Kawan GNFI, mata minus membutuhkan alat bantu, salah satunya adalah kacamata. Alat bantu ini bisa membuat seseorang menjadi lebih percaya diri dan jelas dalam melihat suatu objek. Namun, banyak orang belum mengetahui sosok di balik pembuatan kacamata di Indonesia.
Laki-laki bernama lengkap Atjoem Kasoem atau lebih terkenal dengan nama A.Kasoem, memiliki andil penting dalam pengembangan kacamata di Indonesia.
Mengutip YouTube Agus Kusdinar, A.Kasoem menjadi orang yang diandalkan Presiden RI Soekarno dan Wakil Presiden RI Mohammad Hatta ketika butuh kacamata sekaligus tercatat namanya sebagai anggota di ilmu pengetahuan optik Jerman Barat.
A.Kasoem lahir di Kampung Bojong Desa Neglasari, Kecamatan Kadungora, Kabupaten Garut. Ia gigih mengembangkan kacamata hingga kampung halamannya memiliki mata pencaharian dalam bidang optik.
Kini, Garut memiliki industri rumahan untuk produksi kacamata, seperti tempat kacamata, dan lensa. Ilmu mengenai kacamata dari A.Kasoem menjadi warisan yang terus dikembangkan di tempat kelahirannya.
Mengutip kasoem.id, A.Kasoem sebelumnya belajar di toko kacamata bersama Kurt Schlosser di Jalan Braga, Bandung. Ia kemudian berjualan kacamata door-to-door hingga akhirnya membuka toko optik pertama di Jalan Pungkur, Bandung, tahun 1938.
Ia juga membagikan edukasi kesehatan mata, melakukan refraksi sesuai prosedur kesehatan, serta pemilihan frame kacamata sesuai bentuk wajah orang dengan gangguan penglihatan.
A.Kasoem memberikan kontribusi untuk kesehatan mata melalui pembuatan kacamata. Keberlangsungan bisnis kacamata turut diwariskan kepada anak dan cucunya.
Bisnisnya kacamatanya telah tersebar ke berbagai area meliputi Jakarta, Banten, Jawa Barat, dan Jawa Tengah. Optik Kasoem terus berinovasi sesuai dengan tren terkini yang berkembang di masyarakat.
Selanjutnya, optik ini memberikan layanan pembelian kacamata secara daring sehingga memudahkan masyarakat memiliki alat bantu penglihatan yang diinginkan.
Kacamata harus dipelihara dengan baik oleh penggunanya. Mengutip @doktermatahendra, tips agar tetap menjaga kacamata dengan baik, yaitu: bersihkan kacamata dengan sabun air ber-PH netral, jangan gunakan tisu/lap tekstur kasar, dan letakkan kacamata dengan posisi di atas agar tidak mudah tergores.
Cara Cek Mata Minus
Kacamata tidak terlepas dari penderita mata minus. Mengutip klinikmatanusantara.com, seseorang yang mengalami mata minus biasanya disebabkan oleh faktor genetik maupun lingkungan. Lebih lanjut, seseorang yang mengalami tanda-tanda seperti penglihatan jarak jauh buram, serta sering menyipitkan mata dan kepala, tidak boleh terlewatkan cara cek mata minus.
Cek sederhana dapat dilakukan dengan memakai objek dekat dan jauh. Mengutip identif.com, seseorang dapat terlebih dulu menutup mata dan fokuskan terhadap objek dekat. Cara selanjutnya gerakan objek itu perlahan hingga mendekati mata orang bersangkutan. Hal yang perlu diperhatikan adalah lakukan gerakan tersebut secara berulag sebanyak 2x (dua kali) kepada objek jauh.
Penting lakukan cara cek mata minus melalui dokter mata. Sang dokter akan melakukan tes ketajaman penglihatan, tes refraksi, dan pemeriksaan mata.
“Deteksi dini ganggu penglihatan dengan metode MELIHAT dengan melibatkan teman/keluarga. Pertama, ambil jarak sebanyak 20 langkah untuk melakukan tes penglihatan. Kedua, hitung jari dimulai dari mata kanan sambil menutup mata kiri dengan telapak tangan. Lakukan sebaliknya. Ketiga, hitung jawaban dari langkah kedua. Hasil yang menunjukkan benar sebanyak tiga kali berturut-turut pada diri orang yang diperiksa matanya, berarti tidak ada gangguan. Keempat, jangan ragu untuk periksakan ke fasilitas kesehatan jika ada gangguan penglihatan. Kelima, ssebarkan cara deteksi dini,” tulis Kemenkes dalam laman ayosehat.kemenkes.go.id.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


