Hari Masyarakat Adat Internasional atau International Day of the World’s Indigenous Peoples diperingati setiap tanggal 9 Agustus. Perayaan ini dibuat untuk meningkatkan kesadaran akan kebutuhan kelompok masyarakat adat di seluruh dunia.
Melalui situs milik Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN), pada 2016, terdapat sekitar 2.680 bahasa masyarakat adat di dunia berada dalam bahaya. Bahkan ada banyak bahasa yang nyaris punah.
Masyarakat adat dianggap sangat berpengaruh terhadap pelestarian tradisi, budaya, dan bahasa. Mereka menjadi pihak yang turut serta menjaga keseimbangan lingkungan alam.
Lalu, bagaimana contoh nyata peran masyarakat adat di Indonesia untuk mempertahankan adat, budaya, dan lingkungan mereka?
Indonesia sebagai rumah bagi jutaan masyarakat adat
AMAN memperkirakan, dengan populasi penduduk yang mencapai lebih dari 270 juta jiwa, Indonesia menjadi rumah bagi 50 hingga 70 juta masyarakat adat.
Dalam UUD 1945, terdapat pengakuan tentang keberadaan masyarakat hukum adat pada Pasal 18 B ayat (2). Dalam pasal tersebut, negara mengakui dan menghormati kesatuan-kesatuan masyarakat hukum adat beserta hak-hak tradisionalnya sepanjang masih hidup dan sesuai dengan perkembangan masyarakat dan prinsip NKRI, yang diatur UU.
Ketentuan pasal tersebut diperkuat dengan ketentuan Pasal 281 ayat (3), bahwa identitas budaya dan masyarakat adat tradisional di Indonesia dihormati, selaras dengan perkembangan zaman dan peradaban.
Mereka yang menjaga lingkungan
Melalui laman resmi AMAN, masyarakat adat hidup dan menjaga wilayah adatnya sebagai peninggalan leluhur. Adat yang mereka lestarikan ini kelak akan diwariskan pada generasi penerusnya.
Komunitas Masyarakat Adat Malaumkarta-Moi Kelim, Papua Barat, adalah contoh penggiat adat yang masih eksis hingga saat ini.
Moi menjadi salah satu komunitas adat besar di Papua Barat. Mereka hidup dengan memanfaatkan hasil hutan dan laut. Masyarakat adat juga masih menggunakan sistem tradisional dalam kehidupan sehari-hari mereka, sepertitradisi egek.
Mereka menggunakan cara tradisional dengan nilai-nilai dan aturan adat demi menjaga hutan tetap hijau dan lestari.
Tidak hanya masyarakat Moi, banyak masyarakat adat lain yang tersebar di seluruh Indonesia dan dunia yang membantu menjaga dan merawat kelestarian alam.
Praktik kegiatan dan sistem yang ramah lingkungan tersebut tentu saja mampu menjaga ketersediaan sumber daya alam jangka panjang atau berkelanjutan. Ekosistem alam juga aman dan terlindungi.
Di sisi lain, peran masyarakat adat yang selalu menjaga nilai budaya tersebut menumbuhkan harmoni antara kebudayaan dengan alam.
Bahkan, masyarakat adat dianggap sebagai sosok terbaik yang mampu menjaga kehidupan satwa luar. Dalam sebuah tulisan yang dipublikasikan IUCN atau badan yang berfokus dalam pelestarian alam dunia, 80 persen keanekaragaman hayati yang ada di dunia berada di bawah wilayah masyarakat adat.
Indigenous people atau masyarakat adat memang sudah diakui memiliki tradisi dan sejarah panjang untuk mengelola sumber daya alam tanpa merusak fungsi ekologis.
Uniknya, mereka yang melestarikan adat dan budaya ini juga mampu membantu penurunan angka deforestasi. Masyarakat Adat Long Isun contohnya. Mereka terus menjaga hutan adatnya dan berani melawan pembalakan dan pembangunan sawit di wilayahnya.
Masyarakat adat juga mampu melindungi kawasan konservasi laut. Bahkan, terdapat studi yang menjelaskan, alam yang dikelola oleh masyarakat adat mampu menghasilkan biomassa yang lebih besar dibanding kawasan yang dikelola oleh negara.
Melihat peran besar masyarakat adat dalam menjaga lingkungan seharusnya menjadi sebuah tamparan bagi semua pihak. Sudah seharusnya masyarakat adat dilindungi. Mereka harus diberikan hak atas tanah dan wilayah mereka.
Hari Masyarakat Adat Internasional sudah sepatutnya menjadi waktu yang sempurna untuk membantu menyuarakan hak dan populasi masyarakat adat, tidak hanya di Indonesia, tapi juga seluruh dunia.
Masyarakat adat dapat menjadi wadah dan sarana konservasi lingkungan yang baik di Indonesia. Dengan keterlibatan penuh masyarakat adat dalam melestarikan budaya dan lingkungan, Indonesia dapat mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan yang tetap menjunjung tinggi pengelolaan konservasi lingkungan dengan baik.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


