Layanan Transjakarta

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

PA
AR
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.