masalah air di desa muara lebak banten mahasiswa kknt inovasi ipb memberi inovasi dan solusi baru lewat ecoenzym - News | Good News From Indonesia 2025

Masalah Air di Desa Muara, Lebak, Banten, Mahasiswa KKNT-Inovasi IPB Beri Solusi Baru Lewat Ecoenzym

Masalah Air di Desa Muara, Lebak, Banten, Mahasiswa KKNT-Inovasi IPB Beri Solusi Baru Lewat Ecoenzym
images info

Masalah Air di Desa Muara, Lebak, Banten, Mahasiswa KKNT-Inovasi IPB Beri Solusi Baru Lewat Ecoenzym


Beberapa tahun terakhir, sebagian masyarakat Desa Muara, Lebak, Banten, menghadapi masalah serius akibat kondisi tanah yang kering dan tidak subur, serta krisis air bersih. Air yang tersedia di sebagian wilayah desa, terutama di area pesisir, terasa asin dan tidak layak konsumsi.

Keluhan terkait air yang tidak layak konsumsi ini menjadi latar belakang bagi Tim KKNT-Inovasi IPB 2025 untuk mengadakan program Sosialisasi dan Demonstrasi Pembuatan Ecoenzym pada Sabtu, 12 Juli 2025.

Keluhan tersebut disampaikan langsung oleh Sekretaris Desa Muara, Dede, pada hari kedua kedatangan mahasiswa. Menurut Dede, kekeringan air dan kondisi air yang asin hanya terjadi di sebagian kecil wilayah desa, yaitu sekitar 5 Rukun Tetangga (RT) di area pesisir yang dekat dengan laut.

"Kekeringan ini biasanya terjadi saat musim kemarau. Terkadang air juga menjadi asin karena dekat dengan laut, sehingga tidak layak untuk dikonsumsi. Bahkan, untuk mencuci pakaian pun bisa merusak," jelas Dede. Pernyataan ini menegaskan masalah air di desa tersebut, yang tidak hanya mengancam ketersediaan air bersih untuk layak dikonsumsi, tetapi juga berdampak pada aktivitas sehari-hari dan kebersihan.

Menanggapi masalah lingkungan yang kompleks ini, Tim KKNT-Inovasi IPB 2025 mengusulkan ide baru untuk mengadakan sosialisasi dan demonstrasi pembuatan ecoenzym. Gagasan ini disambut baik oleh masyarakat dan perangkat desa karena mereka belum pernah mendengar istilah ecoenzym sebelumnya.

Melalui program ini, Tim KKNT-Inovasi IPB memberikan pemahaman baru tentang bagaimana cara mengolah limbah sayur dan buah menjadi cairan yang sangat bermanfaat untuk lingkungan. Seperti yang disampaikan oleh Berlyn, salah satu anggota tim, “Ecoenzym dikenal sebagai cairan serbaguna dengan banyak manfaat, termasuk untuk menjernihkan air yang tercemar”. Inovasi ini membuka perspektif baru bagi masyarakat dalam mengelola limbah rumah tangga, mengubahnya dari sekadar sampah menjadi sumber daya yang berguna.

Program kegiatan ini dimulai dengan sesi sosialisasi yang komprehensif. Materi yang disampaikan mencakup pengelolaan limbah sayur dan buah-buahan yang dapat difermentasikan menjadi cairan serbaguna, penjelasan mendalam mengenai ecoenzym, manfaatnya, alat dan bahan yang dibutuhkan, hingga cara penggunaannya.

Tim KKNT-Inovasi IPB menggunakan poster informatif yang dibagikan kepada setiap tamu undangan untuk memastikan materi tersampaikan dengan baik. Media ini memungkinkan para peserta untuk membaca dengan detail dan menyimpan informasi tersebut sebagai panduan di kemudian hari.

Setelah sesi penyampaian materi dan tanya jawab yang interaktif, Tim KKNT-Inovasi IPB 2025 melakukan demonstrasi secara langsung kepada masyarakat Desa Muara yang hadir pada kegiatan ini.

Demonstrasi ini memberikan pengalaman praktis, menunjukkan langkah-langkah konkret dalam pembuatan ecoenzym, dan menghilangkan keraguan masyarakat untuk mencoba sendiri di rumah. Kegiatan ini ditutup dengan sesi dokumentasi bersama, yang mengabadikan momen kebersamaan dan semangat kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat desa.

Penyampaian materi pemanfaatan dan penggunaan ecoenzym untuk lingkungan disampaikan langsung oleh Berlyn. Ia mengungkapkan, tujuan utama program kerja ini adalah memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat, serta menumbuhkan kesadaran bahwa limbah rumah tangga dapat diubah menjadi hal yang bermanfaat.

Program ini diharapkan dapat menjadi permulaan dalam perubahan perilaku masyarakat mengelola limbah, menuju gaya hidup yang lebih ramah lingkungan.

Sosialisasi ini mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat Desa Muara. Hal ini terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan selama sesi diskusi. Tingginya rasa ingin tahu dan keinginan mereka untuk segera mempraktikkan pengolahan limbah menjadi ecoenzym menunjukkan bahwa program ini berhasil memotivasi masyarakat.

Dukungan penuh dari masyarakat dan pemerintah desa ini menjadi modal utama agar upaya ini dapat memberikan dampak positif dan berkelanjutan. Sosialisasi dan demonstrasi pembuatan ecoenzym ini bertujuan mewujudkan Desa Muara yang subur dan bebas dari permasalahan air tak layak konsumsi.

Tim KKNT-Inovasi IPB berharap program ini dapat menjadi contoh nyata bagaimana masyarakat Des Muara dapat mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

KL
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.