mengenal penyakit menular mpox dan cara penularannya - News | Good News From Indonesia 2024

Mengenal Penyakit Menular Mpox dan Cara Penularannya

Mengenal Penyakit Menular Mpox dan Cara Penularannya
images info

Mengenal Penyakit Menular Mpox dan Cara Penularannya


Penyakit yang viral baru baru ini, yaitu mpox atau monkeypox, adalah penyakit yang ditularkan dari hewan ke manusia. Namun, penyakit ini juga bisa ditularkan dari manusia ke manusia. Tercatat 88 kasus mpox di Indonesia yang meliputi daerah Provinsi DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, Jawa Timur, DIY Yogyakarta, dan Kepulauan Riau. Dari jumlah tersebut, sebanyak 87 Kasus sudah dinyatakan sembuh.

Bagaimana Gejala dari Mpox?

Mpox memiliki dua gejala yaitu gejala ringan dan gejala berat. Mereka yang memiliki risiko lebih tinggi untuk penyakit yang lebih parah atau komplikasi termasuk ibu hamil, anak-anak, dan orang dengan gejala penyakit imun. Gejala mpox yaitu demam, sakit kepala hebat, nyeri otot, sakit punggung, lemas, pembengkakan kelenjar getah bening (di leher, ketiak, atau selangkangan), serta ruam atau lesi kulit.

Ruam biasanya muncul satu sampai tiga hari pasca demam. Ruam pada kulit tersebut akan berkembang dari bintik merah seperti cacar yang di dalamnya terdapat cairan bening berisi nanah. Kemudian, mengeras atau keropeng lalu rontok.

baca juga

Jumlah ruam yang diderita seseorang bisa mencapai ribuan dan dapat ditemukan pada wajah, telapak kaki, dan telapak tangan. Gejala mpox biasanya dapat sembuh kisaran waktu 2—4 Minggu dan sembuh dengan sendirinya. Namun, mpox dapat juga menyebabkan kematian pada ibu hamil, anak-anak, dan orang yang memiliki masalah pada sistem imun.

Cara Penularan Mpox?

Mpox dapat menyebar dari manusia ke manusia melalui kontak langsung dengan penderita yang memiliki gejala atau ruam mpox, termasuk lewat kontak kulit ke kulit, tatap muka, kontak dari mulut ke mulut dan kontak seksual.

Sampai saat tersebut belum diketahui secara pasti bagaimana spesifikasi penularan dari penyakit mpox ini karena WHO masih mempelajari tentang berapa lama orang dengan penyakit mpox dapat menularkan. Akan tetapi, untuk saat ini dipastikan bahwa penderita dapat menularkan sampai dengan ruam pada kulit penderita berkerak.

Mpox juga dapat mengkontaminasi lingkungan, sehingga mpox dapat ditularkan melalui lingkungan. Sebagai contoh, ketika penderita menggunakan handuk, alat, benda mati, benda elektronik, maupun menyentuh permukaan, ini memungkinkan orang lain dapat menyentuh atau menggunakan barang yang sama, kemudian terinfeksi.

Mpox juga menyebar melalui kontak langsung dengan penderita seperti percikan ludah/cairan hidung atau juga bisa dengan aerosol jarak pendek. Namun, penularan ini belum sepenuhnya benar karena penelitian masih terus berjalan hingga sekarang.

Pada ibu hamil mpox kemungkinan dapat menyebar pada bayi yang dikandungnya melalui kontak kulit ke kulit saat melahirkan. Meskipun infeksi tanpa gejala telah dilaporkan, tidak jelas apakah orang tanpa gejala dapat menyebarkan penyakit atau apakah dapat menyebar melalui cairan tubuh lainnya. Misalnya DNA yang ditemukan pada air mani, cairan vagina, cairan ketuban, ASI, atau darah.

baca juga

Penularan dari manusia ke hewan atau hewan ke manusia dapat terjadi akibat dari kontak fisik dengan hewan atau manusia yang terjangkit. Penularan dari hewan ke manusia biasanya adalah hewan pengerat atau primata.

Resiko penularan mpox dari hewan dapat dihindari dengan cara meminimalisir atau menghindari kontak dengan hewan liar, terutama hewan yang sakit atau mati termasuk daging dan darahnya.Sedangkan penularan dari manusia ke hewan belum ada laporan hingga saat ini, tetapi resiko penularan tetap ada.

Penderita mpox dilarang untuk kontak langsung dengan hewan termasuk hewan peliharaan seperti kucing, anjing, hamster, dan lainnya. Penderita juga harus sangat waspada di sekitar hewan yang sekiranya rentan terhadap virus mpox ini, termasuk hewan primata.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

AR
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.