Apakah Kawan GNFI pernah mengunjungi daerah Tretep? Tretep merupakan salah satu kecamatan yang berada di Temanggung. Jaraknya cukup jauh dari pusat kota dan harus melintasi jalur yang cukup berkelak-kelok. Namun, pemandangan yang disuguhkan setelah melewati jalan yang panjang dijamin akan membuat Kawan GNFI takjub.
Berbagai puncak gunung disertai udara sejuk yang tidak bisa kita dapati di perkotaan akan terasa seperti memasuki sebuah lukisan. Hamparan hijau yang membentang luas dan langit yang biru cerah pun ikut memanjakan mata.
Nah, Kawan, hamparan hijau yang nantinya akan Kawan GNFI sering lihat adalah berbagai macam perkebunan yang dikelola oleh masyarakat Tretep itu sendiri.
Terdapat dua macam produksi perkebunan yang mendominasi penghasilan masyarakat sekaligus menjadi kebanggan, yaitu tembakau dan kopi. Kenali kedua penghasilan tersebut lebih jauh, yuk!
Tembakau
Tembakau yang berada di daerah Temanggung memiliki keunikannya tersendiri, yaitu mengandung nikotin lebih banyak daripada tembakau biasa sehingga rokok yang dirasakan pun semakin sedap. Masyarakat setempat sangat bergantung pada hasil tembakau, bahkan bisa dijual hingga mencapai harga dua ratus ribu rupiah untuk satu kilonya.
Penanaman tembakau beragam di setiap kecamatan, contohnya, Tretep merupakan kecamatan yang berada di utara sehingga masyarakat setempat akan selalu menanam tembakau lebih cepat dengan menyesuaikan suhu dan cuaca.
Setelah penanaman selama kurang lebih 3 hingga 4 bulan, tembakau akan siap dipanen pada bulan Agustus. Daun hijaunya yang melebar, ukurannya yang semakin tinggi, dan mekarnya bunga tembakau menjadi ciri-ciri siapnya tembakau untuk dipanen. Namun sebelum itu, masyarakat akan mengadakan Wiwit Tembakau, yaitu acara rutin dalam rangka mendoakan dan mensyukuri hasil panen yang melimpah.
Untuk memanen tembakau, diperlukan waktu yang cukup lama sehingga masyarakat akan terus berada di ladang tembakau mulai dari pagi hingga malam. Kegiatan panen tersebut mencakup memetic, menjemur, hingga merajangi tembakau menjadi rokok yang Kawan bisa bayangkan. Tak heran apabila tembakau telah menjadi identitas Temanggung sehingga dijuluki “Negeri Tembakau”.
Kopi
Selain tembakau, kopi pun menjadi produk asli yang masyarakat Tretep banggakan dikarenakan iklim dan suhu yang mendukung, sehingga kopi yang dihasilkan pun berkualitas tinggi. Terdapat 2 jenis kopi yang biasanya ditanam oleh masyarakat Temanggung, yaitu kopi arabika dan kopi robusta. Tretep menjadi salah satu tempat dengan kopi arabika yang lebih umum ditanam.
Tentunya, kedua kopi memiliki ciri khas dan rasa yang berbeda. Kopi robusta memiliki rasa yang lebih pahit dan asam dibanding kopi arabika. Meski begitu, keduanya tetap laris dan memiliki banyak penikmat di kalangan masyarakat Tretep, terutama jika suhu udara di sekitar semakin dingin, masyarakat akan lebih sering menyeduh kopi karena dapat memberikan kehangatan dan rasa yang nikmat.
Salah satu prestasi di bidang kopi yang sangat dibanggakan masyarakat Tretep ialah fakta bahwa kedua jenis kopi, arabika dan robusta, pernah sama-sama diikut sertakan dalam kancah internasional, yaitu Specialty Coffee Association of America (SCAA) 2016. Saking bangganya, apabila ada tamu berkunjung ke rumah masyarakat, kopi akan lebih sering dihidangkan dibanding teh maupun air putih.
Itulah dua jenis produksi pertanian yang sangat masyarakat Tretep banggakan. Apabila Kawan GNFI berkunjung, jangan ragu untuk mencoba kopinya dan berfoto dengan latar belakang tembakau yang sangat hijau disertai pegunungan, ya! Jangan lupa untuk memakai pakaian hangat juga bagi Kawan GNFI yang tidak biasa berada di suhu yang dingin!
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


