legenda pawang ternalem dari karo sumatra utara kisah seorang anak yang dicap pembawa sial - News | Good News From Indonesia 2024

Legenda Pawang Ternalem dari Karo Sumatra Utara, Kisah Seorang Anak yang Dicap Pembawa Sial

Legenda Pawang Ternalem dari Karo Sumatra Utara, Kisah Seorang Anak yang Dicap Pembawa Sial
images info

Legenda Pawang Ternalem dari Karo Sumatra Utara, Kisah Seorang Anak yang Dicap Pembawa Sial


Legenda Pawang Ternalem merupakan salah satu cerita rakyat yang berkembang di tengah masyarakat Kabupaten Karo, Sumatra Utara. Cerita dalam legenda ini mengisahkan tentang seorang anak yang dicap sebagai pembawa sial, sehingga dikucilkan oleh masyarakat.

Sama seperti halnya banyak kisah cerita rakyat lain yang ada di Indonesia, terdapat pesan moral yang bisa Kawan pelajari dari legenda Pawang Ternalem ini. Pesan moral yang ada dalam legenda tersebut bisa menjadi pelajaran untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Bagaimana kisah dalam legenda Pawang Ternalem dan pesan moral yang bisa didapatkan dari cerita rakyat tersebut?

Legenda Pawang Ternalem

Dilihat dari artikel Sri Dinanta Beru Giting dkk, yang berjudul "Revitalisasi Legenda Pawang Ternalem Suku Karo Sebagai Bahan Ajar Bahasa Indonesia," cerita dalam legenda ini mengisahkan seorang anak yang bernama Darmawan Sinuraya atau yang dikenal juga dengan sebutan Pawang Ternalem. Anak ini tidak diakui dan dikucilkan oleh masyarakat di Desa Liang Melas.

Sebab Pawang Ternalem dianggap sebagai anak pembawa sial. Anggapan ini muncul karena Pawang Ternalem lahir di hari yang dianggap buruk dalam kepercayaan masyarakat sekitar.

Hal ini semakin dipertegas karena orang tua Pawang Ternalem yang meninggal pada saat dirinya dilahirkan. Alhasil dirinya tumbuh kembang tanpa memiliki sosok pengasuh yang mendampinginya.

baca juga

Pandangan masyarakat terhadap kesialan Pawang Ternalem ternyata tidak terbatas pada dirinya saja. Masyarakat Desa Liang Melas menganggap bahwa kesialan dari Pawang Ternalem akan menimpa mereka juga.

Akhirnya masyarakat bersepakat untuk membunuh Pawang Ternalem agar daerah mereka terhindar dari kesialan mereka. Akan tetapi, segala cara yang dicoba tidak berhasil memberikan malapetaka pada Pawang Ternalem.

Contohnya saja, suatu hari masyarakat pernah dimasukkan ke dalam kubangan lumpur yang banyak kerbau di sekitarnya. Masyarakat beranggapan bahwa Pawang Ternalem akan diinjak-injak oleh kerbau yang ada hingga meregang nyawa.

Namun hal yang terjadi justru sebaliknya, tidak ada satu ekorpun yang mendekati Pawang Ternalem kecil di kubangan lumpur tersebut, sehingga dia masih selamat dari bahaya yang direncanakan oleh masyarakat.

Seiring berjalannya waktu, Pawang Ternalem tumbuh menjadi seorang pemuda yang pekerja keras. Dirinya sering membantu pedagang dari desanya yang ingin berjualan ke kota.

Suatu hari, Pawang Ternalem meminta ikut dengan rombongan pedagang yang hendak menjajakan dagangannya tersebut. Para pedagang ini menyetujui permintaan Pawang Ternalem dan membawanya ikut bersama rombongan lainnya.

Namun nahas, di tengah perjalanan Pawang Ternalem justru ditinggalkan oleh rombongan pedagang ini di sebuah hutan belantara. Akan tetapi tanpa sengaja dia justru bertemu dengan seorang pertapa yang mendiami hutan tersebut, yakni Datuk Rubia Gande.

Pawang Ternalem kemudian hidup bersama Datuk Rubia Gande. Dirinya diajarkan ilmu bela diri dan kanuragan oleh pertapa tua tersebut.

Beberapa waktu berlalu, sebuah berita besar tersiar dari Desa Jenggi Kemawar. Putri dari kepala desa tersebut, yakni Beru Patimar terkena penyakit misterius yang tidak bisa disembuhkan oleh berbagai macam dukun yang datang.

Kepala desa sudah bersusah payah untuk mencarikan penawar bagi penyakit putrinya. Akhirnya kepala desa mendapatkan kabar bahwa satu-satunya obat yang bisa menyembuhkan penyakit putrinya tersebut adalah madu yang ada di atas pohon Tualang Simande Angin.

Pohon ini dikenal tidak bisa dipanjat oleh satu orang pun. Kepala desa akhirnya mengadakan sayembara bagi siapapun yang berhasil mendapatkan madu tersebut akan dinikahkan dengan anaknya.

Datuk Rubia Gande yang mendengar kabar ini langsung mengurus Pawang Ternalem untuk mengikuti sayembara tersebut. Di luar dugaan, Pawang Ternalem justru bisa dengan mudah memanjat pohon Tualang Simande Angin dan mendapatkan madu yang menjadi obat dari Beru Patimar.

Akan tetapi, kepala desa tidak menepati janjinya karena menganggap Pawang Ternalem tidak pantas untuk dinikahi dengan putrinya. Alhasil kepala desa tersebut tiba-tiba diserang dari serangga yang datang entah dari mana.

Akhirnya kepala desa menunaikan janji sayembara yang dia lontarkan agar tidak mendapatkan musibah lainnya. Akhirnya Pawang Ternalem dan Beru Patimar pun dinikahkan dan menjadi sepasang suami istri.

baca juga

Pesan Moral

Terdapat beberapa pesan moral yang bisa Kawan maknai dari kisah legenda Pawang Ternalem ini, seperti yang dituliskan oleh Lasmi Sihaan dkk. dalam artikel "Nilai Moral Pada Legenda Danau Lau Kawar Dan Legenda Pawang Ternalem Ditinjau Perspektif Posmodernisme." Pesan moral pertama yang bisa dipelajari adalah sifat kerja keras yang ada di dalam diri Pawang Ternalem yang tidak menyerah dengan situasi yang dialaminya.

Pesan moral lain yang bisa dipelajari dari legenda ini adalah pentingnya ada rasa toleransi dan saling menghargai. Sebab bisa saja orang yang selama ini tidak dianggap justru memiliki kemampuan yang luar biasa dan tidak diduga-duga sebelumnya.

Sumber:
- Ginting, Sri Dinanta Beru, Wahyu Ningsih, dan Elnira Situmorang. "Revitalisasi Legenda Pawang Ternalem Suku Karo Sebagai Bahan Ajar Bahasa Indonesia." Bahasa Indonesia Prima 2.2 (2020): 91-97.
- Sihaan, Lasmi, Jusrin Efendi Pohan, and Esra Perangin-angin. "Nilai Moral Pada Legenda Danau Lau Kawar Dan Legenda Pawang Ternalem Ditinjau Perspektif Posmodernisme." Jurnal Educatio FKIP UNMA 9.4 (2023): 2096-2104.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Irfan Jumadil Aslam lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Irfan Jumadil Aslam.

IJ
AA
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.