ular naga mainan tradisional untuk media pembelajaran madrasah - News | Good News From Indonesia 2025

Ular Naga, Mainan Tradisional untuk Media Pembelajaran Madrasah

Ular Naga, Mainan Tradisional untuk Media Pembelajaran Madrasah
images info

Ular Naga, Mainan Tradisional untuk Media Pembelajaran Madrasah


Kawan, mari kita bahas bersama mengenai salah satu permainan tradisional Indonesia yang sangat bermanfaat jika digunakan sebagai media pembelajaran di sekolah, yaitu permainan ular naga.

Permainan ini tidak hanya menyenangkan, tetapi juga kaya akan nilai edukatif, khususnya dalam pembelajaran membaca cerita rakyat pada materi seni budaya di MI Nurul Ulum Pegiringan.

Permainan ular naga merupakan salah satu permainan tradisional yang sangat populer di kalangan anak-anak Indonesia. Permainan ini biasanya dimainkan secara berkelompok, terdiri dari minimal lima hingga sepuluh orang.

Dua orang bertindak sebagai “gerbang” dengan cara berhadapan dan saling berpegangan tangan diangkat tinggi, membentuk terowongan. Sementara itu, pemain lain berbaris memegang pundak teman di depannya, membentuk barisan panjang menyerupai ular naga.

baca juga

Barisan ini kemudian berjalan berkeliling dan masuk keluar terowongan sambil menyanyikan lagu “Ular Naga”.

Ketika lagu selesai dinyanyikan, gerbang akan menurunkan tangan dan menangkap salah satu pemain yang sedang berada di bawah terowongan. Pemain yang tertangkap kemudian diberi tugas, misalnya menjawab pertanyaan atau membaca bagian cerita rakyat yang telah disiapkan guru.

Setelah itu, pemain yang tertangkap dapat menggantikan posisi sebagai gerbang, sehingga semua peserta mendapat giliran dan pengalaman yang sama.

Permainan Ular Naga sebagai Media Pembelajaran Membaca Cerita Rakyat

Kawan, di MI Nurul Ulum Pegiringan, ular naga sangat relevan digunakan sebagai media pembelajaran membaca cerita rakyat pada materi seni budaya. Permainan ini dapat dikombinasikan dengan aktivitas membaca, di mana setiap anak yang tertangkap oleh gerbang akan diminta membaca bagian cerita rakyat yang telah disiapkan.

Dengan demikian, pembelajaran tidak hanya berlangsung di dalam kelas, tetapi juga di luar ruangan, sehingga suasana belajar menjadi lebih segar dan menyenangkan.

Melalui metode ini, anak-anak tidak hanya belajar membaca, tetapi juga memahami isi cerita rakyat yang kaya akan nilai moral dan budaya. Cerita rakyat yang dipilih bisa disesuaikan dengan tema pembelajaran seni budaya, misalnya legenda asal-usul daerah, dongeng pahlawan, atau cerita rakyat yang mengandung pesan kebaikan.

Guru dapat membagi cerita menjadi beberapa bagian, lalu setiap bagian dibaca oleh siswa yang tertangkap dalam permainan. Hal ini akan melatih kemampuan membaca, pemahaman isi bacaan, serta keberanian siswa untuk tampil di depan teman-temannya.

baca juga

Manfaat Permainan Ular Naga dalam Pembelajaran

Permainan ular naga memiliki berbagai manfaat yang sangat mendukung proses pembelajaran di MI Nurul Ulum Pegiringan, antara lain:

1. Meningkatkan Kemampuan Motorik Permainan: ini melibatkan aktivitas fisik seperti berjalan, berlari, dan bergerak secara teratur, sehingga mampu melatih dan mengembangkan motorik kasar anak.

2. Meningkatkan Minat dan Motivasi Belajar Kegiatan: belajar yang dikemas dalam bentuk permainan akan membuat siswa lebih antusias dan termotivasi untuk mengikuti pembelajaran. Suasana belajar menjadi lebih hidup dan menyenangkan.

3. Mengembangkan Kemampuan Sosial dan Kerja Sama Permainan: ular naga menuntut kerja sama antar siswa, saling menghargai, dan membangun komunikasi yang baik dalam kelompok. Nilai-nilai seperti saling menghormati, kepemimpinan, dan solidaritas pun dapat terbentuk.

4. Meningkatkan Kemampuan Membaca dan Pemahaman Cerita: dengan membaca cerita rakyat secara bergiliran, siswa akan terlatih dalam membaca dengan baik, memahami isi bacaan, serta mengasah kemampuan berbicara di depan umum.

5. Menanamkan Nilai Budaya dan Karakter: cerita rakyat yang dibacakan dalam permainan ini sarat dengan pesan moral dan nilai-nilai budaya yang dapat membentuk karakter siswa sejak dini.

Implementasi di MI Nurul Ulum Pegiringan

Kawan, di MI Nurul Ulum Pegiringan, guru dapat memulai pembelajaran dengan mengenalkan cerita rakyat yang akan dibaca bersama. Cerita tersebut dibagi menjadi beberapa bagian sesuai jumlah siswa.

Setelah itu, permainan ular naga dimulai di halaman sekolah atau lapangan yang cukup luas. Setiap siswa yang tertangkap oleh gerbang akan diminta membaca bagian cerita rakyat yang telah dipersiapkan.

Guru dapat memberikan pertanyaan terkait isi cerita untuk menguji pemahaman siswa, sekaligus melatih keberanian mereka dalam berbicara di depan teman-temannya.

Selain itu, guru dapat mengaitkan cerita rakyat yang dibaca dengan nilai-nilai seni budaya yang terkandung di dalamnya, seperti nilai gotong royong, kejujuran, dan kepemimpinan.

Dengan demikian, pembelajaran seni budaya tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga aplikatif dan kontekstual sesuai kehidupan sehari-hari siswa.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

RN
AT
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.