Dengan makin berkembangnya penggunaan internet di Indonesia, tentunya ada yang memanfaatkan momen ini untuk meraih keuntungan dengan cara yang tidak baik. Salah satunya adalah penipuan digital.
Para penipu akan memanfaatkan ketidaktahuan korban dengan mengirimkan link menuju situsberbahaya untuk membobol akun bank, mencuri informasi pribadi, serta menyebarkan virus pada perangkat Kawan GNFI.
Oleh karena itu, Kawan GNFI perlu tahu cara jitu mengecek situs penipuan yang beredar.
Tanda-tanda Situs Penipuan
1. URL yang Meragukan
Uniform Resource Locator atau URL merupakan penanda alamat suatu hal di internet. Penanda tersebut terdiri atas nama domain atau nama situs dan rangkaian karakter spesifik lainnya. Pada umumnya, Kawan akan merasa aman apabila domain pada URL yang dituju merujuk pada situs yang sudah dikenal banyak orang, misalnya Google.com.
Meski demikian, penipu dapat memanfaatkan celah tersebut dengan memadukan nama domain terkenal dengan link penipuannya. Contohnya adalah Google.com.cust_login.ie yang memiliki domain login.ie sehingga Kawan harus berhati-hati ketika menemukan URL dengan link tersebut.
Selain itu, link penipuan umumnya menggunakan simbol serta terdiri seluruhnya atas angka-angka yang acak. Kedua format tersebut sangat jarang digunakan oleh situs yang aman. Contoh dari penggunaan simbol dan angka pada link tersebut adalah accounts_login.cz/Google.com dengan simbol garis bawah (_) dan 101.10.1.10.1.
2. Tawaran Menarik yang Terlalu Berlebihan
Para penipu umumnya mengiklankan berbagai tawaran menarik yang tidak masuk akal pada situs mereka seperti diskon besar-besaran, hadiah gratis, atau voucher untuk menjerat korbannya.
Apabila korban sudah terpancing untuk mengklik link menuju situs tersebut, maka ada kemungkinan informasi pribadi mereka tersedot oleh penipu. Ada baiknya Kawan GNFI waspada terhadap harga barang yang terlalu miring atau tawaran hadiah yang tidak wajar.
3. Kesalahan dalam Penulisan dan Desain yang Aneh
Setiap pengembang situs yang baik tentunya ingin hasil karyanya terlihat menarik dan diketahui banyak orang. Oleh karena itu mereka mendesain situs dengan sebaik mungkin dan memastikan tidak ada kesalahan dalam tampilan situs mereka, baik itu dalam bahasa dan ejaan yang digunakan, maupun desain situs.
Sementara itu, pengembang situs penipuan tidak akan mau repot-repot menata situs mereka. Waspadai desain situs yang aneh, kesalahan ejaan dalam penulisan pada situs, serta resolusi media yang rendah.
Cara Mengecek Situs Penipuan
Gunakan Situs Verifikasi
Terdapat berbagai situs daring yang dapat membantu Kawan untuk mengecek keamanan suatu situs. Salah satu situs yang disediakan oleh Google untuk mengecek link penipuan adalah Google Transparency Report.
Kawan cukup mengunjungi situs tersebut dan memilih pilihan Google Safe Browsing di bawah bagian security and privacy. Kemudian, Kawan akan diarahkan untuk mengetikkan link yang ingin dicek.
Memasang Antivirus
Pada dasarnya, antivirus bekerja dengan cara memindai berkas dan memori komputer untuk menemukan pola-pola tertentu yang menandakan keberadaan virus. Pola yang ditemukan oleh antivirus kemudian dicocokkan dengan pola dari virus atau malware yang sudah ada.
Selanjutnya, antivirus akan memberikan peringatan kepada pengguna komputer untuk menyingkirkan berkas yang berpotensi menyimpan virus.
Dalam hal ini, umumnya virus berasal dari situs penipuan. Hal ini disebabkan oleh fungsi virus untuk menyedot informasi pribadi korban. Dibutuhkan pemindaian berkala agar antivirus dapat mengenali situs penipuan sehingga dapat memberikan peringatan bahaya mengenai situs tersebut.
Pada era digital, kewaspadaan menjadi hal yang sangat penting dalam berselancar di internet. Sedikit salah klik, maka data personal Kawan dapat dicuri oleh penipu licik. Oleh karena itu, jangan lupa kenali tanda-tanda situs penipuan dan lindungi komputer Kawan dengan antivirus sehingga terhindar dari kebobolan data.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


