Presiden Prabowo Subianto menegaskan dukungan penuh Indonesia terhadap perjuangan rakyat Palestina untuk meraih kemerdekaan. Hal ini disampaikan oleh Prabowo ketika momen pelantikannya sebagai Presiden RI ke-8 di Gedung Gedung Nusantara MPR/DPR/DPD, Jakarta, pada Minggu, 20 Oktober 2024.
Prabowo menyatakan Indonesia selalu berpegang pada prinsip anti penjajahan, anti penindasan, dan solidaritas global. Karena itu akan terus memperjuangkan hak-hak rakyat Palestina di tengah situasi yang makin memburuk akibat konflik.
“Kita punya prinsip kita harus solider, kita harus membela rakyat-rakyat yang tertindas di dunia ini. Karena itu kita mendukung kemerdekaan rakyat Palestina,” ucap Presiden Prabowo pada pidato pertamanya usai Pengucapan Sumpah sebagai Presiden Republik Indonesia.
Harapan yang sama diutarakan oleh relawan Indonesia yang sudah 12 tahun tinggal di Gaza, Ustaz Muhammad Husein Gaza. Dia meminta kepemimpinan Pemerintahan Prabowo melakukan langkah inovasi untuk menekan Zionis Israel
“Harapan dengan Prabowo. Kita ini harus lebih inovatif dalam memperjuangkan dan menyuarakan Palestina,” ucapnya saat ditemui di kawasan Blok M, Rabu (4/11)
Tanggung jawab undang-undang
Husein menjelaskan Indonesia tidak seperti negara-negara lainnya. Hal ini karena dalam undang-undang dasar, Indonesia menekankan pembebasan terhadap penjajahan di seluruh dunia.
Karena itu, jelas Husein, Indonesia mempunyai tanggung jawab untuk membebaskan semua bangsa. Termasuk Palestina yang saat ini sedang dijajah oleh kolonialis Israel.
“Ini kita sedang melawan mentalitas negara kolonial yang sedang mendominasi dunia,” ucapnya.
Aksi nyata
Dirinya berharap pada Prabowo tidak hanya melontarkan kecaman atau kutukan atas perilaku kebiadaban Israel. Tetapi perlu langkah yang lebih kongkrit untuk membebaskan Palestina.
Bahkan dirinya meminta Prabowo segera memanggil duta besar negara-negara pendukung Israel. Hal ini jelasnya agar Indonesia menekan negara-negara ini tak lagi mendukung negara Israel.
“Panggil duta-duta besar yg mendukung Israel, Kanada Jerman Prancis Italia panggil sampaikan kepada mereka kami tidak sudi berdampingan dengan suporter kolonial kita bisa membuat itu,” paparnya.
Dia berharap mantan Danjen Kopassus ini tak lagi menunggu untuk membela Palestina. Karena telah banyak korban jiwa yang berjatuhan.
“Nunggu berapa lagi pak Prabowo ini sudah 40 ribu nyawa terbunuh di mana setengah nya anak-anak. Kita negara besar tidak hanya mengecam atau datang ke rapat PBB,” tegasnya.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


