Pada hari Kamis pagi yang cerah di Desa Pandeyan, Kec. Grogol, Kab. Sukoharjo. Pukul 09.00 WIB, tim KKN-PPM UGM yang terdiri dari tujuh mahasiswa – Joaquin, Swangga, Yoga, Sekar, Sheren, Cia, dan Dhea – diundang oleh salah satu peternak lele setempat untuk membantu dalam proses pemanenan dan penyortiran ikan lele. Bagi mereka, ini adalah pengalaman baru yang mengasyikkan sekaligus menantang.
Setibanya di sana, rombongan tim KKN-PPM UGM disambut hangat oleh para peternak lele yang mengundang kegiatan sortir lele. Mereka diajari tips cara menangkap ikan lele yang benar tanpa tertusuk siripnya yang tajam. Pada awalnya, banyak dari mereka yang kesulitan.
Ikan lele yang licin dan lincah seringkali lepas dari genggamannya. Namun, seperti kata pepatah, "usaha tidak akan mengkhianati hasil", Sekar, salah seorang mahasiswi program studi Kedokteran Hewan, akhirnya berhasil menangkap ikan lele dengan cara yang benar. Ia bahkan mampu memegang dua ikan lele dalam waktu yang bersamaan.
Menyaksikan keberhasilan Sekar, mahasiswa lain pun juga ikut termotivasi dan tidak mau kalah. Dengan gigih mereka mulai belajar dari Sekar dan mencoba untuk menangkap ikan lele dengan tangan.
Setelah beberapa kali mencoba, akhirnya mereka berhasil menangkap ikan lele dngan baik. Namun, dikarenakan waktu yang diperlukan cukup lama, para peternak lele menyarankan untuk menggunakan jaring untuk mempercepat proses penangkapan ikan.
Dengan menggunakan jaring, penangkapan ikan lele menjadi lebih mudah dan efektif. Ikan lele yang ditangkap kemudian disortir menggunakan kotak dengan lubang berukuran tertentu pada bagian bawahnya. Kotak ini memungkinkan ikan lele kecil dapat jatuh ke bawah sehingga memudahkan penyortiran berdasarkan ukuran lele.
Proses penyortiran lele memakan waktu beberapa jam. Namun, para mahasiswa KKN menikmati setiap menitnya karena menganggap kegiatan ini sebagai pengalaman baru.
Semangat dan sinergi tim yang kuat membuat pekerjaan penyortiran lele menjadi lebih mudah dan menyenangkan. Setelah selesai, peternak lele memberikan hadiah kepada para mahasiswa KKN UGM berupa ikan lele sebanyak 5—6 kg sebagai tanda terima kasihnya.
Selama proses panen, ada beberapa momen yang membuat para mahasiswa KKN semakin memahami kompleksitas dari budidaya ikan lele. Pertama, terkait dengan menjaga kondisi fisik dan mental agar tetap prima. Proses penangkapan ikan lele bukanlah tugas yang mudah, terutama di bawah teriknya matahari.
Keringat yang terus mengucur deras dan lele yang bergerak terus-menerus menambah tantangan dalam pelaksanaannya. Namun, dengan saling menyemangati dan bekerja sama, mereka berhasil melalui semua itu.
Kedua, mereka juga belajar tentang pentingnya ketelitian dalam penyortiran ikan lele. Proses ini bukan hanya memisahkan ikan berdasarkan ukuran, tetapi juga memastikan bahwa ikan yang disortir dalam kondisi yang baik, sehat, dan layak untuk dipasarkan.
Mereka juga diajari cara mengenali tanda-tanda ikan yang kurang layak, dengan indikator seperti warna kulit yang tidak biasa atau gerakan yang tidak normal. Hal ini menjadi pembelajaran yang sangat berguna bagi mereka, terutama bagi Sekar yang sedang mengenyam pendidikan untuk menjadi dokter hewan.
Terakhir yang tidak kalah pentingnya, mereka juga belajar terkait manajemen waktu dan efisiensi. Pada awalnya, mereka mencoba menangkap ikan lele dengan tangan, yang ternyata sangat memakan waktu. Kemudian, dengan saran peternak lele, mereka beralih menggunakan jaring yang ternyata terbukti lebih efektif.
Aktivitas ini mengajarkan mereka untuk selalu mencari cara yang lebih efisien dalam bekerja, tanpa mengorbankan kualitas dari hasil yang diperoleh.
"Pengalaman yang unik dan sangat mengesankan," ujar Sheren sambil tersenyum cerah. Seluruh anggota tim sepakat bahwa pengalaman ini tidak hanya menambah pengetahuan mereka tentang budidaya ikan lele. Namun, juga mempererat tali silaturahmi tim KKN-PPM UGM Desa Pandeyan, Grogol, Sukoharjo.
Tak hanya pengalaman, momen-momen kebersamaan selama kegiatan ini juga menjadi kenangan indah bagi mereka. Canda tawa saat istirahat, saling membantu saat ada kesulitan, dan semangat kebersamaan yang terjalin membuat mereka semakin kompak sebagai tim.
Kebersamaan ini bukan hanya membangun kerja sama yang baik, tetapi juga menciptakan persahabatan yang erat di antara mereka.
Pada akhirnya, mereka menyadari bahwa pengalaman ini bukanlah sekadar tugas KKN biasa. Ini adalah pelajaran hidup yang berharga dan memberikan mereka pandangan baru tentang kerja keras, ketelitian, dan pentingnya efisiensi dalm setiap pekerjaan.
Pengalaman ini juga mendorong kami untuk terus mendukung dan berkontribusi pada komunitas lokal, serta mempromosikan praktik-praktik budidaya yang berkelanjutan dan menguntungkan bagi semua pihak. Mereka sangat berterima kasih kepada peternak lele di Desa Pandeyan yang telah memberikan kesempatan.
Dengan semangat dan pengalaman baru, mereka siap melanjutkan tugas KKN di Desa Pandeyan, Kec. Grogol, Kab. Sukoharjo, dengan lebih antusias dan penuh dedikasi.
Mereka berharap, melalui langkah-langkah kecil ini, dapat memberikan dampak positif yang nyata bagi masyarakat setempat dan membawa perubahan yang lebih baik bagi semua.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


