fakta jeruk nipis buah yang bisa hilangkan bau amis daging - News | Good News From Indonesia 2025

Fakta Jeruk Nipis, Buah yang Bisa Hilangkan Bau Amis Daging

Fakta Jeruk Nipis, Buah yang Bisa Hilangkan Bau Amis Daging
images info

Fakta Jeruk Nipis, Buah yang Bisa Hilangkan Bau Amis Daging


Bau amis pada daging kurban sering menjadi keluhan masyarakat saat perayaan Iduladha. Salah satu bahan alami yang banyak digunakan untuk mengatasi masalah ini adalah jeruk nipis.

Namun, seberapa efektif jeruk nipis dalam menghilangkan bau amis? Simak penjelasan dari Dr. Tuti Suryati, Pakar Teknologi Hasil Ternak dari IPB University berikut ini.

Jeruk Nipis: Tanaman Asam yang Kaya Manfaat

Jeruk nipis (Citrusaurantiifolia) adalah buah citrus berukuran kecil dengan kulit berwarna hijau kekuningan saat matang. Buah ini memiliki ciri fisik berupa bentuk bulat dengan diameter sekitar 3–6 cm, kulit tipis, dan daging buah yang sangat asam karena kandungan asam sitrat yang tinggi.

Di Indonesia, jeruk nipis tersebar luas di berbagai daerah, terutama di wilayah tropis seperti Jawa, Sumatera, Bali, dan Sulawesi. Tanaman ini mudah tumbuh di dataran rendah maupun tinggi, sehingga banyak dibudidayakan untuk keperluan rumah tangga maupun industri.

Penyebab Bau Amis pada Daging 

Menurut Dr. Tuti, bau amis pada daging umumnya disebabkan oleh reaksi pembusukan protein dan lemak akibat kontaminasi bakteri seperti Aeromonas, Enterococcus, Acinetobacter, dan Pseudomonas. 

Kontaminasi ini dapat terjadi melalui sisa darah pada daging, peralatan pemotongan yang tidak steril, atau tangan manusia yang tidak bersih.

Selain bakteri, proses oksidasi lemak juga berkontribusi terhadap bau tak sedap. Enzim lipase—baik yang berasal dari daging itu sendiri maupun dari bakteri—dapat memicu hidrolisis lemak, yang kemudian teroksidasi dan menghasilkan bau tidak enak.

baca juga

Efektivitas Jeruk Nipis dalam Menghilangkan Bau Amis

Jeruk nipis mengandung asam sitrat dan askorbat, yang dapat menurunkan pH daging sehingga menghambat pertumbuhan bakteri pembusuk.

Namun, Dr. Tuti mengingatkan bahwa efektivitasnya terbatas jika daging sudah mulai membusuk. Selain itu, penggunaan jeruk nipis berlebihan dapat mengubah rasa alami daging.

"Bahan asam seperti jeruk nipis, lemon, atau cuka memang membantu, tetapi tidak bisa diandalkan sebagai solusi utama jika daging sudah terkontaminasi parah," jelasnya.

Tips Penanganan Daging Kurban yang Higienis

Agar daging kurban tetap segar dan bebas bau amis, Dr. Tuti menyarankan langkah-langkah berikut:

1. Saat Penyembelihan

  • Pastikan darah keluar sempurna untuk mengurangi risiko kontaminasi. 
  • Gunakan peralatan bersih dan hindari kontaminasi dari tangan atau lingkungan yang tidak steril.

2. Jika Daging Akan Segera Dimasak

  • Cuci daging dengan air mengalir untuk menghilangkan kotoran.
  • Masak hingga suhu internal mencapai 70–80°C (15–30 menit untuk ayam, 30–60 menit untuk sapi/domba).
  • Gunakan bumbu rempah kaya antioksidan seperti bawang putih, merica, ketumbar, atau kayu manis untuk menetralisir bau.

3. Jika Daging Akan Disimpan

  • Bilas dengan air matang setelah dicuci.
  • Keringkan permukaan daging dengan tisu bersih.
  • Simpan di kulkas terlebih dahulu sebelum dibekukan di freezer.
  • Saat akan digunakan, cairkan perlahan di kulkas selama 24 jam untuk menjaga tekstur.

Jeruk nipis dapat membantu mengurangi bau amis pada daging kurban, tetapi pencegahan sejak awal melalui penanganan higienis jauh lebih penting. Penggunaan rempah-rempah antioksidan dan teknik penyimpanan yang tepat juga turut menjaga kualitas daging.

"Yang terpenting adalah kebersihan sejak proses penyembelihan hingga distribusi daging," tegas Dr. Tuti. Dengan demikian, daging kurban yang dibagikan tetap segar, lezat, dan aman dikonsumsi. 

baca juga

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Firdarainy Nuril Izzah lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Firdarainy Nuril Izzah.

FN
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.