Saat ini, isu stunting masih menjadi permasalahan nasional yang memerlukan perhatian khusus dari berbagai pihak, baik pemerintah, tenaga kesehatan, dan juga orang tua.
Stunting merupakan gangguan tumbuh kembang anak yang ditandai oleh tinggi dan berat badan yang berada dibawah standar. Stunting disebabkan karena pada masa kehamilan, melahirkan, menyusui, dan pemberian MPASI, anak tidak mendapatkan asupan gizi yang sesuai pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).
Adapun dampak dari stunting adalah kurangnya perkembangan yang optimal pada otak anak sehingga jangka panjangnya akan mengurangi kapasitas anak untuk menerima pelajaran saat memasuki jenjang sekolah. Salah satu faktor yang harus diperhatikan dalam menurunkan angka stunting adalah peran orang tua dalam pemantauan tumbuh kembang dan pemberian gizi yang seimbang bagi anak.
Berdasarkan informasi yang didapat dari Puskesmas Jatibarang, angka stunting di Desa Bulak sudah mengalami penurunan dalam beberapa bulan belakangan, terhitung saat ini jumlah anak stunting di Desa Bulak hanya tiga orang. Namun, berdasarkan penuturan dari Bidan Desa Bulak, masih terdapat 14 anak berisiko mengalami stunting dan tiga ibu hamil KEK (Kekurangan Energi Kronis).
Akibat minimnya pemahaman orang tua mengenai kesehatan dan gizi anak, maka sebanyak 8 mahasiswa KKN-T Inovasi IPB University—diketuai oleh Muhammad Fadhil Rajendra—bekerja sama dengan BKKBN Jawa Barat untuk menjalankan program Mahasiswa Peduli Stunting.
Program ini bertujuan untuk memberikan edukasi, khususnya kepada para calon ibu dan ibu balita, di wilayah Desa Bulak terkait peran orang tua dalam tumbuh kembang dan pemenuhan gizi yang seimbang bagi anak. Kegiatan ini melibatkan beberapa pihak, di antaranya Pemerintah Desa Bulak, Kader Posyandu, PKK, Kader Stunting Desa Bulak, dan Puskesmas Jatibarang.
Kegiatan ini berisikan tentang imbauan pencegahan dan penanganan stunting dengan pemberian PMT (Pemberian Makanan Tambahan) yang disajikan dengan inovasi produk perikanan berupa nuget ikan patin yang kaya akan protein dan asam lemak omega-3 untuk perkembangan otak anak. PMT tersebut dibagikan untuk anak-anak yang mengalami stunting, berisiko stunting, dan ibu hamil KEK.
Kepala Tata Usaha Puskesmas Jatibarang, Ibu Cucu Sartiasih, S.KM., dan Bidan Desa Bulak, Ibu Sri Heryati, A.Md.Keb. menyampaikan dukungan dan apresiasinya atas Mahasiswa Peduli Stunting. Program kerja ini dinilai telah membantu Pemerintah Desa Bulak dalam sosialisasi pentingnya peran orang tua untuk tumbuh kembang anak, mengingat stunting yang kini sudah menjadi program kerja nasional.
"Kami sangat senang dengan adanya program kerja KKN IPB University terkait isu penanganan stunting ini. Diharapkan dengan program adik-adik ini, masyarakat dapat lebih paham bahwa isu mengenai stunting ini sangat penting," ujar Ibu Cucu Sartiasih, S.KM.
Program ini dilaksanakan pada 27 Juli 2024 melalui penyuluhan oleh tenaga pelaksana gizi Puskesmas Jatibarang, Ibu Ayunda Wahyuni, S.Gz. serta pemberian leaflet kepada orang tua sebagai media pembelajaran mandiri yang dikemas dengan bahasa yang mudah dipahami.
Pemberian edukasi ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman orang tua serta memberikan kesadaran bahwa pencegahan stunting penting untuk dilakukan sedini mungkin dan tidak dapat dihiraukan begitu saja.
Selain itu, diharapkan juga melalui pemberian edukasi ini, para ibu hamil dan ibu balita dapat lebih aktif dalam mengikuti kegiatan posyandu untuk konsultasi serta pemantauan tumbuh kembang anak yang lebih akurat.
Program Mahasiswa Peduli Stunting diharapkan mampu mengubah pola perilaku masyarakat, dalam penyiapan gizi seimbang yang dimulai keluarga.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


