Prabu Siliwangi dan Brawijaya merupakan sosok dari masa lalu yang memiliki beragam cerita dan mitos yang membersamainya. Bahkan kedua sosok ini dikenal memiliki kemampuan yang di luar nalar jika dilogikakan pada situasi seperti saat ini.
Baru-baru ini, Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali mengumumkan bahwa kedua sosok ini akan menjadi nama dari dua kapal patroli lepas pantai atau PPA terbaru Indonesia. Dikutip dari laman ANTARA, kedua kapal yang dipesan dari Italia ini nantinya akan diberi nama KRI Prabu Siliwangi dan KRI Brawijaya.
"Namanya (dua kapal PPA pesanan Indonesia, red.) memang sudah ditentukan, bahwa itu nanti namanya KRI Brawijaya dan KRI Prabu Siliwangi," jelas Laksamana TNI Muhammad Ali seperti yang dikutip dari ANTARA. Pemilihan dua nama ini bertujuan untuk merepresentasikan asal dari kedua tokoh tersebut.
Nama Prabu Siliwangi digunakan untuk merepresentasikan daerah Jawa Barat. Di sisi lain, penggunaan nama Brawijaya berfungsi untuk merepresentasikan daerah Jawa Timur.
Pemberian nama yang merujuk pada kedua sosok ini tentu tidak lepas dari kisah yang ada terkait Prabu Siliwangi dan Brawijaya. Lantas bagaimana mitos yang terdapat dalam kisah Prabu Siliwangi dan Brawijaya tersebut? Simak ulasan lengkapnya dalam artikel berikut ini.
Mengenal Sosok Prabu Siliwangi dan Brawijaya
Sebelum mengenal mitos terkait kisah Prabu Siliwangi dan Brawijaya, Kawan mesti memahami terlebih dahulu keberadaan kedua sosok ini di masa lalu. Dikutip dari makalah Mumuh Muhsin Z yang berjudul "Prabu Siliwangi, Sejarah atau Dongeng?" dijelaskan bahwa Prabu Siliwangi sebenarnya bukanlah nama asli dari seorang tokoh.
Namun Prabu Siliwangi merupakan julukan atau gelar yang diberikan kepada seorang raja di masa lalu. Hal ini memunculkan teori yang berbeda terkait keberadaan tokoh tersebut.
Mumuh Muhsin Z dalam makalah tersebut menjelaskan setidaknya terdapat dua pendapat berbeda terkait keberadaan Prabu Siliwangi di masa lalu. Pendapat pertama menyebutkan bahwa Prabu Siliwangi tidak merujuk kepada satu tokoh saja.
Akan tetapi terdapat empat raja yang memerintah Kerajaan Sunda pada abad ke-15 dan 16 yang diyakini memiliki gelar ini. Selain itu, ada juga yang menyebutkan gelar ini dimiliki oleh tujuh hingga dua belas raja yang pernah berkuasa di kerajaan ini.
Pendapat kedua menyebutkan bahwa Prabu Siliwangi merupakan satu tokoh saja. Gelar ini diidentikkan dengan tokoh yang bernama Prabu Jayadewata.
Hal serupa juga tidak jauh berbeda dengan sosok Brawijaya. Penyebutan Brawijaya atau Prabu Brawijaya juga merupakan gelar yang diberikan kepada penguasa Majapahit di masa lalu.
Meskipun demikian, penyebutan gelar ini masih diragukan oleh para sejarawan. Sebab penyebutan Brawijaya ini muncul dalam Babad Tanah Jawi yang tidak bisa digunakan sebagai sumber primer sejarah.
Mitos Prabu Siliwangi dan Brawijaya
Keberadaan kedua tokoh ini juga disertai dengan mitos yang diceritakan dalam kisahnya. Mitos terkait Prabu Siliwangi biasanya dikaitkan dengan sosok harimau dan macan hitam putih yang diyakini sebagai sosok penjaga tokoh tersebut.
Menurut kepercayaan masyarakat Sunda, Prabu Siliwangi diyakini moksa atau menghilang menjadi roh kedewaan di Gunung Salak. Wujud moksa dari Prabu Siliwangi ini diyakini menjadi wujud seekor harimau suci.
Sama seperti Prabu Siliwangi, Brawijaya juga memiliki mitos terkait moksa dirinya di Gunung Lawu. Mitos ini merujuk kepada Brawijaya V yang dipercaya sebagai penguasa terakhir Majapahit.
Dian Rahma Nur Afifah dalam artikelnya "Tempat Bersejarah di Alas Ketonggo Srigati Ngawi dan Nilai Budaya yang Terkandung di Dalamnya" menjelaskan bahwa Prabu Brawijaya V mendapatkan petunjuk bahwa daerah kekuasaannya akan menemui akhir. Hal inilah yang menjadi alasan mengapa Prabu Brawijaya V pergi ke Gunung Lawu untuk mensucikan diri dan moksa di daerah tersebut.
Cerita terkait moksanya Prabu Brawijaya V inilah yang kemudian memunculkan mitos-mitos yang beredar di Gunung Lawu. Cerita ini pula yang memberikan kesan bahwa Gunung Lawu menjadi salah satu tempat mistis yang ada di Pulau Jawa.
Sumber:
- https://www.antaranews.com/berita/4460145/ksal-ungkap-beri-nama-2-ppa-kri-prabu-siliwangi-dan-kri-brawijaya
- https://pustaka.unpad.ac.id/wp-content/uploads/2012/05/pustaka_unpad_prabu_siliwangi.pdf
- Afifah, Dian Rahma Nur. "Tempat Bersejarah di Alas Ketonggo Srigati Ngawi dan Nilai Budaya yang Terkandung di Dalamnya." SINDANG: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Kajian Sejarah, Vol. 3, No.1 (Januari-Juni 2021): 82-90.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


