Labuhan Pandan merupakan salah satu desa di Kecamatan Sambelia, Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Sebagai wilayah yang kaya akan potensi wisata pantai dan Bahari, Labuhan Pandan kerap dikunjungi oleh wisatawan lokal dan mancanegara.
Beberapa lokasi Labuhan Pandan yang ramai disambangi para wisatawan meliputi Pantai Gili Kembar, Pantai Dermaga, Pantai Berandangan, Gili Petagan, Gili Kondo, dan lain sebagainya.
Sebagai objek wisata yang memiliki daya tarik melimpah, lokasi tersebut belum dikelola secara maksimal oleh masyarakat. Alhasil, terdapat beberapa kekurangan, seperti kebersihan yang belum terjaga dengan baik.
Oleh sebab itu, Tim KKN-PPM UGM Sambelia mengusung program "Bersih Pantai" dan "Visit Sambelia". Kedua program ini bertujuan untuk meningkatkan kepekaan sosial terhadap kebersihan objek wisata.
Pada Sabtu, 13 Juli 2024, program kerja "Geparia (Gerakan Pantai Lestari Sambelia): Bersih Pantai" dan "Visit Sambelia" telah berhasil dilaksanakan oleh Safaa Azahra, person in charge (PIC) di Pantai Gili Kembar dan Virnanda Kartika Putri di Gili Kondo.
Kegiatan ini melibatkan seluruh mahasiswa KKN-PPM UGM unit NB-002 yang terbagi ke dalam dua lokasi berbeda. Pemuda-pemudi desa dan wisatawan di lokasi terkait juga turut membantu jalannya kegiatan.
Melalui program ini, setiap pemangku kepentingan tidak hanya terlibat dalam kegiatan pembersihan sampah, tetapi juga mendapatkan edukasi secara implisit tentang pentingnya menjaga kebersihan di lokasi wisata.
Program kerja "Bersih Pantai" di Pantai Gili Kembar dihadiri oleh Kepala Dusun Pulur, Labuhan Pandan, Bapak Suarjo. Peserta kegiatan bersih-bersih pantai berasal dari mahasiswa KKN-PPM UGM Melukis Sambelia serta pemuda setempat.
Kepala Dusun Pulur mengatakan bahwa kegiatan bersih pantai tersebut dapat membangun kembali potensi pariwisata di Pantai Gili Kembar yang belum dapat beroperasi secara optimal pasca gempa bumi yang terjadi pada 2018.
Dalam kegiatan ini, para mahasiswa dan pemuda setempat bahu-membahu membersihkan sampah yang ditemukan di pesisir Pantai Gili Kembar. Sampah berupa plastik yang terdiri atas bungkus makanan, sedotan plastik, dan kantong plastik, banyak ditemukan.
Selain itu, pembersihan juga dilakukan terhadap ranting-ranting dan daun-daun di sekitar pantai. Pengumpulan sampah dilakukan secara terpisah antara sampah organik dan anorganik.
Setelah pelaksanaan kegiatan bersih pantai di Pantai Gili Kembar, volume sampah, terutama plastik yang berada lingkungan sekitar pesisir pantai, menjadi berkurang. Pengurangan volume sampah dapat memulihkan ekosistem pesisir yang tercemar yang berbahaya bagi kehidupan laut.
Dari kegiatan tersebut, diharapkan pula masyarakat sekitar maupun wisatawan yang berkunjung semakin peka akan pentingnya menjaga kebersihan ekosistem pesisir serta mengurangi pembuangan sampah plastik di sekitar pesisir pantai.
Kegiatan Bersih Pantai di Sambelia | Foto: Dokumentasi Pribadi/Tim KKN-PPM UGM Unit Sambelia
Sedikit berbeda dengan program kerja di Pantai Gili Kembar, "Visit Sambelia" ialah rangkaian kegiatan yang dikolaborasikan pada suatu paket wisata dengan penambahan aktivitas bersih pantai dalam itinerary-nya—atau juga bisa disebut sebagaivoluntourism.
Dalam paket wisata tersebut, wisatawan berasal dari mancanegara, yang mana keterlibatannya tidak hanya memberikan kesan berwisata, tetapi juga pengabdian sebagai upaya pelestarian lingkungan.
Menurut James—seorang pelancong asal Britania Raya, voluntourism ini memiliki potensi baik untuk dikembangkan. Hal ini karena paket wisata tersebut menawarkan pengalaman yang berbeda dan mampu memberikan kontribusi positif ketika berwisata di negara asing.
Sebagai penutup, kedua program kerja terkait bersih pantai yang telah dilakukan bukan hanya memberikan dampak positif terhadap lingkungan dan sosial, melainkan juga dapat membangkitkan perekonomian masyarakat setempat melalui pengembangan pariwisata pesisir.
Melalui kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah setempat, dan masyarakat, akan terjadi perbaikan ekosistem pesisir yang berkelanjutan sehingga keindahan dan kelestarian pantai tetap terjaga.
Penulis : Safaa Azahra, Virnanda Kartika Putri
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


