legenda watuwe dari papua kisah buaya ajaib yang membantu persalinan warga - News | Good News From Indonesia 2025

Legenda Watuwe dari Papua, Kisah Buaya Ajaib yang Membantu Persalinan Warga

Legenda Watuwe dari Papua, Kisah Buaya Ajaib yang Membantu Persalinan Warga
images info

Legenda Watuwe dari Papua | Pexels/Pixabay


Legenda Watuwe merupakan salah satu kisah cerita rakyat yang berasal dari Kabupaten Keerom, Papua. Watuwe merupakan seekor buaya ajaib yang membantu persalinan warga di masa lampau.

Bagaimana kisah lengkap dari legenda Watuwe ini? Simak cerita rakyat dari Papua ini dalam artikel berikut.

Legenda Watuwe

Dinukil dari buku Marina Asril Reza yang berjudul 108 Cerita Rakyat Terbaik Asli Nusantara: Cerita Kepahlawanan, Mitos, Legenda, Dongeng, & Fabel dari 33 Provinsi, dikisahkan pada zaman dahulu di dekat Sungai Tami, Keerom hiduplah seorang pemuda yang bernama Towjatuwa. Di sana dia hidup bersama sang istri dan satu orang anak.

Sehari-hari keluarga Towjatuwa menghabiskan hidup mereka di daerah tersebut. Suatu ketika, istri Towjatuwa mengandung anak kedua mereka.

Ketika waktu melahirkan tiba, istri Towjatuwa merasakan sakit yang sangat luar biasa. Proses persalinan yang dia hadapi kali ini jauh lebih sulit ketika melahirkan anak pertamanya.

Akibat merasakan sakit yang luar biasa ini, istri Towjatuwa kemudian mengerang kesakitan. Erangan dari istri Towjatuwa ini terus berlangsung selama proses persalinan.

Lama kelamaan, Towjatuwa mulai tidak tega melihat situasi sang istri. Dirinya merasa kasihan melihat sang istri yang menahan sakit dalam proses persalinan.

Towjatuwa kemudian memikirkan cara untuk membantu sang istri. Dirinya kemudian berinisiatif mencari benda tajam untuk membantu proses persalinan sang istri

Benda tajam ini dicari Towjatuwa di pinggiran sungai yang ada di dekat rumahnya. Namun sudah lama Towjatuwa mencari, benda tajam yang diinginkan tidak kunjung ditemukan.

Bahkan Towjatuwa justru mendengar suara asing yang menyapanya ketika sedang mencari batu. Suara asing tersebut bertanya kepada Towjatuwa apa yang sedang dia lakukan di wilayah kekuasaannya.

Ketika mencari asal suara tersebut, Towjatuwa justru terkejut karena sosok buaya sudah berada di belakangnya. Buaya yang dilihat Towjatuwa memiliki bentuk yang unik dan berbeda dengan jenis lainnya.

Buaya ini berwarna hijau dan memiliki kulit yang kasar. Di sepanjang punggungnya tumbuh bulu warna warni yang mirip seperti burung kasuari.

Ternyata suara asing tersebut berasal dari buaya itu. Sontak Towjatuwa merasa ketakutan dan bergerak menjauh dari buaya tersebut.

Menyadari Towjatuwa ketakutan, buaya ini kembali menyapa dirinya dengan ramah. Buaya ini kemudian memperkenalkan diri dengan nama Watuwe.

Watuwe kemudian bertanya masalah apa yang sedang dihadapi oleh Towjatuwa. Towjatuwa kemudian menceritakan kondisi istrinya yang susah melahirkan di rumah.

Mendengar cerita tersebut, Watuwe kemudian berkata kepada Towjatuwa tidak perlu merasa risau. Watuwe menyuruh Towjatuwa kembali ke rumah dan menunggu dirinya datang nanti malam.

Towjatuwa kemudian mengikuti ucapan buaya ajaib tersebut dan kembali pulang ke rumah. Tepat saat malam tiba, Watuwe datang ke rumah Towjatuwa dan membantu persalinan istrinya.

Ajaibnya persalinan sang istri langsung berjalan lancar. Akhirnya Towjatuwa dan sang istri mendapatkan seorang anak laki-laki yang lahir dalam keadaan sehat.

Sebelum menghilang, Watuwe menitipkan pesan kepada Towjatuwa. Buaya ini berkata agar anak laki-lakinya diberi nama Narrowa.

Watuwe juga berkata bahwa kelak Narrowa akan menjadi pemburu ulung. Namun dia meminta Towjatuwa dan anak keturunannya berjanji untuk tidak memakan daging buaya.

Jika Towjatuwa dan anak keturunannya melanggar janji ini, maka mereka akan mengalami kemalangan nantinya. Towjatuwa kemudian berjanji kepada Watuwe dan menyampaikan hal tersebut kepada anak keturunannya.

Kelak buaya menjadi hewan yang dijaga dan dihormati di Sungai Tami. Tidak hanya itu, keberadaan hewan ini juga dilindungi dengan baik oleh masyarakat sekitar.Β 

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Irfan Jumadil Aslam lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Irfan Jumadil Aslam.

IJ
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.