gerakan akar tangguh penanaman bersama masyarakat desa gunungkaramat dan kknt ipb university - News | Good News From Indonesia 2025

Gerakan Akar Tangguh: Penanaman Bersama Masyarakat Desa Gunungkaramat dan KKNT IPB University

Gerakan Akar Tangguh: Penanaman Bersama Masyarakat Desa Gunungkaramat dan KKNT IPB University
images info

Gerakan Akar Tangguh: Penanaman Bersama Masyarakat Desa Gunungkaramat dan KKNT IPB University


Pada tanggal 23 Juli 2025, tim KKNT Inovasi IPB University melaksanakan kegiatan penanaman di Tybar, Desa Gunungkaramat, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi. Kegiatan penanaman ini merupakan bagian dari program kerja kolaboratif bersama Universitas Nusa Putra dan dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Kepala Desa Gunungkaramat, Kepala Dusun Desa Gunungkaramat, Ketua Gapoktan Desa Gunungkaramat, masyarakat setempat, serta mahasiswa tim KKNT IPB University dan Universitas Nusa Putra.

Program yang diberi nama ‘Gerakan Akar Tangguh’ ini memiliki tujuan yaitu untuk menanggulangi risiko bencana yang dapat terjadi akibat pergeseran tanah. Oleh karena itu, pemilihan lokasi penanaman dipertimbangkan dengaan maksud agar dapat mengurangi potensi bencana dan memiliki daya dukung dalam mengembangkan sektor agroforestri di wilayah tersebut.

Desa Gunungkaramat, khususnya di kampung Jayamekar, mengalami dampak serius dari pergeseran tanah pada tahun 2024. Bencana ini merugikan puluhan unit rumah, merusak jalan umum, dan menyebabkan kerugian besar bagi masyarakat desa.

Sebagai tanggapan, dilakukan relokasi ke kampung Citiis. Dengan latar belakang tersebut, tim KKNT IPB University merumuskan program kerja KKN Tematik Inovasi dengan tema agroforestri sebagai solusi yang tidak hanya memberikan perlindungan terhadap risiko bencana, tetapi juga memberikan dampak positif bagi sektor pertanian lokal.

Agroforestri merupakan sistem manajemen lahan yang menggabungkan tanaman kayu dan tanaman pertanian dalam satu area untuk meningkatkan produktivitas lahan, serta keberlanjutan lingkungan.

Sebanyak 215 bibit pohon mahoni dan damar sebagai tanaman kayu serta 35 bibit alpukat, durian, dan jeruk untuk tanaman buah ditanam oleh tim KKNT dan masyarakat Desa Gunungkaramat.

Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari Cabang Dinas Kehutanan Wilayah III Provinsi Jawa Barat, yang menjadi wujud sinergi antara dunia akademik, pemerintahan, dan masyarakat dalam melaksanakan kegiatan yang berdampak langsung terhadap kelestarian lingkungan. Kepala Desa Gunungkaramat, Bapak Subaeta, menyampaikan apresiasi secara langsung atas pelaksanaan kegiatan ini.

"Kami dari pihak desa sangat menghargai kegiatan ‘Gerakan Akar Tangguh’. Seperti yang kita lihat hari ini, wilayah Desa Gunungkaramat memang tergolong rawan longsor, khususnya di area bekas kebun teh Tybar yang memiliki kontur tanah yang mudah bergeser dan kekurangan vegetasi penahan,” ujar beliau di hadapan peserta dan tamu undangan.

Gerakan Akar Tangguh bukan hanya sekadar simbolis penanaman pohon, melainkan juga wujud kepedulian generasi muda terhadap kondisi lingkungan dan masa depan masyarakat desa. Mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan ini tidak hanya turun langsung untuk menanam, tetapi juga berdiskusi dengan masyarakat mengenai kondisi geografis daerah tersebut, potensi bencana, serta peluang pengembangan komoditas pertanian lokal yang dapat dikembangkan di wilayah tersebut.

Kegiatan ini turut menjadi momentum penting untuk membangun kesadaran kolektif bahwa pelestarian lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau pihak tertentu, tetapi merupakan tanggung jawab bersama. Dalam hal ini, semangat gotong royong terasa nyata, di mana semua pihak terlibat aktif dalam upaya melestarikan dan menjaga kelestarian alam demi masa depan yang lebih aman.

Dengan melibatkan masyarakat, mahasiswa, serta pemerintah desa, kegiatan ini juga membuka ruang bagi dialog antara pihak desa, petani, dan pemangku kebijakan tentang pentingnya pengelolaan ruang yang adaptif terhadap perubahan iklim dan bencana alam.

Hal ini sangat relevan dengan kondisi geografis Desa Gunungkaramat yang rawan terhadap bencana pergeseran tanah. Dengan adanya inisiatif seperti Gerakan Akar Tangguh, diharapkan Desa Gunungkaramat dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam pengembangan desa tangguh bencana berbasis partisipasi aktif dan inovasi lokal yang berkelanjutan.

Kegiatan ini diharapkan tidak hanya memberikan manfaat dalam jangka pendek, tetapi juga menjadi langkah awal menuju masa depan yang lebih aman, lestari, dan sejahtera.

Melalui kegiatan yang melibatkan banyak pihak ini, diharapkan dapat terbangun kesadaran tentang pentingnya upaya mitigasi bencana yang berbasis pada pengelolaan lingkungan yang baik.

Bibit yang ditanam pada hari ini, meskipun terlihat sederhana, diharapkan akan tumbuh menjadi penopang masa depan yang lebih aman bagi masyarakat Desa Gunungkaramat, serta berfungsi sebagai langkah awal dalam menciptakan keberlanjutan wilayah berbasis agroforestri yang lebih kuat dan tangguh.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

KS
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.