mengapa perayaan iduladha di arab saudi lebih meriah dibanding indonesia - News | Good News From Indonesia 2025

Mengapa Perayaan Iduladha di Arab Saudi Lebih Meriah Dibanding Indonesia?

Mengapa Perayaan Iduladha di Arab Saudi Lebih Meriah Dibanding Indonesia?
images info

Mengapa Perayaan Iduladha di Arab Saudi Lebih Meriah Dibanding Indonesia?


Perayaan Iduladha di Arab Saudi ternyata lebih meriah dibandingkan di Indonesia. Di Indonesia, umumnya perayaan Idulfitri digelar lebih ramai. Ditambah lagi dengan waktu cuti dan libur yang lebih panjang, hingga masyarakat berbondong-bondong untuk mudik ke kampung halaman masing-masing. Belum lagi berbagai dekorasi yang menghiasi rumah-rumah dan jalanan di kampung-kampung.

Sementara itu, di Arab Saudi, euforia Iduladha justru lebih meriah karena tepat dengan pelaksanaan haji. Bukan hanya warga setempat, ribuan hingga jutaan kepala dari seluruh belahan bumi berada di sana untuk beribadah haji dan berziarah ke makam Nabi Muhammad SAW. di Madinah.

Dalam tradisi Arab, Iduladha lumrah disebut dengan Idul Kubra atau Hari Raya Besar. Sebaliknya, Idulfitri dikenal sebagai Idul Sughra atau Hari Raya Kecil. Meskipun demikian, masyarakat Arab juga tetap merayakan Idulfitri dengan khidmat.

Sama seperti di Indonesia, Arab Saudi juga memberlakukan libur nasional selama Iduladha. Toko-toko di sana tutup selama 3-4 hari karena masyarakatnya akan merayakan Iduladha bersama dengan keluarga dan kerabat dekat mereka.

baca juga

Arab Saudi Distribusikan Hewan Kurban ke Negara Lain

Saat Iduladha, jumlah hewan yang akan dikurbankan di Arab Saudi sangat banyak—mencapai lebih dari satu juta hewan, termasuk domba, sapi, hingga unta. Kerajaan bahkan mengimpor sapi dari negara lain untuk memenuhi kebutuhan.

Tak hanya itu, Arab Saudi rutin mengirimkan daging kurban kepada umat Islam dengan ekonomi yang lemah sejak 2003. Puluhan negara juga sudah menandatangani nota kesepahaman dengan Kerajaan Arab tentang distribusi daging kurban.

Melansir dari berbagai sumber, Arab Saudi sering mengirimkan daging kurban ke negara-negara di Afrika. Pemerintah Arab Saudi juga menggunakan teknologi tinggi untuk menjaga kehigenisan daging kurban yang akan diterbangkan ke berbagai negara itu.

Seluruh biaya, mulai dari penyembelihan hingga pengiriman ditanggung oleh pemerintah dengan dukungan Islamic Development Bank. Selain itu, melalui Saudi Project for Utilization of Hajj Meat atau Adahi, seluruh daging kurban yang didistribukan dipastikan sudah memenuhi syariat Islam.

Kawan GNFI, Kerajaan Arab juga pernah mengirimkan daging kurban untuk Indonesia. Tahun 2018 silam, untuk pertama kalinya Arab Saudi memberikan daging kurban kepada umat Muslim Indonesia. Tahun 2023, 187.500 kg daging juga diterbangkan ke tanah air oleh pemerintah Arab Saudi. Keren, ya!

Mengapa Iduladha Seharusnya Lebih Meriah dari Idulfitri?

Melalui keterangan mendiang Prof. H. Abdullah Syah, M.A., Ketua MUI Sumatra Utara yang diterbitkan di laman Kementerian Agama, dijelaskan beberapa sebab mengapa Iduladha “seharusnya” lebih meriah dibanding Idulfitri.

Saat Iduladha, umat Islam yang tengah berhaji berkumpul di Padang Arafah, Arab Saudi, melantunkan nama-nama Allah SWT di tempat di mana Nabi Adam dan Hawa bertemu. Di sisi lain, umat Muslim yang tidak berhaji beramai-ramai menyembelih hewan kurban untuk dibagikan kepada mereka yang membutuhkan. Hal ini dilakukan juga sebagai wujud keteladanan Nabi Ibrahim AS. yang ikhlas tanpa pamrih untuk mengorbankan putranya, Nabi Ismail AS. atas perintah Allah SWT.

Gema takbir selama Iduladha juga lebih lama dibandingkan Idulfitri. Jika saat Idulfitri takbir dikumandangkan di malam sebelum hari raya hingga pagi hari menjelang salat Id, maka takbir saat Iduladha mulai dilantunkan sesaat setelah salat subuh di tanggal 9 Zulhijah hingga waktu ashar pada 13 Zulhijah.

Bukan hanya itu, saat Iduladha, takbir juga terus dikumandangkan usai salat, baik fardu maupun sunnah. Takbir ini dinamakan takbir muqayyad. Umat Muslim juga sangat dianjurkan untuk terus melantunkan kalimat suci ini sepanjang 9-13 Zulhijah, sesuai dengan apa yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW.

Menariknya, bukan hanya Arab Saudi yang merayakannya dengan meriah, melebihi Idulfitri. Masyarakat di berbagai negara dengan mayoritas Muslim juga merayakan Iduladha lebih meriah. Moroko misalnya.

Melalui laman milik Muhammadiyah, dijelaskan bahwa menjelang Iduadha, pasar-pasar dan toko akan tutup. Masyarakat umumnya akan mulai menimbun bahan makanan dua minggu sebelum Iduladha.

Di Afghanistan, para wanita akan mempercantik diri mereka dengan menghias tangan dengan henna. Sementara itu, di Pakistan, hewan kurban akan “didandani” dengan berbagai aksesoris warna-warni.

Setiap negara memiliki tradisi perayaan Iduladha yang unik. Momen Iduladha dapat dijadikan refleksi bagi seluruh umat Muslim di dunia untuk senantiasa meniru kepatuhan dan keikhlasan Nabi Ibrahim AS. dalam melaksanakan perintah Allah SWT.

baca juga

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Firda Aulia Rachmasari lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Firda Aulia Rachmasari.

FA
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.