Santri Pilihan Bunda Season 2 hadir sebagai tontonan yang bisa dinikmati pada bulan Ramadan ini. Dengan cerita yang ringan tetapi tetap seru, serial yang tayang di Vidio ini diklaim tetap ringan dan seru.
Santri Pilihan Bunda Season 2 adalah serial yang bercerita tentang perjalanan hidup Aliza (Naura Ayu) dan Kinan (Fadi Alaydrus) yang telah menikah dan hidup bahagia. Namun, tak disangka ujian datang.
Kinan mengalami kecelakaan kapal ketika sedang melakukan perjalanan dinas. Ia dan Aliza pun terpaksa berpisah. Di tengah persoalan pelik itu, hadir pula rentetan ujian berat lain dari ibu mertua Aliza, Mami Mawar (Riafinola Ifani Sari) yang memaksa Aliza untuk terus memegang prinsip dan imannya. Selain itu, mehadiran Latifah (Yoriko Angeline), sosok perempuan ambisius, semakin memperumit keadaan.
Santri Pilihan Bunda Season 2 menyajikan cerita tentang lika-liku hidup yang menguji kesetiaan Kinaan, juga keteguhan hati Aliza.
Santri Pilihan Bunda Season 2, Lebih dari Drama Religi
Supervisor Producer sekaligus Story Editor dari Screenplay Films, Keke Mayang mengungkapkan bahwa Santri Pilihan Bunda Season 2 punya konsep yang kokoh sejak awal sebagai tontonan keluarga yang ringan dan seru. Ceritanya pun dikembangkan sambil memperkuat karakter yang sudah ada, serta memperkenalkan karakter
baru agar ceritanya semakin kaya.
Mengusung tema keagamaan, sudah tentu Santri Pilihan Bunda Season 2 tak ketinggalan menyisipkan unsur religi. Untuk itu, Screenplay Films berupaya agar unsur religi tersebut tersampaikan dengan cara yang menyenangkan, relevan, dan jauh dari kesan menggurui.
“SPB 2 ini lebih dari sekadar drama religi. Isu-isu yang kami angkat bervariasi mulai dari kesetiaan, pengaruh keluarga, hingga perjuangan mempertahankan rumah tangga. Ini adalah cerminan dari kehidupan banyak orang. Kami ingin penonton merasa terhubung secara emosional.” papar Keke Mayang.
Sementara itu, sutradara Angling Sagaran membawa penonton dalam pengalaman visual yang memanjakan mata lewat latar belakang cerita yang menampilkan. Semua ini tersaji berkat upaya maksimal para kru yang terlibat.
"Kami menempuh perjalanan yang cukup jauh ke Pulau Kiluan di Lampung untuk pengambilan gambar, bukan hanya untuk estetika, tetapi untuk memperkuat pesan cerita.
Alam yang indah mengingatkan kita akan kebesaran Allah SWT, selaras dengan tema spiritual yang kami angkat.” ungkap Angling.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


