pengumpulan rongsok untuk membantu waste management dusun gandekan - News | Good News From Indonesia 2024

Pengumpulan Rongsok untuk Membantu Waste Management di Dusun Gandekan

Pengumpulan Rongsok untuk Membantu Waste Management di Dusun Gandekan
images info

Pengumpulan Rongsok untuk Membantu Waste Management di Dusun Gandekan


Permasalahan sampah di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kian menjadi kompleks. Tidak adanya ruang bagi masyarakat untuk membuang sampah membuat banyaknya sampah justru tidak dapat terolah dengan baik.

Biasanya, sampah yang paling mudah diolah kembali oleh masyarakat adalah sampah organik karena dapat dimanfaatkan kembali oleh masyarakat. Olahannya dapat berupa pupuk, kompos, pakan ternak, dan lain sebagainya.

Namun, pengolahan sampah anorganik masih cukup sulit dilakukan. Selain keterbatasan keterampilan, tidak semua limbah anorganik dapat didaur ulang kembali.

Sampah anorganik, seperti benda plastik yang keras (wadah toples), kaleng, dan bahan keras lainnya, belum tentu bisa didaur ulang semuanya. Oleh karena itu, perlu adanya inovasi lain dalam menangani limbah jenis ini.

Kondisi tersebut dihadapi di Dusun Gandekan. Pemuda Dusun RW 09 mengadakan kumpulan rongsok milik masyarakat untuk kemudian dijual kepada pengepul.

Tujuannya adalah untuk menjadikan limbah anorganik yang sulit diolah tersebut menjadi keuntungan ekonomi.

Selain itu, dengan diberikannya kepada pengepul, akan lebih memungkinkan bagi mereka untuk bisa mengubah limbah anorganik tersebut menjadi barang baru yang juga dapat memberikan keuntungan ekonomi.

Harapannya, pengumpulan rongsok ini nantinya secara bertahap akan berubah menjadi kemampuan pengolahan limbah anorganik yang lebih kompleks.

baca juga

Pengolahan Sampah di Dusun Gandekan

Terlepas dari keterbatasan dalam mengelola beberapa jenis limbah anorganik, masyarakat Dusun Gandekan telah mampu mengelola limbah organik dengan baik. Beberapa membuat komposter sehingga limbah tersebut dapat dijadikan pupuk organik.

Hal ini sangat bermanfaat dengan kondisi banyaknya masyarakat setempat yang memiliki mata pencaharian sebagai petani. Selain itu, limbah organik juga dapat dijadikan sebagai bahan biopori ataupun campuran pakan ternak (limbah pertanian).

Ibu PKK di Dusun Gandekan pun cukup aktif mengusahakan pengelolaan beberapa jenis limbah anorganik, seperti kemasan sachet plastik, yang dapat dijadikan tas atau alas tikar. Selain itu, gelas atau botol mineral plastik mereka sulap menjadi pot ataupun wadah.

Aktifnya kegiatan recycling ini tentunya juga berjalan dengan baik dengan antusiasme masyarakat yang tinggi. Selama pra dan pelaksanaan KKN pun, antusiasme Ibu PKK Gandekan menjadi salah satu penunjang dalam munculnya ide-ide pemberdayaan yang relevan dengan permasalahan lokal.

Kegiatan Pengelolaan Limbah bersama KKN PPM UGM

Mahasiswa KKN PPM UGM Unit Mlati-Subunit Gandekan pun melakukan beberapa penyuluhan mengenai pengelolaan limbah di Dusun Gandekan. Salah satunya dengan membuat sabun dengan memanfaatkan minyak jelanta.

Kegiatan ini dilakukan pada Juli bersama Pemuda Dusun Gandekan. Pembuatan sabun ini memanfaatkan minyak jelanta dan beberapa bahan kimia sederhana sehingga dapat menghasilkan sabun yang dapat digunakan untuk mandi ataupun mencuci tangan.

Penyuluhan Pembuatan Sabun dari Minyak Jelanta
info gambar

penyuluhan pembuatan sabun dari minyak jelanta bersama pemuda Dusun Gandekan | Foto: Dokumentasi Pribadi/Tim KKN PPM UGM Unit Mlati-Subunit Gandekan


Selama pelaksanaan penyuluhan sabun ini, pemuda sangat antusias karena pertama kali membuat sabun dari limbah minyak tersebut.

Sebelumnya, ketika menyampaikan rencana kegiatan ini, kami juga disambut dengan baik oleh Dukuh Gandekan dengan melihat potensi ekonomi dari pengelolaan limbah tersebut.

Respons baik itu juga karena melihat sulitnya pembuangan limbah minyak di daerah Dusun Gandekan. Dengan begitu, adanya pemanfaatan kembali limbah minyak jelanta menjadi sabun ini merupakan solusi yang cukup efektif.

baca juga

Adanya penyuluhan pengelolaan limbah ini diharapkan tidak hanya berhenti pada inovasi yang ada saat ini. Tersampaikannya informasi pengelolaan limbah yang inovatif ini akan menjadi pemantik agar masyarakat berkreasi dengan hasil-hasil pengelolaan lainnya.

Selain itu, penyuluhan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dalam meminimalisasi limbah karena sulitnya pengelolaan sampah, khususnya anorganik.

Penulis: Safiera Anindya S.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

KU
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.