Kawan GNFI, lirik lagu “Nona Ambon pica-pica, Nona NTT Linca-linca...” yang viral di media sosial belakangan ini selalu terngiang-ngiang di benak Kawan.
Berbicara tentang musik, tahukah Kawan GNFI bahwa Ambon, Maluku ternyata telah diakui sebagai ‘City of Music’ atau ‘Kota Musik’ oleh UNESCO sejak 2019.
Mengutip dari tempo.co, komitmen Ambon untuk menempatkan budaya sebagai inti dari strategi pembangunan mereka khususnya sebagai Kota Musik Dunia, merupakan hasil kerja keras antara pemerintah dan seluruh masyarakatnya untuk menjadikan musik sebagai sarana pemersatu yang tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari mereka.
Ambon memang selalu memukau bahkan dalam kehidupan masyarakat kotanya selalu menjadikan musik merupakan bagian yang tidak terpisahkan.
Berkat musikalitasnya yang tinggi, Ambon telah melahirkan banyak musisi terkenal di Tanah Air dan Internasional, seperti Glenn Fredly, Ruth Sahanaya, Hamdan Atamimi, Benny Likumahuwa, Bob Tutupoly, Rido Slank, dan Daniel Sahuleka.
Penetapan Ambon sebagai ‘City of Music’ oleh UNESCO
Data UNESCO menyebutkan bahwapada tanggal 31 Oktober 2019, mengukuhkan Ambon sebagai Kota Musik atau ‘City of Music’, bersanding dengan 65 Kota Musik lainnya di seluruh dunia. Ambon, yang terletak di Maluku, ditetapkan sebagai Kota Kreatif dalam kategori Musik.
Pemilihan Ambon sebagai Kota Kreatif bukanlah tanpa alasan, mengingat banyaknya infrastruktur yang mendukung penyediaan sumber daya manusia khususnya di bidang musik.
Pembangunan gedung pertunjukan seni seperti Air Mancur Menari di Taman Pattimura, pun turut menjadi ikonik bahkan dijadikan simbol ibu kota Ambon sebagai Kota Musik Dunia.
Kriteria kota-kota kreatif yang dipilih oleh UNESCO ini adalah kota mampu menjadikan budaya bukan sekadar pelengkap, tetapi dapat berkontribusi pada kemajuan dalam inovasi politik dan sosial di negara masing-masingnya termasuk kota Ambon di Indonesia.
Baca juga: Sandiaga Uno Ingin Ambon Jadi Episentrum Musik Dunia, Bagaimana Caranya?
Ambon dan Peran Musik dalam Mendorong Sosial Ekonomi
Dilansir dari laman UNESCO, kota Ambon di wilayah Maluku, Indonesia Timur ini menjadikan musik tidak hanya sebagai sumber hiburan, melainkan sebagai bagian dari gaya hidup.
Selain berperan dalam sektor pariwisata, musik di Ambon menjadi salah satu sumber utama lapangan kerja yang mendorong pertumbuhan ekonomi bagi kota ini, dengan kontribusi lebih dari US$ 700.000 setiap tahunnya.
Di berbagai kegiatan sehari-hari, festival, dan saat liburan, musik di wilayah Ambon selalu menjadi pusat perhatian untuk menemani setiap aktivitas yang berlangsung, dan hampir 90% masyarakat Ambon menjalin hubungan yang erat antara musik dan kota mereka.
Budaya musik yang mendalam di Ambon telah menghasilkan banyak musisi yang aktif mempromosikan karya-karya mereka baik di tingkat nasional maupun internasional melalui berbagai acara seperti Konferensi Musik Indonesia, Simposium Musik Nasional, dan Konvensi Musik Internasional Amboina.
Dampak nyata industri musik dari para musisi, penulis lagu, dan produser berbakat di Ambon, berdampak pada pembentukan peraturan dan dasar pembuatan kebijakan yang baru.
“Peraturan Daerah tentang Musik Kreatif” merupakan salah satu kebijakan terbaru yang mendukung promosi musik di lingkungan setempat serta penyelenggaraan acara musik.
Hal ini bertujuan untuk menjamin bahwa karya musik dan legalisasinya menjadi lebih sah dengan harapan dapat menciptakan industri musik yang adil dan bersemangat.
Inisiatif baru dalam memberdayakan suara generasi muda dan merumuskan strategi pembangunan kota melalui musik berdasarkan Agenda PBB 2030 memberikan fondasi yang kuat bagi Ambon melalui program 'Kota Musik Ambon' yang memastikan kelangsungan dan keberlangsungan program tersebut.
Bukan hanya sekadar festival, tetapi juga memberikan peluang bagi musisi dan komunitas musik untuk berkolaborasi, membahas regulasi musik, dan berbagi tradisi baik di tingkat lokal maupun internasional.
Dengan demikian, Kawan GNFI, kota Ambon setelah resmi memperoleh status ‘Kota Musik UNESCO,’ secara tidak langsung dapat menjadi tanggung jawab berat bagi pemerintah serta para pemangku kepentingan lainnya untuk menjaga predikat ini.
Tetap berkarya dan berdampak positif, bangun ekosistem kota kreatif dunia, dan tariklah investor musik untuk terus memajukan industri musik di Tanah Air, khususnya di “City of Music,” Ambon, Maluku.
Musik tak kenal batas, musik bagian dari budaya!
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


