kolaborasi 8 seniman perempuan di pameran renjana rencana wacana bencana - News | Good News From Indonesia 2025

Kolaborasi 8 Seniman Perempuan di Pameran Renjana Rencana Wacana Bencana

Kolaborasi 8 Seniman Perempuan di Pameran Renjana Rencana Wacana Bencana
images info

Kolaborasi 8 Seniman Perempuan di Pameran Renjana Rencana Wacana Bencana


Terhitung sejak 19 April — 11 Mei 2025, Gajah Gallery Jakarta mengadakan pameran kolaborasi dengan tajuk “Renjana Rencana Wacana Bencana”. Pameran ini membentangkan sebuah siklus tentang praktik artistik. Bukan menuju resolusi, tetapi melainkan sebuah situs perlawanan dan perhitungan.

8 Seniman Perempuan yang Terlibat

Ini merupakan kolaborasi delapan seniman perempuan di Indonesia yang menampilkan karya seni kontemporer. Isinya tentang siklus yang berawal dari penciptaan yang dimulai dengan Renjana (hasrat atau gairah). Kemudian muncul rencana (desain atau notasi), dan wacana. Hingga datang kehancuran yang tak terelakkan, bencana pun terjadi.

Karya Elia Nurvista di Gajah Gallery Jakarta Pusat | Dok. Almer Sophian
info gambar

Karya Elia Nurvista di Renjana Rencana Wacana Bencana | Dok. Almer Sophian


Dikutip dari kata pengantar pamerannya, karya-karya Agnes Christina, Agnes Hansella, Betty Adii, Candrani Yulis, Dzikra Afifah, Elia Nurvista, Restu Ratnaningtyas, dan Theresia Agustina Sitompul bukanlah sebuah karya yang berdiri sendiri. Namun, merupakan jalinan benang yang saling terhubung, berkontribusi satu sama lain pada konstelasi yang lebih luas dan lebih rumit.

Dominasi Karya 3 Dimensi

Jika biasanya pameran seni lebih dominan diisi dengan karya berupa lukisan, pameran Rencana Wacana Bencana lebih banyak menampilkan karya berupa seni tiga dimensi yang terbagi menjadi 3 panel.

Di bagian pertama, salah satu yang ada adalah 'The Frontiers' karya Elia Nurvista yang menggunakan medium tanah liat stoneware. Karya ini merupakan kolektif yang menyerupai pohon kelapa sawit, tetapi memiliki akar berbentuk kaki manusia.

Karya Makrame Agnes Hansella di Gajah Gallery Jakarta Pusat | Dok. Almer Sophian
info gambar

Karya Agnes Hansella di Renjana Rencana Wacana Rencana | Dok. Almer Sophian


Di bagian kedua, pengunjung bisa melihat 2 karya seni makrame, seni merajut yang menyerupai sebuah pola karya Agnes Hansella. Ada yang tergantung dalam bingkai, ada juga yang berbentuk seperti vas. Salah satunya adalah karya yang berjudul ‘Something in The Air’. Sebuah rajutan yang menggambarkan sesuatu yang berada di udara. Menampilkan teknik rajutan dua dimensi dan tiga dimensi dengan benang wol berwarna putih.

Di panel ketiga ada karya besar dari Candrani Yulis. Dalam karyanya yang berjudul ‘Lalu Kami Memilih’, menampilkan instalasi kain berwarna turunan cokelat yang digantung berjajar spiral ke atas.

Di sebelahnya ada karya seni berupa boneka karya Agnes Christina. Dengan ikon dari karyanya adalah karakter berwarna kuning dengan baju putih dan rok merah.

Pesan yang Tersirat 

Bersama-sama, kedelapan seniman ini menunjukkan bahwa penciptaan adalah perlawanan, bukan penebusan. Karya-karya nya bukan objek untuk sekedar dikagumi, tetapi menyimpan pesan untuk diselidiki — tentang luka yang berbicara, bukti bahwa seni adalah pisau bedah yang mengiris jaringan amnesia historis.

Siklus ini terus berjalan. Hasrat akan membuat rancangan, menjadikan notasi baru. Wacana akan mempertajam tepinya. Bencana akan menunjukan keretakan baru.

Korelasi dengan Kehidupan Sosial di Indonesia 

Jika dikaitkan dengan suasana di Indonesia, salah satu yang cukup terlihat adalah “renjana”. Bentuk dari hasrat dan gairah dapat dilihat dari semangat dalam menyuarakan dan memperjuangkan keadilan yang disuarakan lewat proses demonstrasi dan juga lewat akun media sosial pribadi oleh anak muda. 

Salah satu contohnya, pada hari buruh pada 1 Mei lalu. Ratusan pekerja di beberapa kota rutin melakukan aksi demonstrasi ke jalan demi menyuarakan beberapa inspirasi terkait keadilan dalam bekerja.

Tidak hanya itu, bahkan dalam beberapa bulan terakhir bisa dilihat banyak pengguna media sosial turut menyuarakan tentang keadilan untuk Palestina yang sedang berjuang melawan serangan tentara zionis.

Tak hanya bagian dari Renjana, tetapi beberapa aksi yang disebutkan pada paragraf sebelumnya merupakan sebuah “rencana”.

Serangkaian demokrasi menuntut keadilan dalam bekerja atau kegiatan membagikan narasi tentang Palestina merupakan bentuk aksi, sebuah rencana supaya suaranya sampai ke pihak yang dituju atau setidaknya mengajak lebih banyak orang untuk ikut menyuarakan.

baca juga

Tentu dari prosesnya dalam demokrasi dan menyampaikan suara. Akan ada sebuah perbincangan, diskusi. Jika dimaknai, ini merupakan bentuk dari “wacana”. Bila suatu hari bentuk menyampaikan suara itu menjadi konflik karena banyaknya pihak yang berbeda pandangan, disitulah bisa dibilang menjadi sebuah “bencana”.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

AS
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.