melihat berbagai hidangan nusantara dalam film kuliner aruna lidahnya - News | Good News From Indonesia 2024

Melihat Berbagai Hidangan Nusantara dalam Film Kuliner 'Aruna & Lidahnya'

Melihat Berbagai Hidangan Nusantara dalam Film Kuliner 'Aruna & Lidahnya'
images info

Melihat Berbagai Hidangan Nusantara dalam Film Kuliner 'Aruna & Lidahnya'


Apakah Kawan GNFI sudah ada yang menonton film kuliner berjudul Aruna & Lidahnya? Film ini sebetulnya sudah dirilis sejak tahun 2018, yang diadaptasi dari novel karya Laksmi Pamuntjak dengan judul yang sama.

Sinema tersebut disutradarai oleh Edwin. Dibintangi oleh Dian Sastrowardoyo sebagai Aruna, Nicholas Saputra sebagai Farish, Hannah Al Rashid sebagai Nad, dan Oka Antara sebagai Bono.

Hal menarik darifilm Aruna & Lidahnya yaitu kaya akan visual makanan, penuh warna, dan menggugah selera. Selain itu, juga menyentuh aspek emosional tentang persahabatan dan pencarian makna hidup melalui perjalanan kuliner.

Melalui film ini, Kawan GNFI juga akan disuguhkan berbagai hidangan kuliner khas daerah di Nusantara. Kira-kira, apa saja hidangan yang ada di film Aruna & Lidahnya? Berikut ini adalah daftarnya!

1. Rawon

Dalam film ini, Aruna dan teman-temannya menyantap sebuah hidangan berupa rawon khas Jawa Timur. Rawon merupakan sup daging sapi dengan kuah berwarna hitam pekat yang unik. Warna hitam ini berasal dari penggunaan kluwak sebagai bumbu utamanya.

Rasa khas kluwak memberikan rawon cita rasa yang gurih, sedikit pahit, dan penuh dengan rempah. Daging yang digunakan dalam rawon biasanya adalah daging sapi yang dipotong dadu kecil.

Rawon biasanya disajikan bersama nasi putih, ditambah dengan berbagai pelengkap seperti tauge pendek, sambal, telur asin, kerupuk, dan daun bawang. Dengan rasa gurih yang khas dan aroma rempah yang kuat, rawon menjadi salah satu hidangan favorit khas Jawa Timur.

2. Rujak Soto

Hidangan khas Jawa Timur lainnya yang dicicipi oleh Aruna, adalah rujak soto khas Banyuwangi. Hidangan ini merupakan perpaduan antara rujak cingur dengan soto. Kombinasi ini menghasilkan cita rasa yang kaya dan berbeda, yang menggabungkan unsur segar dari rujak dengan kuah gurih dari rasa soto.

Kombinasi kedua elemen ini menciptakan rasa yang sangat kompleks seperti rasa asam, manis, gurih, dan pedas yang berpadu dalam satu hidangan. Hidangan ini menjadi salah satu ciri khas kuliner Banyuwangi yang unik dan inovatif, di mana rasa tradisional Jawa Timur diolah dengan cara yang tidak biasa, tetapi tetap menggugah selera.

3. Campor Lorjuk

Salah satu kuliner khas Jawa Timur lainnya yang disantap oleh Arunad dan teman-temannya, adalah campor lorjuk khas Madura, khususnya pada daerah pesisir seperti Pamekasan dan Bangkalan.

Hidangan ini terkenal karena menggunakan lorjuk, sejenis kerang kecil yang hanya bisa ditemukan di perairan dangkal sekitar pantai di Madura. Bahan utama selain lorjuk adalah lontong, tauge, dan bihun. Hidangan ini disiram dengan kuah kacang yang mirip dengan bumbu sate.

Campor lorjuk merupakan makanan yang menggambarkan kekayaan laut dan tradisi kuliner Madura, menyajikan perpaduan cita rasa laut yang gurih dengan bumbu kacang yang kaya akan rempah.

baca juga

4. Pengkang

Selain kuliner khas Jawa Timur, Aruna dan teman-temannya juga menyantan kuliner khas Kalimantan Barat, salah satunya adalah pengkang. Hidangan ini terbuat dari ketan yang diisi dengan udang ebi, kemudian dibungkus dengan daun pisang, lalu dibakar.

Pengkang biasanya disantap sebagai makanan ringan atau camilan, sering kali dinikmati bersama sambal kepah, sambal khas yang terbuat dari kerang kepah yang diolah dengan bumbu pedas.

Kombinasi rasa gurih dari ketan dan udang ebi, serta pedas dari sambal, menjadikan pengkang sebagai salah satu kuliner tradisional yang istimewa, populer, dan melezatkan di daerah Kalimantan Barat.

5. Choi Pan

Kuliner kedua khas Kalimantan Barat yang dicicipi oleh Aruna, adalah choi pan. Choi pan merupakan makanan tradisional khas masyarakat Tionghoa di Kalimantan Barat, khususnya di Pontianak.

Choi pan berbentuk mirip pangsit atau dim sum, dengan kulit yang tipis dan transparan, serta berisi sayuran. Hidangan ini biasanya disantap bersama sambal pedas atau saus kacang, yang menambah kelezatan cita rasanya. Biasanya juga disajikan dengan taburan bawang putih goreng di atasnya, yang memberikan tekstur renyah dan aroma khas.

Dengan tekstur kulit yang lembut, isian yang gurih dan segar, serta rasa bawang putih yang kuat, Choi Pan menjadi salah satu hidangan favorit yang tidak hanya digemari oleh masyarakat Tionghoa, tetapi juga oleh masyarakat luas.

6. Bakmi Kepiting

Kuliner khas Kalimantan Barat lainnya yang terdapat di film Aruna & Lidahnya, adalah bakmi kepiting. Hidangan ini merupakan bagian dari kekayaan kuliner peranakan Tionghoa di Pontianak, yang memadukan mie dengan daging kepiting segar.

Salah satu ciri khas bakmi kepiting adalah penggunaan minyak bawang dan kecap asin sebagai bumbu dasar, yang memberi rasa gurih dan aroma harum. Makanan ini biasanya disajikan kering, dengan kuah kaldu bening terpisah, yang juga memiliki rasa ringan namun gurih.

Dengan tekstur mi yang kenyal, rasa manis dan gurih dari daging kepiting, serta berbagai elemen tambahan, bakmi kepiting menjadi salah satu kuliner favorit yang sangat digemari di Pontianak dan sering kali dicari oleh wisatawan.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

DH
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.