Jika Kawan GNFI berada di Nusa Tenggara Barat baik untuk keperluan bisnis maupun liburan, tak ada salahnya mencicipi ragam sajian sedap di pulau ini. Makanan khas Nusa Tenggara Barat (NTB) mempunyai karakteristik yang mirip dengan masakan khas Bali, terutama dari penggunaan rempah dan cita rasanya yang tajam dan cenderung pedas.
Meski wilayahnya luas dan punya puluhan kuliner yang layak dicicipi, sayangnya kebanyakan orang baru familiar dengan ayam taliwang. Padahal kuliner khas Nusa Tenggara Barat tidak hanya berasal dari Lombok, tetapi juga mencakup hidangan unik yang tersebar di daerah Sumbawa, Bima, hingga Dompu.
Dinas Pariwisata NTB menjelaskan melalui laman resminya bahwa variasi rasa dan gaya kuliner khas NTB yang begitu beragam dan kaya dipengaruhi oleh penggunaan bahan lokal segar dan pengaruh budaya sejumlah kelompok etnis seperti Sasak di Lombok serta Samawa dan Mbojo di Sumbawa.
Bagi Kawan yang akan mengunjungi NTB dalam waktu dekat, berikut disajikan 15 rekomendasi makanan khas NTB yang sebaiknya Kawan GNFI coba. Simak sampai habis, ya!
Apa Ciri Khas Makanan Nusa Tenggara Barat?
Sebelum menggeledah daftar sajiannya, mari kita kenali ciri khas makanan Nusa Tenggara Barat. Dikutip dari laman resmi Dinas Kebudayaan NTB, berikut di antaranya:
- Menggunakan rempah yang banyak membuat rasanya berani dan khas.
- Menggunakan bahan-bahan lokal seperti makanan laut segar, daging, dan sayuran.
- Terkenal akan rasa pedas, baik untuk upacara maupun makanan sehari-hari.
- Teknik memasak cenderung fokus pada metode sederhana, tetapi bermakna. Menyimbolkan hubungan mendalam antara masyarakat dan lingkungan tempat tinggalnya.
- Membawa cerita tentang tradisi dan kebersamaan
Daftar Makanan Khas Nusa Tenggara Barat yang Wajib Dicoba
Berikut daftar makanan khas Nusa Tenggara Barat (NTB) yang populer dan enak serta wajib untuk Kawan coba jika tengah mengunjungi daerah indah tersebut:
1. Ayam Taliwang
Ayam bakar taliwang khas Lombok | Foto oleh Midori - Wikimedia
Kawan GNFI pasti sudah tidak asing lagi dengan makanan khas NTB yang satu ini. Ayam taliwang merupakan salah satu hidangan populer khas Lombok, NTB.
Kuliner ikonik Lombok ini menurut jurnal berjudul Eksplorasi Citra Rasa Ayam Taliwang Khas Nusa Tenggara Barat melalui Komunikasi Antarbudaya, berkaitan erat dengan masyarakat Karang Taliwang dan sejarah di Kerajaan Majapahit.
Dinas Pariwisata NTB menjelaskan lebih rinci mengenai sejarah ayam taliwang. Pada abad ke-16, pasukan Kerajaan Taliwang dari Sumbawa dikirim ke Lombok untuk menjadi penengah saat terjadi perang antara Kerajaan Selaparang di Lombok dan Kerajaan Karangasem di Bali. Seorang juru masak membawa hidangan ayam taliwang ini dalam kunjungan tersebut.
Bahan utama ayam taliwang tentu daging ayam utuh dengan bumbu lezat dari jeruk limau, tomat, cabai merah keriting dan rawit, kencur, gula merah, terasi, tomat, bawang merah, dan bawang putih.
2. Plecing Kangkung
Plecing kangkung | Foto oleh Midori - Wikimedia.
Plecing kangkung adalah salah satu makanan khas NTB berbahan utama kangkung dan sambal tomat. Plencing kangkung sendiri sangat digemari oleh para pemburu kuliner karena memiliki cita rasa segar dan renyah. Dinas Pariwisata NTB juga menyebut bahwa hidangan sayur ini adalah pasangan serasi bagi ayam taliwang karena kaya serat.
Mengutip dari buku Produk Pangan Budaya Indonesia dan Tips Keamanan Pangan, bahan utamanya terdiri dari kangkung segar yang direbus, kemudian dihidangkan dengan sambal tomat. Tidak hanya sambel, makanan ini memiliki sayur pendamping kacang panjang, kacang tanah goreng, sayur tauge, atau urap.
Kangkung yang digunakan juga berbeda karena menggunakan kangkung air khas NTB yang terkenal memiliki batang yang lebih besar dan daun yang lebar.
3. Beberuk Terong
Makanan khas NTB yang bisa Kawan GNFI cicip berikutnya adalah beberuk terong. Sesuai dengan namanya, makanan ini dibuat dengan bahan dasar terong.
Melansir buku Ensiklopedia makanan Indonesia, terong yang digunakan merupakan jenis terong gelatik, terong bulat hijau atau ungu. Umumnya dikonsumsi mentah atau direbus, sehingga terong ini sering disebut terong lalap. Tidak hanya terong, beberuk juga menggunakan kacang panjang.
Cita rasanya yang segar sekaligus pedas membuat makanan khas NTB ini sangat pas disantap dengan seporsi ayam taliwang dan nasi hangat.
4. Sate Pusut
Kelaq sebie | Dokumentasi pribadi
Makanan khas NTB lainnya adalah sate pusut, sebuah hidangan sate khas Lombok yang terbuat dari daging sapi giling. Merujuk Jurnal Pro Food (Jurnal Ilmu dan Teknologi Pangan), sate pusut juga dapat dibuat dari bahan dasar ikan.
Bagi Kawan GNFI yang baru melihatnya, mungkin sate ini sekilas mirip dengan sate lilit khas Bali. Meskipun mirip, kedua sate tersebut memiliki perbedaan dari segi bumbu. Sebab menurut Jurnal Pro Food, sate pusut dicampur dengan parutan kelapa, santan, serta bumbu rempah-rempah lainnya.
Dinas Pariwisata NTB menyebut bahwa sajian kuliner khas NTB ini mempunyai rasa asap yang gurih karena dimasak dengan arang dan menjadi hidangan kesukaan masyarakat dalam acara perayaan.
5. Sayur Ares
Sayur Ares merupakan makanan khas NTB dari suku Sasak, Lombok, dan menurut Dinas Pariwisata NTB kerap dihidangkan dalam beragam acara tradisional dan perayaan di sana. Merujuk Jurnal Pro Food (Jurnal Ilmu dan Teknologi Pangan), sayur ares berbahan dasar batang pisang muda.
Biasanya, pohon yang dipilih adalah batang yang belum memiliki bunga pisang. Bahannya dimasak dengan santan dan bumbu rempah-rempah khas NTB, sehingga bumbu masakan sayur ares cukup mirip dengan bumbu kare.
Makanan khas NTB ini diperkenalkan dalam buku anak karya R.A. Laksmi Manohara berjudul “Semangkuk Sayur Ares”.
6. Kelaq Sebie
Kelaq sebie | Dokumentasi pribadi
Apabila Kawan GNFI ingin menikmati makanan khas NTB dengan cita rasa pedas, kelaq sebie layak untuk dicoba.
Jika merujuk pada Kamus Sasak Indonesia 1985, kata ‘kelaq’ sendiri digunakan oleh masyarakat NTB untuk menyebut masakan berkuah atau sayur. Sementara ‘sebie’ memiliki arti cabai. Sehingga bila digabungkan, kelaq sebie memiliki arti sayur cabai. Namun, mengintip jurnal yang dipublikasi Bioscientist : Jurnal Ilmiah Biologi, kata ‘sebie’ adalah nama ilmiah cabai.
Kelaq sebie sering disebut sebagai makanan khas NTB terpedas karena menggunakan bahan dasar cabai yang sangat banyak. Bahan pelengkap lainnya seperti terong, ikan tongkol dan kacang panjang.
7. Kelaq Lebui
Kelaq labui | sumber: dokumentasi pribadi
Kelaq lebui adalah salah satu makanan khas NTB yang menggunakan bahan dasar kedelai hitam.
Merujuk dari buku Kuliner Khas Pulau Lombok, kedelai hitam ini direbus dengan cabai rawit, daun kemangi, dan tomat. Aroma yang harum dan rasanya yang enak membuat kelaq lebui menjadi salah satu makanan paling favorit di Nusa Tenggara Barat.
Laman Visit Indonesia menjelaskan bahwa kelaq lebui kerap dihidangkan sebagai makanan pelengkap atau juga makanan sehari-hari. Kawan dapat menemukannya di sejumlah warung makan tradisional, pasar malam, atau juga dijual oleh pedagang kaki lima di Lombok.
8. Kelaq Kelor
Kelaq kelor | sumber: dokumentasi pribadi
Kelaq kelor merupakan makanan khas NTB yang dibuat menggunakan daun kelor dan dimasak menjadi sayur bening.
Mengutip dari Jurnal Agrisia, daun kelor yang biasa dikenal sebagai The Miracle Tree karena memiliki khasiat sebagai obat. Selain digunakan bahan masakan, daun kelor umumnya juga dijadikan pohon hias, serta digunakan untuk memandikan mayat atau pengusir roh halus.
Namun, daun kelor dapat diolah menjadi makanan khas NTB yang sangat menggugah selera. Apalagi jika disajikan dengan nasi putih hangat dan sambal terasi khas NTB.
9. Ayam Rarang
Selain ayam taliwang, ada ayam rarang sebagai salah satu menu yang tidak boleh dilewatkan. Ayam rarang sendiri adalah makanan khas NTB yang menggunakan bahan dasar ayam kampung. Mengutip buku Kuliner Khas Pulau Lombok, ayam rarang berasal dari daerah di Lombok Timur, yakni Desa Rarang.
Memang sekilas, tampilan ayam rarang tampak pedas karena berlumur bumbu sambal dan ditaburi cabai rawit. Namun, cita rasa ayam rarang tidak sepedas penampilannya. Rasanya sangat segar dan menggugah selera
10. Bebalung
Bebalung | Sumber: Dokumentasi pribadi
Makanan khas NTB lainnya adalah bebalung yang berasal dari Lombok. Sajian ini merupakan olahan iga sapi atau iga kerbau yang dimasak, seperti soto, tetapi menggunakan bumbu khusus.
Mengutip dari Indonesia Kaya, usut punya usut,kata “bebalung' dalam bahasa Sasak memiliki arti “tenaga”. Diberi nama demikian karena hidangan khas NTB ini dipercaya dapat menambah vitalitas dan membuat penikmatnya semakin bertenaga.
Sajian bebalung sebagai makanan khas NTB kerap menjadi hidangan berbagai tradisi masyarakat Pulau Lombok. Mengutip dari buku Kearifan Sosial Masyarakat Lombok dalam Tradisi Lokal, bebalung salah satunya disediakan saat Kepaten, yakni upacara kematian.
11. Singang
Dikutip dari situs Dinas Pariwisata NTB, singang merupakan hidangan sup khas Sumbawa yang berbahan dasar ikan laut segar yang direbus dengan bumbu. Ikan yang biasa digunakan yakni jenis kakap putih atau cakalang.
Singang kerap disajikan bersama nasi putih dan memiliki rasa kuah yang segar serta sedikit rasa pedas karena dicampur dengan jahe, kunyit, cabai, dan bawang merah.
12. Sepat
Selain singang, ada juga olahan sup ikan lain dari Sumbawa yang diberi nama sepat. Dinas Pariwisata NTB menyebut sepat merupakan sajian segar yang memiliki kuah dengan cita rasa asam, pedas, dan gurih.
Jika singang menggunakan jenis ikan kakap putih atau cakalang, sepat biasanya terbuat dari jenis kakap merah. Ikan tersebut kemudian diberi bumbu cabai, bawang merah, bawang putih, dan asam jawa Sumbawa. Hidangan ini juga kerap dihias dengan kemangi dan terong.
13. Poteng Jaje Tujak
Jika namanya diartikan satu per satu, kata "poteng" merujuk pada nasi ketan hasil fermentasi yang memiliki rasa asam manis, sementara "jaje tujak" merupakan nasi ketan yang dihaluskan dengan cara ditumbuk lalu dipadatkan sehingga punya tekstur kenyal dengan rasa gurih.
Kombinasi dua nasi ketan yang diolah dengan cara berbeda tersebut menciptakan cita rasa yang unik. Makanan khas Lombok ini menjadi simbol kebersamaan komunitas Lombok dan biasanya disajikan saat terdapat perayaan seperti Lebaran (Dinas Pariwisata NTB, 2024).
14. Sate Bulayak

15 Makanan Khas Nusa Tenggara Barat (NTB), Ada Sate Bulayak yang Enak dan Pedas! | Dinas Pariwisata Provinsi NTB
Selain sate pusut, ada juga olahan sate lain yang menjadi makanan khas Lombok. Sajian ini diberi nama sate bulayak.
Sate bulayak terbuat dari daging sapi atau ayam yang dipotong kecil, kemudian ditusuk dan dipanggang dengan arang, menciptakan cita rasa kaya dan unik. Sate ini didampingi sambal pedas yang dibuat dari kombinasi cabai, bawang merah, dan rempah-rempah yang menambah sensasi gurih dan pedas.
Selain sambal, sate bulayak juga kerap disajikan bersama nasi yang dibungkus dengan daun kelapa. Makanan ini cocok untuk acara santai bersama keluarga dan sahabat (Dinas Pariwisata NTB, 2024).
15. Pangaha Kahangga
Kenyang dengan beragam makanan utama, mari bahas camilan khas dari Nusa Tenggara Barat, tepatnya kuliner khas Bima.
Dinas Pariwisata NTB menerangkan bahwa pangaha kahangga dalam bahasa lokal memiliki makna "retak". Hidangan ini biasanya cocok untuk disajikan dalam beragam acara, serta juga bisa disantap untuk camilan harian.
Makanan tersebut dibuat dari bahan dasar tepung, telur, gula, dan garam yang kemudian dicetak menggunakan tempurung kelapa dengan tiga hingga empat lubang. Dari situ, tekstur unik pangaha kahangga muncul.
Perbedaan Kuliner Lombok, Sumbawa, dan Bima
Makanan khas Nusa Tenggara Barat (NTB) memiliki ciri khas yang membedakan antara satu daerah dengan daerah lain. Dilihat dari ragam contoh hidangannya, berikut perbedaan kuliner Lombok, Sumbawa, dan Bima:
- Baik makanan utama hingga sayur pendamping, kuliner khas Lombok dominan dengan cita rasa pedas dan gurih, seperti namanya.
- Makanan khas Sumbawa didominasi rasa gurih dan banyak menggunakan bahan dasar daging seperti daging ikan dan sapi.
- Bima punya banyak olahan camilan/makanan penutup dan di samping sebagai santapan harian, makanannya banyak dipakai untuk acara budaya dan perayaan tertentu, menghidupkan warisan kuliner khasnya.
Makanan khas Nusa Tenggara Barat adalah bagian dari identitas budaya masyarakat Sasak, Samawa, dan Mbojo. Yuk, Kawan hidupkan warisan kuliner yang kaya dengan langkah yang berarti, yakni dengan mencoba hidangan khas di atas saat berkunjung ke NTB!
Informasi dalam artikel ini telah diperbarui pada tanggal 7 Agustus 2026 pukul 22:42 WIB.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


